Risiko pemakaian gadget pada anak.

Gulalives.com, JAKARTA – Hari gini, tampaknya gadget sulit dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Banyak kita saksikan anak balita memegang gadget atau tablet tak kenal waktu. Mereka asyik dengan dunia layar dengan komunikasi searah itu.

Padahal, membiarkan anak ‘bergaul’ terlalu lama dengan gadget sentuh berlayar lebar menyimpan bahaya bagi anak, khususnya pada jari jemari, leher dan punggung mereka.

Membiarkan anak 'bergaul' terlalu lama dengan gadget sentuh berlayar lebar menyimpan bahaya bagi anak.
Membiarkan anak ‘bergaul’ terlalu lama dengan gadget sentuh berlayar lebar menyimpan bahaya bagi anak.

Terapis Learning and Therapy Corner di Maryland Amerika Serikat Lindsay Marzoli memperingatkan layar besar pada gadget, misalnya iPad, dapat menyebabkan kerusakan otot jari.

“Apabila mereka selalu menggunakan iPad dan tidak melakukan kegiatan di atas kertas dengan pensil maka otot-otot jari akan melemah,” kata Marzoli, seperti dilaporkan laman Dailymail.

Hal senada diungkapkan dokter anak di Baltimore Medical Centre Timothy Doran yang menyatakan bahwa tiga sampai empat jam penggunaan iPad akan menimbulkan masalah pada tumbuh kembang anak.

Membiarkan anak 'bergaul' terlalu lama dengan gadget sentuh berlayar lebar menyimpan bahaya bagi anak.
Membiarkan anak ‘bergaul’ terlalu lama dengan gadget sentuh berlayar lebar menyimpan bahaya bagi anak.

Asosiasi Dokter Anak di Amerika telah mengingatkan agar anak dibatasi menggunakan gadget berlayar sentuh ukuran besar hanya kurang dari dua jam sehari. Mereka juga menyarankan agar anak di bawah usia dua tahun tidak menghabiskan waktu di depan layar baik televisi, tablet dan komputer karena akan menyebabkan sakit leher dan punggung.

Penggunaan Gadget Ganggu Otak Balita

Penggunaan perlengkapan bayi dan layar elektronik yang berlebihan dapat menganggu perkembangan fisik dan emosional balita.

Penggunaan perlengkapan bayi dan layar elektronik yang berlebihan dapat menganggu perkembangan fisik dan emosional balita.
Penggunaan perlengkapan bayi dan layar elektronik yang berlebihan dapat menganggu perkembangan fisik dan emosional balita.

Organisasi What About The Children? (Watch?) mengatakan gaya hidup modern dapat merusak otak balita. Para peneliti di lembaga ini menyoroti balita yang ditempatkan di kereta bayi dan mengkaji dampak peningkatan penggunaan telepon genggam pintar dan komputer tablet.

Watch? mempromosikan pentingnya pendekatan yang aman di tahun-tahun pertama dan pentingnya kasih sayang dalam perkembangan otak anak.

Pembahasan mengenai bagaimana pembentukan emosional, fisik dan kesehatan mental anak dalam tiga tahun pertama kehidupannya, akan bertahan “selamanya”.

Penggunaan perlengkapan bayi dan layar elektronik yang berlebihan dapat menganggu perkembangan fisik dan emosional balita. Foto: dailymail
Penggunaan perlengkapan bayi dan layar elektronik yang berlebihan dapat menganggu perkembangan fisik dan emosional balita. Foto: dailymail

Interaksi fisik, hubungan sosial antara anak-anak kecil, dan “pengasuhan yang konsisten dan penuh kasih sayang” merupakan hal yang sangat penting diberikan kepada seorang anak.

Organisasi itu mengatakan dampak kehidupan modern terhadap perkembangan otak bayi dan anak-anak menjadi masalah penting yang harus diperhatikan.

Penggunaan perlengkapan bayi dan layar elektronik yang berlebihan dapat menganggu perkembangan fisik dan emosional balita. Foto: mumbub.
Penggunaan perlengkapan bayi dan layar elektronik yang berlebihan dapat menganggu perkembangan fisik dan emosional balita. Foto: mumbub.

Sally Goddard Blythe, Direktur Institut Psikologi Kesehatan Jiwa, mengatakan pentingnya interaksi sosial. “Interaksi sosial membantu perkembangan fisik, sebagai contoh kontak mata, nyanyian dan berbicara. Itu tak akan terjadi jika anak-anak duduk di kereta bayi dan ibunya sibuk dengan smartphone,” kata dia seperti dilansir laman BBC.

“Anak-anak butuh kesempatan untuk bergerak bebas dan mengeksplorasi,” imbuh dia. “Perhatian, keseimbangan dan kemampuan koordinasi dipelajari saat 36 bulan pertama dari pelajaran kognitif di kehidupannya dan akan berkaitan dengan prestasi di sekolah.” (VW)

LEAVE A REPLY