Buang Air Besar Berdarah? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

0
181 views
youm7.com

Gulalives.co – Setiap orang memiliki jam tubuhnya masing-masing, begitu juga untuk buang air besar. Ada orang yang buang air besar teratur saat pagi hari, ada juga yang tidak. Dan, itu bukan masalah, masalah baru akan terjadi jika seseorang mengalami buang air besar berdarah.

Related image
quora.com

Darah yang keluar bersamaan dengan feses merupakan indikasi penyakit serius dalam sistem pencernaanmu. Jumlah darah yang keluar bersamaan dengan feses pun beragam. Mulai dari sangat sedikit dan hanya bisa diketahui dengan pemeriksaan khusus atau tampak pada tisu saat membersihkan, hingga feses yang berwarna gelap bahkan merah khas darah, hingga membuat badan lemas.

Jadi, kamu perlu mengenali dulu warna darah yang muncul saat buang air besar berdarah. Karena, dengan memperhatikan warna darah yang keluar bersama feses, bisa dikaitkan dengan lokasi perdarahan yang terjadi di saluran cerna. Pada perdarahan yang terjadi di sekitar anus, maka buang air besar berdarah cenderung akan berwarna cerah.

Sementara, apabila perdarahan terjadi di usus besar maka feses akan memiliki warna merah tua. Dan yang terakhir, jika perdarahan terjadi pada usus kecil, lambung, dan saluran cerna bagian atas lainnya, maka efek yang ditimbulkan adalah warna merah kehitaman pada feses. Lantas, apa saja kemungkinan yang menjadi penyebab buang air besar berdarah?

Kolitis

Kolitis merupakan peradangan usus. Penyebab buang air besar berdarah yang paling umum terjadi adalah yang disebabkan oleh infeksi atau peradangan pada usus.

Wasir

Penyakit ini dapat disebut juga dengan hemoroid atau ambeien, yakni pembesaran pembuluh darah vena yang menjadi rapuh pada daerah rektum (sisi dalam dari anus), sehingga membuat buang air besar berdarah. Proses pembuangan ini pun dapat disertai dengan rasa sakit. Biasanya, darah bisa sampai menetes setelah feses keluar.

Baca Juga: Ambeien, Jangan Khawatir! Segera Obati Pakai Ramuan Herbal Ini

Divertikulum

Divertikula adalah tonjolan berbentuk kantung kecil pada lapisan usus bawah. Biasanya divertikula ini jarang menimbulkan masalah, tetapi ada kalanya terjadi perdarahan atau infeksi dari penyakit ini.

Angiodysplasia

Terjadinya pembuluh darah abnormal pada saluran pencernaan dapat menyebabkan pendarahan, tetapi tidak menimbulkan rasa sakit. Angiodysplasia adalah yang biasa terjadi pada lansia.

Anal Fissure

Kondisi kulit anus yang robek, bisa menyakitkan karena kulit tersebut sangat sensitif. Biasanya darah yang keluar warnanya merah terang. Namun, kamu tidak perlu khawatir karena perdarahan ini akan cepat berhenti, dan sembuh sendiri dalam beberapa pekan. Penyakit ini juga memungkinkan kamu merasakan ingin terus buang air besar, meski usus sudah kosong.

Tukak Lambung

Penyakit ini menyebabkan luka pada lapisan lambung atau duodenum (ujung atas usus kecil). Beberapa hal yang menyebabkan ini terjadi adalah infeksi akibat bakteri Helicobacter pylori. Namun tidak hanya karena itu saja, konsumsi obat-obatan tertentu semisal obat anti radang, aspirin, ibuprofen, dan naproxen dengan dosis tinggi juga mampu menyebabkan tukak lambung.

Fistula Ani

Fistula ani adalah penyakit akibat terbentuknya saluran kecil antara akhiran usus atau anus sampai kulit di sekitarnya. Hal ini menyebabkan rasa sakit dan buang air besar berdarah.

Polip Usus

Polip merupakan kutil jinak yang dapat tumbuh dan menjadi kanker. Adanya polip pada usus dapat menyebabkan keluarnya darah ketika buang air besar, tapi kadang juga tidak ada gejala yang terlihat.

Kanker Usus

Gejala paling umum yang menandakan kamu mengalami kanker usus adalah perdarahan pada dubur. Hal ini pun biasanya terjadi pada stadium awal. Namun, penyakit ini akan lebih mudah disembuhkan jika sedari awal kamu segera memeriksakannya ke dokter.

Penyakit Menular Seksual

Melakukan seks anal dapat berisiko terkena penyakit menular seksual. Gejala yang ditimbulkan salah satunya bisa berupa perdarahan dari rektum, atau buang air besar berdarah.

Lantas, bagaimana cara mendiagnosis penyebab buang air besar berdarah?

Related image
obatambeienalami.net
  • Nasogastric lavage. Tes ini akan memberi tahu dokter apakah perdarahan ada di bagian atas atau bawah saluran pencernaan. Prosedurnya adalah mengambil isi lambung melalui tabung yang dimasukkan ke dalam lambung melalui hidung.
  • Esophagogastroduodenoscopy (EGD). Prosedur yang dilakukan adalah dengan memasukkan endoskopi (atau tabung dengan kamera kecil). Cara ini dilakukan melalui mulut ke kerongkongan sampai pada lambung dan duodenum.
  • Kolonoskopi. Prosedurnya hampir sama dengan EGD, namun tabung dimasukkan melalui rektum untuk melihat usus besar.
  • Enteroscopy. Hampir sama seperti kolonoskopi, hanya yang diuji adalah usus kecil.
    Masih banyak berbagai prosedur lainnya seperti laparotomy (dengan prosedur operasi) dan angiography (dengan injeksi)

Dan, cara untuk mengobati buang air besar berdarah, adalah:

Ada beberapa teknik yang akan dokter gunakan dalam menghentikan perdarahan akut. Sering kali endoskopi dipakai untuk menginjeksikan bahan kimia pada titik perdarahan. Pengobatan sebaiknya dilakukan dengan cara mengobati penyebab untuk menghentikan kambuhnya pendarahan, daripada menghentikan perdarahan saja.

Biasanya pasien juga akan diberi antibiotik atau obat antiperadangan untuk mengatasi kolitis. Operasi mungkin juga dibutuhkan jika penyebab perdarahan adalah adanya polip pada usus. Untuk menghindari buang air besar berdarah, kamu bisa memakan makanan kaya serat untuk mengatasi sembelit yang dapat memicu robeknya anus.

LEAVE A REPLY