budaya jepang
lakenheath.af.mil

Gulalives.com, budaya orang jepang – Banyak turis saat berkunjung ke Jepang merasa kaget dengan tradisinya yang menurut sebagian orang terlalu kaku. Tak heran jika sebagian turis menjadi kikuk dan merasa bersalah karena menjadi pusat perhatian saat melakukan hal yang tak lazim dilakukan warga Jepang. Ingat loh, Jepang adalah negara yang memiliki budaya dan tradisi yang kental. Nah bagi sobat Gulalives ingin berklibur atau berkunjung ke Jepang, sebaiknya pelajairi dulu tradisi di negeri matahari terbit tersebut.

 

 1. Etika Hormat

Membungkuk merupakan hal yang bagi masyarakat Jepang untuk memberi salam atau meminta maaf. Dari saat mereka memasuki sekolah dasar, orang Jepang belajar untuk menghormati orang tua – dan membungkuk adalah bagian dari itu. Seberapa dalam tunduk kepada siapa adalah penting juga. Tunduk pada teman pada diambil sudut 30 derajat sedangkan untuk atasan di tempat kerja atau orang tua dan orang-orang yang di hormati lain nya pada sudut 70 derajat di ikuti dengan tutur bahasa yang sopan. Ketika memanggil orang yang lebih tua harus selalu menambahkan “san”, yang merupakan nama kehormatan untuk mereka.

 

2. Etika melepas sepatu Saat hendak masuk rumah

Kalau sobat Gulalives berkunjung ke restoran, maupun hotel yang terdapat rak sepatu di depannya, itu tandanya pengunjung wajib melepas sepatunya jika ingin masuk ke dalam. Sobat Gulalives harus melepas sepatu kemudian meletakkannya dengan rapih di rak yang telah tersedia. Biasanya akan disediakan sandal rumah yang bisa digunakan di dalam ruangan sebagai penggantinnya.

Sebagian orang Jepang bahkan membawa sendiri sendal mereka. Ada juga sendal lain saat kita hendak masuk ke toilet. Jadi pastikan kita tidak lupa sehingga memakai sendal toilet di dalam rumah.

Namun jika sobat Gulalives mengunjungi restoran atau tempat lainnya yang menggunakan lantai tradisional yang dikenal dengan tatami, para pengunjung tidak boleh menggunakan alas kaki apapun.

 

3. Menuangkan Air Minum

Ada sebuah tradisi yang sudah dilakukan turun temurun di negeri sakura, salah satunya adalah orang Jepang suka menuangkan air teh atau air lainnya ke dalam gelas orang lain. Biasanya aturan ini lebih sering digunakan saat pertemuan bisnis atau bersama orang-orang yang lebih tua. Orang Jepang juga sering mengadakan pesta minum atau biasa disebut nomikai.

Jika orang Jepang telah menuangkan teh atau minumannya ke gelas kita, sebaiknya jangan langsung diminum. tunggu seseorang memberikan aba-aba dengan mengucapkan “kanpai” yang artinya “Cheers” baru sobat Gulalives boleh meminum.

 

  1. Etika di Meja Makan

ketika Kita mengambil tempat duduk di depan meja makan, biasanya pelayan akan memberikan “oshibori” (handuk basah kecil) untuk membersihkan tangan. Etika makan merupakan hal yang ketat di Jepang. Namun yang unik adalah, kalau di budaya Jawa makan itu harus tenang dan hening, tapi kalau di Jepang kita diperbolehkan embaut bunyi saat menyantap makanan. Contohnya seperti menyeruput mie dengan kencang  lalu mengahsilkan bunyi khas itu justru membuat koki atau tuan rumah mengetahui bahwa kalian menikmati makanan buatannya.

 

4. Sumpit

Jika berada di restoran Jepang, umumnya kita diharuskan untuk bisa menggunakan sumpit ketika makan. Orang Jepang menghargai turis asing yang bisa menggunakan sumpit karena mereka pikir, menggunakan sumpit adalah hal yang tidak mudah untuk orang asing. Jadi mereka akan sedikit terkejut jika kita bisa menggunakan sumpit.

 

6. Jangan berjalan sambil makan

ini adalah salah satu aturan paling utama di negeri sakura. Jalan sambil makan dianggap sangat tidak sopan karena sobat sangat mungkin atau bisa saja menumpahkan makanannya kepada orang lain.

Jadi ketika sobat membeli sesuatu untuk dimakan, habiskan di depan tokonya atau cari tempat untuk makan sebelum melanjutkan perjalanan.

