Berapa Lama Bayi Sebaiknya Tidur Siang?

Gulalives.com, JAKARTA – Kita tahu bahwa tidur siang penting bagi bayi. Selain berfungsi mengembalikan energi bayi, mengoptimalkan tumbuh kembangnya, tidur siang juga memberi jeda bagi orangtua untuk sejenak beristirahat.

Pertanyaan yang kerap muncul dari orangtua adalah,bBerapa lama waktu yang dibutuhkan bayi untuk tidur siang?

Saat usia 2 bulan pertama, jadwal tidur siang bayi sulit diprediksi. Rasa kantuknya bisa muncul dalam interval yang tak beraturan. Dia bisa tidur beberapa menit saja hingga beberapa jam. Anak yang baru lahir biasanya tidur 15-16 jam per hari. Memasuki usia 3 bulan, kebanyakan bayi mulai memiliki siklus tidur bangun yang lebih terprediksi.

“Orangtua perlu memperhitungkan temperamen anak, seberapa aktif dia, dan gaya hidup keluarga anda,” kata Judy Owens, MD, konsultan orangtua serta kepala dokter anak di klinik gangguan tidur di Hasbro Children’s Hospital, Providence.

Owens menyarankan orangtua untuk memperhatikan sinyal seperti mengucek mata, menguap, serta rewel yang menandakan saatnya tidur. “Kebanyakan bayi akan tidur sekitar dua jam setelah bangun di pagi hari. Tidur siang 1-2 jam itu harus dilanjutkan dengan waktu tidur yang sama pada sore atau malam hari,” jelasnya.

Pertanyaannya kemudian, jika sudah memiliki rutinitas malam, yaitu mandi, menyusu, dan membaca buku sebelum tidur, perlukah melakukan rutinitas serupa untuk tidur siang?

Para pakar tetap menilai perlunya tidur siang kendati tidak perlu lama. Membaca buku atau menyanyikan lagu mengantar tidur yang sama saat tidur malam seharusnya cukup untuk membuatnya tidur.

“Orangtua harus menidurkan bayi saat dia mulai mengantuk namun masih terjaga. Biarkan dia rewel dan menangis sedikit. Terlalu membujuk malah akan memperpanjang proses rutinitas tidur ini,” ujar Owens.

Tidak perlu lama juga untuk tidur siang. “Banyak bayi tidur siang hanya 30-45 menit dan itu memang sudah cukup. Anda juga tak perlu khawatir jika dia tidur terlalu banyak. Tak masalah jika bayi anda tidur dua jam penuh. Kuncinya bukan seberapa banyak dia tidur,” kata Marc Weissbluth, MD, profesor pediatrik klinis di Feinberg School of Medicine, Northwestern University, Chicago.

Jauh lebih penting untuk melihat perilaku anak pada pukul 16.00 atau 17.00. Jika dia tetap tenang, manis, dan santai, berarti semua baik-baik saja. Jika tidak, mungkin orangtua perlu mengubah sesuatu dalam jadwal tidurnya. (VW)

LEAVE A REPLY