Bulan Merah: Bukti Kebesaran Allah

0
147 views

Gulalives.com, Depok – 28 September 2015 lalu, terjadi fenomena astronomi langka, yakni gerhana bulan merah raksasa. Sayangnya, fenomena tersebut hanya bisa disaksikan di kawasan benua Amerika, Afrika, dan Asia Barat, dan Indonesia tidak termasuk.

Menarik untuk diketahui, gerhana bulan darah raksasa terakhir terjadi di tahun 1982, dan baru akan terjadi lagi tahun 2033. Selain kelangkaannya, gerhana bulan merah darah ternyata menyimpan beberapa fakta yang jarang diketahui publik. Apa saja ya sob? Berikut adalah beberapa fakta tentang Bulan Merah

Gerhana bulan darah tak berbahaya

redmoon

Badan antariksa NASA mengatakan bila gerhana bulan darah Paskah adalah sesuatu yang alami dan tidak berbahaya atau berdampak besar bagi manusia.

“Saat gerhana terjadi, bulan sering terlihat berwarna kemerah-merahan karena sinar matahari yang menimpanya melewati atmosfer bumi. Ketika itu, spektrum warna biru di cahaya matahari tersaring, sehingga yang tersisa hanya warna merah saja. Namun, fenomena ini tidak berbahaya bagi manusia,” ungkap NASA.

Ya, berubahnya warna merah bulan bukan akibat hal-hal berbau mistis, tetapi karena bulan tertimpa bayangan dari Bumi.

Blood Moon Menjadi Supermoon

redmoon1

Di kawasan yang bisa melihat gerhana bulan darah, bulan juga nampak 14 persen lebih besar dari biasanya. Apa yang terjadi?Ternyata, selain bulan purnama yang membuat bulan nampak besar, bulan juga tepat berada di lintasannya yang memiliki jarak paling dekat dengan Bumi. Ingat lintasan bulan berbentuk lonjong.

Menurut Space.com, jarak rata-rata antara bulan dan Bumi sekitar 384.600 kilometer. Nah, saat ‘super blood moon’ terjadi, jaraknya bisa tinggal 363.700 kilometer. Alhasil, tidak hanya 14 persen lebih besar, bulan juga terlihat lebih terang hingga 30 kali lipat

Blood Moon Tidak Berbahaya

redmoon2

Banyak orang yang takut dengan peristiwa alam ini. Padahal sebenarnya, fenomena gerhana bulan darah sama sekali tidak berbahaya. NASA menjelaskan bahwa fenomena alam ini tidak akan berdampak apapun bagi manusia. Warna merah yang terlihat di permukaan bulan tersebut disebabkan oleh pantulan bayangan dari bumi sendiri.

Jadi bagi sobat yang penasaran dengan fenomena ini, bersabarlah dan berdoalah supaya sobat mendapat umur panjang. Pasalnya gerhana bulan darah ini diprediksikan baru akan muncul lagi pada tahun 2033 mendatang.

Senjata Christopher Colombus tipu suku Indian

redmoon4

Tiba di sekitar pulau Jamaika, ketika melakukan ekspedisi keempatnya di benua Amerika, Christopher Colombus menggunakan kemunculan bulan darah atau blood moon untuk menipu suku Indian asli Jamaika.

Saat mengalami masalah dengan penduduk pribumi, Colombus memperingatkan suku asli Jamaika jika Dewa akan marah jika mereka memperlakukan Colombus dan krunya dengan buruk.

Ketika bulan darah muncul, sesuai dengan perkiraan ahli astronominya, suku asli Jamaika langsung berbondong membawakan Colombus makanan. Peristiwa itu terjadi di bulan Februari 1504.

 

Itulah keunikan dan fakta tentang red moon atau Bulan merah yang sobat perlu ketahui ya. Semoga bermanfaat untuk menambah wawasan sobat ya

 

LEAVE A REPLY