Berpelukan Hilangkan Kegalauan dan Bikin Hati Tenang

0
82 views
Berpelukan Hilangkan Kegalauan dan Bikin Hati Tenang
Suami istri berpelukan. (Foto: Shutterstock)

Gulalives.com, SEMARANG – Beberapa waktu lalu, bapak jomblo Indonesia sekaligus walikota Bandung, Ridwan Kamil menyarankan untuk menambah ketenangan, cobalah memeluk suami atau istri sekitar 20 detik, maka hasilnya akan menjadi tenang secara emosi. Pernyataan Ridwan Kamil tersebut benar adanya dan terbukti secara ilmiah.

Sebagaimana dilansir Gulalives.com dari berbagai sumber kesehatan, salah satu manfaat pelukan yang selama ini diketahui orang-orang adalah efek menenangkan secara emosional sehingga bisa menghilangkan kegalauan.

Namun demikian, kita cenderung melupakan sisi lain dari manfaatnya, yaitu keuntungannya dari sisi fisik. Berpelukan ternyata memiliki fungsi yang sama dengan menyusui. Keduanya merupakan kontak antartubuh yang mampu melepaskan hormon oksitosin. Hormon ini dijuluki sebagai hormon pengikat dengan salah satu fungsinya memberikan perasaan akrab antara ibu dan bayi saat proses menyusui.

Nah, setidaknya ada beberapa manfaat berpelukan dengan orang yang kita cintai, yang pertama adalah membantu menurunkan risiko infeksi virus. Menurut sebuah penelitian menunjukkan bahwa berpelukan memiliki efek proteksi terhadap infeksi virus, terutama flu.

Pada penelitian yang sama, bahkan ditemukan bahwa seseorang yang telah terinfeksi virus flu, terlihat memiliki gejala yang tidak terlalu parah apabila mendapatkan pelukan yang lebih sering. Manfaat ini mungkin berasal dari perasaan mendapat dukungan dari keluarga atau pasangan sehingga seseorang merasa terlindungi.

Sehingga, banyaknya pelukan yang diterima seseorang kemungkinan juga mampu mengurangi efek buruk dari stres sebagai salah satu kondisi pemicu infeksi flu. Selain itu, berpelukan diprediksi mampu memberikan sebuah pasangan sebuah hubungan yang lebih harmonis. Hal tersebut mungkin terjadi karena berpelukan membuat tubuh merilis hormon oksitosin.

Pria yang diberikan dosis oksitosin tinggi dalam tubuhnya memiliki kemungkinan berpaling dari pasangannya lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak diberikan hormon tersebut. Dengan kata lain, makin sering berpelukan, maka memungkinkan pasangan lebih saling menyayangi.

Manfaat lain dari berpelukan adalah merasa terlindungi. Banyak bukti yang menunjukkan bahwa orang dewasa yang sering memeluk dan dipeluk saat mereka kecil memiliki tingkat stres yang lebih rendah daripada mereka yang kurang mendapat pelukan saat kecil.

Adapun, sentuhan fisik pada orang dewasa juga diprediksi mampu mengurangi tekanan dalam kehidupan mereka, bahkan meski hanya mendapat sedikit sentuhan.

Selanjutnya, manfaat lain dari pelukan adalah menumbuhkan perasaan positif bagi siapa saja yang melakukannya. Hal ini dikarenakan hormon oksitosin yang dihasilkan selama berpelukan mampu membentuk ikatan intim, saling terikat, dan memupuk kepercayaan. Bisa dikatakan bahwa melalui pelukan, seseorang bisa mendapatkan ikatan sosial dan pengalaman positif dalam kehidupan sehingga mampu merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya.

Sementara, secara kesehatan, berpelukan ternyata baik untuk kesehatan jantung dan meringankan stres. Kesehatan jantung mungkin bisa mendapatkan manfaat positif dari aktivitas berpelukan. Hal ini karena berpelukan diprediksi mampu menurunkan kadar kortisol. Kortisol sendiri akan diproduksi oleh adrenalin ketika seseorang mendapat tekanan alias stres.

Sehingga, sangat dianjurkan, dengan manfaat yang sangat banyak, sesama anggota keluarga membudayakan berpelukan untuk mengekspresikan kasih sayang. Selamat berpelukan. (DP)

LEAVE A REPLY