 

7. Memberi Tip

Di beberapa negara memberi tip atau uang terima kasih dianggap tidak sopan dan sangat menghina, termasuk di Jepang. Sebagai pengganti uang tip, sobat Gulalives dapat memberi sebuah hadiah kecil yang dianggap lebih sopan. Alangkah baiknya kita telah mempersiapkannya sebelum ke Jepang. Misalnya dengan membeli kerajinan khan Indonesia yang mudah dibawa namun khas dan elegan. Dengan membawa hadiah kecil yang berupa produk khas Indonesia sendiri, kita telah mempromosikan hasil karya anak bangsa sekaligus menghemat. Ingat loh, barang-barang di Jepang bahkan untuk hanya sebuah hadiah kecil, harganya terbilang tidak murah juga.

 

8. Jangan duduk di trotoar

Sobat perlu menyadari ya, jangan mentang-mentang kita dilarang jalan sambil makan, lalu sobat duduk di trotoar. Jangankan sambil makan, duduk-duduk saja di trotoar setelah lelah berjalan atau ingin sejenak beristirahat itu sangat tidak disukai orang Jepang. Masyarakat Jepang sangat tidak menyukai kebiasaan ini karena sobat akan menghalangi jalan dan duduk tidak pada tempatnya.

 

9. Jangan jalan sambil merokok

Di Jepang, merokok ada tempatnya. Banyak rambu-rambu yang menyatakan di lokasi itu dilarang merokok. Bagi orang Jepang, berjalan sambil merokok dapat membahayakan orang lain dan bisa merusak baju atau sesuatu yang mereka bawa.

Jika sobat berada di bandara atau pusat perbelanjaan, biasanya ada ruangan kecil berbentuk kotak untuk merokok, jadi silahkan merokok di dalamnya.

 

 

10. Menyeberang hanya di Zebra Cross

Perhatikan bahwa betapa kecil jalanan di Jepang, akan selalu ada zebra crossnya. Tapi sobat Gulalives jangan langsung menyeberang.  Sobat harus menunggu lampunya hijau baru bisa menyeberang jika tidak, bisa terjadi kecelakaan.

 

11. Jangan berjalan di lintasan sepeda

Penduduk Jepang gemar mengendarai sepeda maka pemerintah menyediakan jalur khusus bersepeda. Jadi jika sobat sedang berjalan, perhatikan tandanya, apakah kita sedang berada di lintasan sepeda atau tidak.

 

12. Bertelepon di kendaraan umum

Jika anda sering melakukan kebiasaan berbicara melalui telepon di dalam kendaraan umum seperti di gerbong kereta atau bis kota, sebaiknya  Jangan melakukan hal itu di Jepang.  Berbicara melalui telepon di dalam gerbong kereta dianggap tidak sopan dan dianggap menimbulkan kebisingan. Biasanya mayoritas orang Jepang yang ada di sekitar kejadian akan memperlihatkan respon terganggu jika ada yang melakukan hal tesebut.

Orang Jepang tidak suka mengganggu ketertiban dan keharmonisan suatu kelompok. Jadi perilaku seperti membuang ingus di depan orang lain, makan makanan disaat acara khusus dianggap sebagai suatu perilaku yang buruk di Jepang.

 

13. Jangan berjalan sambil menggunakan telepon

Peraturan yang satu ini termasuk masih baru karena terbukti mengakibatkan banyak kecelakaan. Sebenarnya aturan ini harus diterapkan di seluruh dunia tidak hanya di Jepang . Saat ini banyak orang tak berkonsentrasi saat berjalan karena begitu kecanduan pada smartphone.

Jadi bagi sobat Gulalives, sebaiknya berhati-hati saat berjalan. Jika harus segera menggunakan smartphone anda, Setidaknya carilah tempat untuk berhenti sebelum melanjutkan perjalanan

 

14. Jangan berfoto di tengah jalan

Aksi berfoto ria di jalan sering terlihat di persimpangan Shibuya dan menjadi trend untuk upload status di Instagram dan Facebook.  Ketika lampu lalu lintas hijau menyala, tak jarang yang ingin berhenti di tengah jalan lalu berfoto karena mereka pikir itu adalah lokasi yang memiliki latar belakang foto yang bagus.

Seringnya, orang Jepang akan marah jika melihat hal itu dan kadang kala mereka mengeluarkan kata kasar karena menganggap kita tidak mengetahui sopan santun.

