Berapa Banyak Ibu Bakar Kalori saat Menyusui?

Gulalives.com, JAKARTA – Selain menjadi makanan utama bayi saat
berusia 0-6 bulan, ASI juga membantu ibu menurunkan berat badan secara alami. Seorang ibu yang menyusui bayinya bahkan tidak harus melompat
di atas treadmill untuk menurunkan berat badan pascapersalinan.

Menyusui bayi dengan ASI mampu membakar ratusan kalori per hari,
bahkan tanpa perlu si ibu berusaha keras. Menyusui memiliki manfaat untuk menurunkan berat badan bagi ibu, sehingga amat layak untuk dipertimbangkan.

Menyusui membakar rata-rata 500 kalori per hari, dengan kisaran khas 200-600 kalori yang terbakar sehari. Diperkirakan bahwa produksi 1 oz
(setara 28 gram) ASI membakar 20 kalori.

Studi menunjukkan bahwa ibu menyusui lebih mudah menurunkan berat badan setelah kehamilan daripada ibu yang memberikan anaknya susu
botol, bahkan meskipun ia hanya mengonsumsi lebih sedikit kalori. Ibu yang menyusui secara eksklusif mengalami penurunan lemak lebih banyak di lingkar paha dan di pinggul dibandingkan dengan ibu yang memberikan susu botol.

Bayi yang minum ASI eksklusif rata-rata mendapatkan 25 oz (kira-kira 709 gram) ASI sehari, yang berarti bahwa ibu membakar 500 kalori per hari. Kisaran normal ASI yang diserap bayi usia 1-6 bulan berjumlah 19-32 oz (kira-kira 539 – 907 gram) sehari. Jumlah bervariasi setelah
enam bulan, tergantung pada seberapa banyak makanan padat yang dimakan bayi.

Karena ibu menyusui membakar begitu banyak kalori sehari hanya melalui produksi susu, dia perlu mengikuti diet yang optimal. ibu menyusui harus mengonsumsi dari 1.800 kalori menjadi 2.000 kalori per hari atau
lebih, atau 300 sampai 500 kalori lebih banyak per hari lebih dari
yang dikonsumsi untuk menjaga berat badan sebelum kehamilan.

Secara umum, ibu menyusui harus makan ketika mereka lapar, mereka harus makan diet seimbang, seperti biji-bijian dan sayuran (lebih disukai organik), protein dan lemak sehat. Apapun yang ibu makan akan terkandung dalam ASI, yang akhirnya diminum bayi. Jadi sebisa mungkin
hindari zat pengawet makanan, kontaminan, dan makanan yang diproses,
demikian seperti dilansir eHow.com. (VW/SY)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here