Bunda, Kenali Tanda dan Gejala Pelecehan Seksual pada Anak

0
214 views
Pelecehan seksual. Foto: Skanaa

Gulalives.com, JAKARTA – Gejala dan tanda seorang anak yang mengalami pelecehan seksual tidak selalu jelas. Ada anak-anak yang menyimpan rahasia pelecehan seksual yang dialaminya dengan bersikap manis dan patuh, berusaha agar tidak menjadi pusat perhatian.

Meskipun pelecehan seksual terhadap anak tidak memperlihatkan bukti yang jelas, namun apabila tanda-tanda yang mencurigakan tampak pada anak dan terlihat terus-menerus dalam jangka waktu panjang, orangtua perlu waspada dan mempertimbangkan kemungkinan anak telah mengalami pelecehan seksual.

Orangtua perlu dampingi anak terkait pelecehan seksual. Foto: Tabloidnova
Orangtua perlu dampingi anak terkait pelecehan seksual. Foto: Tabloidnova

Tanda dan indikasi pelecehan seksual antara lain:

1.Memar pada alat kelamin atau mulut, iritasi kencing, penyakit kelamin, dan sakit kerongkongan tanpa penyebab jelas bisa merupakan indikasi seks oral.

2.Jika yang mengalami pelecehan seksual adalah remaja, tandanya kurang lebih sama. Ditambah perilaku yang merusak diri sendiri, pikiran bunuh diri, gangguan makan, melarikan diri.

3.Berbagai kenakalan remaja, penggunaan obat terlarang atau alkohol, kehamilan dini, melacur, seks di luar nikah, atau kelakuan seksual lain yang tak biasa juga harus dilihat sebagai tanda dan gejala anak pernah mengalami pelecehan seksual.

4.Anak yang mengalami pelecehan seksual juga bisa menunjukkan perubahan perilaku emosional dan sosial, antara lain sangat takut kepada siapa saja atau pada tempat tertentu atau orang tertentu, perubahan perilaku secara tiba-tiba, gangguan tidur (susah tidur, mimpi buruk, dan ngompol), menarik diri atau depresi, serta perkembangan terhambat.

Pelecehan seksual pada anak. Foto: Fimela
Pelecehan seksual pada anak. Foto: Fimela

5.Anak usia prasekolah yang mengalami pelecehan seksual antara lain menunjukkan perilaku regresif, seperti mengisap jempol, hiperaktif, keluhan somatik seperti sakit kepala yang terus-menerus, sakit perut, sembelit.

6.Tanda pada perilaku emosional dan sosial pada anak usia prasekolah yang mengalami pelecehan seksual antara lain ditunjukkan dengan: kelakuan yang tiba-tiba berubah, anak mengeluh sakit karena perlakuan seksual.

Sedangkan tanda pada perilaku seksual antara lain masturbasi berlebihan, mencium secara seksual, mendesakkan tubuh, melakukan aktivitas seksual terang-terangan pada saudara atau teman sebaya, tahu banyak tentang aktivitas seksual, dan rasa ingin tahu berlebihan tentang masalah seksual.

7.Anak usia sekolah yang mengalami pelecehan seksual kemungkinan akan memperlihatkan tanda-tanda di atas serta perubahan kemampuan belajar, seperti susah konsentrasi, nilai turun, telat atau bolos, hubungan dengan teman terganggu, tidak percaya kepada orang dewasa, depresi, menarik diri, sedih, lesu, gangguan tidur, mimpi buruk, tak suka disentuh, serta menghindari hal-hal sekitar buka pakaian.

Pelecehan seksual pada anak. Foto: Tubasmedia
Pelecehan seksual pada anak. Foto: Tubasmedia

Bagaimana sikap orangtua menghadapi pelecehan seksual pada anak?

Perlihatkan kepada anak bahwa menceritakan hal itu adalah perbuatan benar. Jangan desak anak untuk menceritakan detail pengalamannya. Anak harus diyakinkan bahwa dia tak bersalah. Hal ini dalam kenyataan tak mudah melakukannya karena anak kerap menganggap dirinyalah penyebabnya.

Bagaimana jika anak buka rahasia? Jagalah sikap. Jangan sampai anak terkejut oleh respons orangtua. Jika anak membuka rahasia, penting menyadari reaksi orangtua dan anak itu sendiri. Orangtua perlu tahu apa yang mesti dilakukan.

Mendengar apa yang dialami anak mungkin kita merasa marah, terkejut, dan bingung. Semua itu adalah reaksi yang normal untuk orangtua. Tetapi, orangtua harus menjaga jangan sampai anak terkejut oleh respons kuat yang membuatnya malah takut dan menyesal telah buka rahasia tentang pelecehan seksual yang dialaminya.

Pelecehan seksual pada anak.Foto; Ariswildan.blogspot
Pelecehan seksual pada anak.Foto; Ariswildan.blogspot

Kalau ternyata  orangtua merasa tak mampu berbicara dengan si anak terkait pelecehan yang dialaminya, minta tolong ahli untuk mengolah perasaan sendiri dan memintanya berbicara dengan si anak.

Orang tua harus belajar percaya apa yang dikatakan anak. Ketika anak-anak membuka rahasia pelecehan yang dialami, hampir semua dipastikan mengandung kebenaran. Mereka kadang mengatakan sedikit apa yang terjadi untuk melihat bagaimana reaksi kita.

Kalau anak tampak kacau dan ceritanya tak logis, itu wajar.  Persepsi orangtua kerap berbeda dengan anak. Ketika mengatakan ujuang jari, yang dimaksudkannya adalah vaginanya. Anak bicara tentang boneka kura-kura yang dimainkannya di kamar mandi, padahal yang mau dikatakannya adalah alat kelamin tetangganya yang telah melecehkannya secara seksual.

Pelecehan seksual pada anak. Foto: Fajrinlubis.blogspot
Pelecehan seksual pada anak. Foto: Fajrinlubis.blogspot

Perlihatkan kepada anak kesungguhan orangtua untuk mendukungnya dan pastikan anak dalam keadaan aman dan terlindungi. Pelecehan seksual anak adalah tindak kriminal. Di sini tidak berlaku hukum kerahasiaan. Katakan kepada anak bahwa  orangtua akan menyampaikan cerita itu kepada orang lain demi keselamatan anak. Jangan buat janji untuk merahasiakannya.

Dampak pelecehan seksual pada anak yang sering terjadi adalah mengganggu kehidupan psikososial dan tumbuh berkembangnya. Kepekaan orang tua atas tanda-tanda pelecehan seksual dan tahu bagaimana menanggapinya akan sangat membantu ke arah berhentinya pelecehan seksual terhadap anak, demikian dilansir  laman Klinikanakonline. (VW)

 

LEAVE A REPLY