Berbagai Jenis Pelecehan Seksual yang Harus Kamu Tahu

eltelegrafo.com.ec

Gulalives.co – Dilansir dari Komnas Perempuan, pelecehan seksual bukan hanya tindak pemerkosaan, tapi merujuk pada tindakan bernuansa seksual yang disampaikan melalui kontak fisik pun non-fisik, yang menyasar pada bagian tubuh seksual atau seksualitas seseorang.

Related image
nycofficesuites.com

Siulan, main mata, komentar, atau ucapan bernuansa seksual, mempertunjukkan materi-materi pornografi dan keinginan seksual, colekan atau sentuhan di bagian tubuh, gerakan atau isyarat yang bersifat seksual, sehingga mengakibatkan rasa tidak nyaman, tersinggung, merasa direndahkan martabatnya, dan mungkin hingga menyebabkan masalah kesehatan dan keselamatan, semua masuk ke dalam daftar tindakan pelecehan seksual.

Pelecehan seksual bukan semata-mata segala hal tentang seks. Namun, inti dari masalah ini adalah penyalahgunaan kekuasaan atau otoritas, meskipun pelaku mungkin mencoba untuk meyakinkan korban dan dirinya sendiri, bahwa perilaku pelecehan yang ia lakukan sebenarnya adalah ketertarikan seksual, dan kegiatan romantis semata.

Baca Juga: Cegah Pelecehan Seksual pada Anak dengan Cara-cara Terbaik Berikut Ini

Nyatanya yang ia lakukan sudah masuk ke dalam tindak pelecehan. Banyak dari kita yang berpikir jika pelecehan seksual hanya dilakukan oleh pria terhadap wanita. Namun, ada juga kasus pelecehan yang dilakukan wanita terhadap pria, pun yang dilakukan pada sesama jenis (baik sesama pria pun wanita).

Dan, menurut kategorinya, pelecehan seksual dibagi menjadi 5 jenis, yakni:

  • Pelanggaran seksual: Pelanggaran seksual berat (seperti menyentuh, merasakan, atau meraih secara paksa) atau penyerangan seksual.
  • Pelecehan gender: Pernyataan dan perilaku seksis yang menghina atau merendahkan suatu gender. Contohnya termasuk komentar yang menghina, gambar atau tulisan yang merendahkan, lelucon cabul atau humor tentang seks pun gender pada umumnya.
  • Pemaksaan seksual: Pemaksaan aktivitas seksual atau perilaku terkait seks lainnya dengan ancaman hukuman, yakni seperti evaluasi kerja yang negatif, pencabutan promosi kerja, hingga ancaman pembunuhan.
  • Penyuapan seksual: Permintaan aktivitas seksual atau perilaku terkait seks lainnya dengan janji imbalan. Rencana bisa dilakukan secara terang-terangan atau secara halus.
  • Perilaku menggoda: Perilaku seksual yang menyinggung, tidak pantas, dan tidak diinginkan. Contohnya, termasuk mengulangi ajakan seksual yang tidak diinginkan, memaksa untuk makan malam, minum, atau kencan, mengirimkan surat dan panggilan telepon yang tidak mengenal henti, serta ajakan lainnya, meski sudah ditolak.

Sementara, berdasarkan perilakunya, pelecehan seksual dibagi menjadi 10 jenis, yakni:

  • Komentar seksual tentang tubuh seseorang
  • Ajakan seksual
  • Sentuhan seksual
  • Grafiti seksual
  • Isyarat seksual
  • Lelucon kotor berbau seksual
  • Menyebarkan rumor tentang aktivitas seksual orang lain
  • Menyentuh diri sendiri secara seksual di depan orang lain
  • Berbicara tentang kegiatan seksual sendiri di depan orang lain
  • Menampilkan gambar, cerita, atau benda seksual

Lantas, apa yang harus kita lakukan jika merasa dilecehkan?

Tidak ada satu pun cara pasti untuk menanggapi pelecehan. Sebab, tiap situasi bentuknya bisa berbeda-beda, dan hanya kamu yang bisa mengevaluasi masalah dan memutuskan respon terbaik.

Orang di sekelilingmu bisa menawarkan berbagai informasi, saran, dan dukungan, tapi pada akhirnya tetap hanya kamu yang bisa memutuskan, tindakan apa yang paling tepat. Satu-satunya hal yang benar-benar dapat kamu yakini adalah bahwa mengabaikan situasi ini, tidak akan menyebabkan masalahmu hilang begitu saja.

Dan, yang paling penting adalah jangan sesekali menyalahkan diri kamu sendiri atas masalah yang terjadi, karena ini bukan salah kamu. Tempatkan kesalahan pada tempatnya, yakni pada orang yang telah melecehkan kamu.

Menyalahkan diri sendiri dapat menyebabkan depresi, dan hal itu tidak akan membantu kamu dalam menghadapi situasi. Instrospeksi diri memang perlu dilakukan, tapi bukan dengan menyalahkan dirimu sendiri. Berikut beberapa strategi yang bisa kamu lakukan:

  • Mengatakan “tidak” kepada peleceh secara tegas.
  • Beri tahu seseorang atas peristiwa yang menimpamu, jangan menyimpannya sendirian.
  • Karena, dengan berdiam diri, masalahmu tidak akan terselesaikan. Kemungkinan yang dapat membantumu adalah kenyataan kamu bukan satu-satunya korban yang dilecehkan. Maka, berbicara dapat membantu kamu dalam menemukan dukungan dan juga melindungi orang lain, agar tidak menjadi korban selanjutnya.
  • Mencari tahu siapa yang bertanggung jawab untuk menangani pelecehan di daerah atau wilayah tersebut. Hampir semua organisasi memiliki kebijakan untuk kasus pelecehan seksual.
  • Kalau kamu merasa mengalami tekanan psikologis yang parah, maka dianjurkan untuk segera konsultasi dengan psikolog atau terapis profesional, agar kesehatan mentalmu bisa ditangani segera, sebab mereka mengerti masalah yang disebabkan oleh tindak pelecehan seksual.
Related image
digest.bps.org.uk

Jangan diam, kalau kamu masih ragu karena takut, trauma, atau justru tidak mengerti tentang perasaan apa yang kamu alami pasca mengalami pelecehan, kamu bisa mencari sosok yang paling kamu percaya untuk bercerita sedikit demi sedikit, untuk kemudian tidak menutupi sedikit pun fakta yang ada di balik kejadian tersebut. Semangat, dan jangan biarkan hidupmu terhenti karena masalah yang diperbuat oleh orang tidak bertanggung jawab!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here