muslimah.or.id

Gulalives.co – Bertahun-tahun sekolah, dari TK-SD-SMP-SMA dan bahkan sampai kuliah, akhirnya sampai juga kita di lembar hidup “Kerja”, hal yang dulu dilakukan orang tua kita, baik ibu atau bapak. Dulu kita cuma bisa salim dan melihat orang tua kita berangkat kerja, dan tetap gak lupa peluk cium kita pas pulang ke rumah, secapek apa pun mereka.

Related image
bagikandakwah.blogspot.co.id

Sekarang kita yang justru pamit ke mereka untuk berangkat kerja. Kalau dulu kita pengin banget mereka cepat pulang ke rumah, sekarang kita sering banget pulang telat karena habis dari kantor masih ada acara lain sama teman, sahabat, atau pasangan. Pernah mikir gak kalau orang tua kita lagi nunggu kita pulang kerja dengan entah apa yang mereka pikirkan.

Sebenarnya gak ada yang salah kok, kita boleh saja punya acara sama teman, tapi jangan lupa juga kalau orang tua kita juga butuh waktu untuk diajak ngobrol. Ceritain apa saja yang kamu alami dari mulai kerja, bagikan pengalaman yang menyenangkan supaya mereka juga happy karena merasa anaknya sudah ada di tempat yang tepat.

Terus apalagi yang bisa bikin kita happy? Yap! Saat kita mulai bisa menyisihkan sebagian penghasilan kita untuk mereka. Perasaan ini pasti pernah kamu rasain:

1. Bukan Jumlahnya, Melainkan Niatnya

Image result for ngasih duit buat orang tua
ributrukun.com

Sebenarnya, sebagai orang tua, rupiah dari anak bukanlah hal utama yang mereka harapkan. Bahkan ada beberapa orang tua yang sama sekali tidak mengharapkannya. Karena saat mereka melihat kita sudah bisa memenuhi kebutuhan pribadi saja sudah merupakan kebahagiaan untuk mereka. Apalagi kalau kita mulai bisa menyisihkan sedikit untuk mereka? Untuk membawakan makanan kesukaan mereka sepulang kerja, untuk membelikan kebutuhan-kebutuhan mereka di usia senja tanpa perlu diminta. Rasanya pasti membahagiakan untuk kita, dan membanggakan untuk mereka.

2. Berbagi Rezeki

Related image
jamilazzaini.com

Walaupun kita gak akan pernah bisa membalas apa yang sudah mereka berikan di hidup kita, tapi menyisihkan sedikit rezeki untuk mereka adalah kebahagiaan yang gak bisa diutarakan. Rasanya lega banget kalau bisa membuat mereka tersenyum saat kita berikan sedikit rezeki kita. Bukan jumlahnya yang membuat mereka bahagia, tapi perhatian kita. Dengan memberikan mereka sedikit dari apa yang kita dapat, itu membuat mereka berpikir kalau kita selalu mengingat mereka sebagai orang terkasih.

3. Ingin Terus Bisa Memberi

Related image
suaramuhammadiyah.id

Awalnya mungkin kita mikir ” Cukup gak ya?”, tapi begitu kita yakini cukup dan mulai memberi sedikit yang kita punya untuk bapak dan ibu, saat itu juga kita mulai terbiasa dengan ini, bahkan terus berdoa untuk bisa memberi dan memberi lagi. Ada kepuasan tersendiri saat kita bisa berbagi dengan mereka. Rasa lelah kerja sebulan lalu juga hilang seketika saat melihat mereka bangga dan bahagia.

4. Terharu

Related image
tribunnews.com

Perasaan satu ini pasti muncul saat mereka bilang “Makasih ya, Nak”, walaupun kita sama-sama tahu apa yang kita kasih gak akan pernah bisa membalas apa yang mereka berikan selama ini, namun kita pasti merasa terharu saat sedikit hasil keringat kita membuat mereka merasa cukup. Perasaan yang luar biasa.

5. Tanah Suci

Related image
ismaweb.net

Bisa menyisihkan sebagian rezeki saja sudah luar biasa membahagiakan, apalagi kalau bisa menabung sampai akhirnya sukses memberangkatkan mereka naik haji? Ini sih impian hampir setiap anak, ya. Mudah-mudahan lewat tulisan ini juga mengalir doa untuk kita semua, sampai akhirnya impian kita satu ini bisa jadi kenyataan. Aamiin.

Mungkin penghasilan kamu belum seberapa, belum banyak yang bisa kamu tabung untuk masa depan, tapi percaya deh, membahagiakan orang tua, berbagi rezeki dengan mereka, akan membuat rezeki kita jauh lebih mengalir lagi dengan sendirinya. Karena Tuhan tahu benar bagaimana tulusnya kita pada orang tua tercinta, jadi tak ada lagi alasan untuk takut hidup susah sehingga kamu menunda untuk mulai berbagi dengan orang tua. Semoga kita bisa terus membahagiakan orang tua, ya. Aamiin.

LEAVE A REPLY