Bunda, Begini Cara Menyiapkan Kakak Menyambut Adik Baru

Gulalives.com, JAKARTA – Memiliki anggota keluarga baru memang menjadi pengalaman yang mendebarkan. Namun tak jarang anak yang lebih tua tak siap menyambut adik bayi, yang bisa dianggap sebagai pesaing dalam mendapatkan kasih sayang ayah ibunya. Adikbaru bukan dinggap sekutu melainkan musuh dalam selimut.

Nah, apa yang bisa dilakukan orangtua untuk membantu anak yang lebih tua menyesuaikan diri dengan kehadiran saudara barunya?

Usia dan perkembangan anak yang lebih tua akan mempengaruhi bagaimana dia bereaksi terhadap kehadiran saudara barunya. Jika anak-anak yang lebih tua biasanya ingin bertemu saudara baru mereka, anak-anak yang masih balita mungkin akan bingung atau marah.

Pertimbangkanlah cara-cara untuk membantu anak menyesuaikan diri. Sebagai contoh:

• Anak yang lebih muda dari usia 2 tahun. Anak kecil mungkin belum sepenuhnya mengerti konsekuensi kehadiran saudara baru mereka. Bicaralah dengan anak anda tentang tambahan anggota keluarga baru di rumah. Perlihatkan buku-buku bergambar tentang bayi dan keluarga.

• Anak-anak usia 2 sampai 4 tahun. Anak-anak pada usia ini mungkin merasa tidak nyaman ketika orangtua membagi perhatian dengan bayi yang baru lahir. Jelaskan pada anak yang lebih tua bahwa bayi cenderung membutuhkan banyak perhatian. Dorong keterlibatan si kakak dengan membawanya berbelanja persediaan bayi atau memperlihatkan barang-barang miliknya yang mungkin akan digunakan oleh si adik.

Bacakan cerita mengenai bayi, saudara dan saudari pada si kakak. Berikan ia boneka sehingga si kakak bisa berpura-pura menjadi pengasuh. Perlihatkan foto-foto ia saat masih bayi sambil menceritakan kisah-kisah tentang anak atau kelahirannya.

• Anak usia sekolah. Anak yang lebih tua mungkin merasa cemburu terhadap banyaknya perhatian yang didapatkan adik bayi. Bicaralah dengan anak tentang kebutuhan bayi. Tunjukkan beberapa keuntungan menjadi anak yang lebih tua, seperti bisa tidur lebih akhir/malam, bisa bermain dengan banyak mainan, dan sebagainya.

Anda mungkin dapat memajang karya seni kakak di kamar bayi atau memintanya untuk membantu merawat si adik bayi. Biarkan dia menggendong bayi di bawah pengawasan Anda.

Terlepas dari usia si kakak, pastikan bahwa ia mendapat perhatian individual dari ibu dan ayah. Jika orangtua mengambil foto atau video, sertakan juga si kakak di dalamnya. Ambil beberapa gambar atau video dia sendiri, dan beberapa foto dia dengan adik bayi.

Pertimbangkan untuk menyiapkan hadiah kecil bagi si kakak, untuk menjaga perasaannya ketika teman-teman atau kerabat anda datang dengan membawa bingkisan untuk si adik bayi.

Kadang si kakak mungkin mencoba mendapatkan perhatian orangtua dengan cara melanggar peraturan, bahkan jika ia harus dihukum. Untuk menghentikan perilaku ini, pujilah si kakak ketika ia berperilaku baik.

Jika orangtua menduga bahwa pelanggaran yang dilakukan anak semata-mata ditujukan untuk mendapatkan perhatian ayah ibunya pertimbangkanlah untuk mengabaikan perilaku tersebut. Hal ini dapat mendorong anak mencari cara yang lebih positif untuk mendapatkan perhatian ayah ibunya.

Perlu diketahui bahwa saudara kandung kadang mengalami kemunduran ketika kedatangan adik bayi, seperti melakukan kesalahan saat pelatihan penggunaan toilet atau minum dari botol, semata untuk mendapatkan perhatian. Tidak perlu hukuman untuk jenis perilaku ini. Sebaliknya, berikan anak lebih banyak cinta dan pengertian, demikian saran dari para ahli pengasuhan anak di Mayoclinic.com. (VW)

 

LEAVE A REPLY