Jika ingin sekali berfoto di sana, sebaiknya sobat bisa mengambil foto di saat menunggu lampu lalu lintas menyala hijau. Tapi tolong ya, jangan di tengah jalan. Di samping sangat berbahaya juga bikin malu nama baik bangsa.

 

15. Buang sampah pada tempatnya dan di kategori yang tepat!

Sebagian orang sudah tahu bahwa di Jepang tidak banyak terdapat tong sampah di pinggir jalan. Itu karena mereka ingin membuat lingkungannya indah dan mengurangi perbuatan kriminal.

Walaupun di Jepang mereka tidak memiliki banyak tempat sampah tapi masyarakatnya tetap menjaga kebersihan dengan baik. Di mata orang Jepang berlaku aturan: sampahmu adalah sampah milikmu, jangan dibuang sembarang tempat. Bahkan jika itu kotoran peliharaanmu, harus tetap kalian simpan dan bawa pulang untuk dimasukkan ke tempat sampah milikmu di rumah.

Nah selain itu, sobat Gulalives juga harus membuang sampah sesuai dengan warna tong sampahnya. Jepang mempunyai sistem pengolahan yang memisahkan sampah menjadi beberapa tipe : sampah yang bisa dibakar dan tidak, botol kaca, botol plastik, kaleng, daur ulang, dan lainnya. Petugas sampah dari kotamadya akan mengumpulkan tipe sampah yang berbeda tiap harinya.

 

16. Tepat waktu

Orang Jepang terkenal sangat menghargai waktu. Selain menghagai waktu, orang Jepang sangat disiplin dalam mengerjakan apa saja.

Nah jika sobat Gulalives memilki janji dengan orang Jepang, maka datanglah tepat waktu. Selain itu, kenakan pakaian yang sesuai dengan situasi dan kondisi.

 

  1. Masker Muka

Di Jepang kita akan melihat banyak orang memakai masker muka, terutama saat musim gugur dan musim dingin. Masker itu membantu mereka supaya tidak sakit terkena udara dingin juga menghalau udara bagi sebagian orang yang memiliki masalah alergi. Jadi masker ini cukup penting digunakan saat berada di Jepang. Sobat Gulalives mau mencobanya?

 

  1. Berbahasa Inggris

Mayoritas orang Jepang berpendapat orang asing tidak bisa berbahasa Jepang atau mungkin hanya tahu sedikit bahasa Jepang. Jadi sebagian masyarakat Jepang akan berusaha untuk berbicara dalam bahasa Inggris kepada kita. Mungkin akan sedikit sulit dimengerti karena orang Jepang memiliki aksen Jepang yang kuat. Sobat gulalives tak perlu tersinggung karena mereka hanya berusaha untuk menjadi rendah hati dan mencoba untuk bersikap sopan. Tapi juga mungkin sebagian orang tidak akan menggubris kita karena mereka terlalu sibuk dengan urusannya masing-masing.

 

  1. Pemandian umum

Ada banyak spa dan pemandian umum di kota-kota dan daerah pedesaan di Jepang. Gaya mandi Jepang berbeda dengan di Barat atau di Indonesia. Pertama-tama, sobat Gulalives harus mencuci bagian tubuh kita sebelum masuk ke bak mandi untuk berendam. Pemandian umum “sento” adalah tempat yang tepat untuk bersantai. Tentu saja sobat juga harus terbiasa bertelanjang di depan orang lain. Kalau tidak sreg atau malu, ya lebih baik hindari saja berendam di pemandian umum.

 

  1. Hindari Penggunaan Angka 4 (empat)

Di Jepang angka 4 adalah angka sial. Berbeda dengan kepercayaan orang Barat yang mengangap angka 13 adalah angka sial. Sobat Gulalive yang ingin memberi sesuatu kepada orang Jepang sebaiknya menghindari adanya unsur angka 4.

 

Nah Itulah beberapa tradisi dan aturan yang ada dan masih berlaku di Jepang. Sobat Gulalives yang ingin berkunjung ke Jepang ada baiknya mempelajari tradisi dan kebiasaan yang umum dilakukan masyarakat setempat. Sobat Gulalives tentunya tidak mau menimbulkan atau meninggalkan kesan negatif khan saat berkunjung ke Jepang. Apalagi yang kita temui dan kunjungi di Jepang adalah mitra bisnis penting, orang yang kita hormati atau sahabat dekat yang memiliki hubungan khusus dan pribadi dengan kita. Nah jika sudah paham, selamat menikmati keindahan alam, budaya, aneka kuliner dan kecanggihan teknologi yang dimiliki masyarakat Jepang.

 

 

LEAVE A REPLY