okezone.com

Gulalives.co – Wanita mana yang tidak panik jika ada benjolan pada Miss V? Kita pasti cemas, kan? Benjolan biasanya berisi cairan, udara, dan zat lainnya. Bahkan beberapa benjolan juga memiliki bentuk yang sangat kecil, sehingga tidak bisa dilihat dengan mata telanjang.

Related image
dreamstime.com

Kondisi ini umumnya memang tidak berbahaya pun menyakitkan. Tapi tetap saja kondisi ini harus di tangani dengan tepat. Karena mengalami berbagai gangguan yang muncul di area vagina, seperti benjolan, gatal, iritasi, atau ruam. Sama sekali tidak boleh dianggap remeh!

Benjolan Lunak di Sekitar Bibir Vagina (Kista Kelenjar Bartholin)

Kondisi ini bisa merupakan gejala kista Bartholin atau Bartholinitis. Bartholinitis muncul karena kelenjar keringat di antara kedua bibir vagina tersumbat, sehingga menyebabkan cairan yang semestinya keluar justru kembali ke dalam kelenjar. Menurut Kameelah Phillips, MD., obgyn dari New York, kondisi ini bisa kita tangani dengan mengompres area benjolan dengan air hangat dan menjaga kebersihan.

Umumnya kondisi ini tidak menghasilkan rasa nyeri. Akan tetapi jika cairan di dalam kista terinfeksi dan meradang maka akan terbentuk kumpulan nanah di dalamnya yang bisa terasa nyeri. Dan, bila gejala benjolan pada Miss V disertai dengan sakit yang semakin menjadi, seperti susah berjalan dan buang air kecil, atau demam, lebih baik segera konsultasikan ke dokter.

Bintil atau Jerawat di Vagina

Bintil atau jerawat di area sekitar vagina bisa merupakan gejala syringoma. Namun, bintil atau jerawat ini tak berbahaya, karena biasanya muncul karena tersumbatnya kelenjar keringat. Berbeda dari bartholinitis tadi, bintil syringoma lebih kecil dan biasanya muncul di bagian atas vagina. Untuk menghilangkan syringoma, kamu harus selalu menjaga kebersihan, atau tentunya dengan pengobatan dokter, ya.

Kista Vagina (Kista Inklusi)

Kista vagina biasanya tidak ada gejalanya. Kalaupun ada gejala, hanya berupa pembengkakan kecil di dinding vagina, massa tumor keluar dari liang vagina, atau nyeri saat melakukan hubungan seksual. Kista vagina kadang bisa hilang dengan sendirinya. Kalaupun tidak hilang, maka perlu dilakukan tindakan operasi untuk membuang benjolan pada Miss V.

Setelah operasi, maka kista biasanya tidak akan kambuh. Kista ini sering ditemukan secara tidak sengaja, saat dilakukan pemeriksaan panggul, di mana terlihat atau teraba adanya tumor di dinding vagina.

Biasanya dilakukan biopsi untuk menentukan apakah tumor itu jinak atau ganas. Malah jika lokasi kista dekat dengan kandung kemih, atau salurannya, maka harus dilakukan pemeriksaan rontgen untuk memastikan kedua organ tersebut tidak terkena.

Kista Duktus Gartner

Kista Gartner merupakan salah satu kista yang ada di vagina. Berasal dari sisa saluran saat janin masih dalam masa perkembangan, yang awalnya membesar kemudian menghilang. Tapi kadang kista ini bisa lumayan membesar, sehingga terlihat dari luar vagina.

Kista jenis ini biasanya berkembang di daerah duktus gartner (dinding vagina). Duktus ini biasanya akan menghilang setelah lahiran. Akan tetapi pada beberapa kasus, sebagian duktus ini terisi cairan yang akhirnya berkembang menjadi kista.

Luka Melepuh dan Bernanah

Bila muncul luka melepuh yang disertai nanah, maka mungkin ada bisul yang tumbuh di sekitar vagina kamu. Bisul ini muncul karena metode pencukuran bulu vagina yang kita lakukan, misalnya karena terkena alat cukur yang kita gunakan tumpul. Jadi sebaiknya, jangan pencet bisul yang muncul agar tak memicu iritasi dan membuatnya semakin parah. Dan, segera konsultasikan hal ini pada dokter, jika bisul tak juga hilang dalam 2 minggu.

Kista Mullerian

Jenis umum lainnya dari kista vagina yang terbentuk dari struktur tertinggal ketika bayi berkembang adalah kista mullerian. Benjolan pada Miss V ini bisa tumbuh di mana saja, di dinding vagina dan mereka sering mengandung lendir. Terbentuk dari struktur yang ditinggalkan ketika bayi berkembang.

Noda Berwarna Tak Normal

Noda berwarna lebih gelap atau lebih terang daripada warna kulit normal yang muncul di area vagina merupakan kasus yang sangat jarang terjadi. Namun, bila kita menemukan gejala ini di sekitar atau bagian dalam vagina.

maka perlu waspada akan berbagai gangguan kesehatan serius. Segera konsultasi pada dokter, apalagi jika gejala ini disertai dengan gatal, noda yang semakin banyak, atau bertambah besar. Jangan sampai terlambat.

Pemberian obat untuk benjolan yang muncul di vagina, harus disesuaikan dengan jenis dan penyebab terbentuknya kista. Umumnya benjolan atau kista vagina memang tidak membutuhkan pengobatan, karena akan menghilang dengan sendirinya.

Baca Juga: Ingin ‘Miss V’ Senantiasa Sehat dan Wangi? Konsumsi Makanan Ini!

Tapi obat dan perawatan lainnya bisa digunakan untuk membantu mempercepat dan menghilangkan kista yang bukan tidak mungkin bisa berbahaya. Kamu bisa mengobati benjolan pada Miss V dengan cara:

Berendam Air Hangat

Related image
ncare.ru

Kamu bisa mengatasi benjolan pada Miss V dengan cara berendam di air hangat. Lakukan hal ini sebanyak dua sampai tiga kali dalam sehari, selama empat hari. Biasanya, kista akan mengecil dan cairan yang ada di dalamnya akan pecah dengan sendirinya.

Antibiotik

Related image
metrotvnews.com

Dokter akan meresepkan antibiotik, jika setelah dicek ternyata kista di vagina kamu mengalami infeksi. Dokter juga akan meresepkan antibiotik, jika kamu terdeteksi memiliki infeksi menular seksual. Tapi kalau kumpulan nanah pada benjolan berhasil dikeringkan melalui prosedur lainnya, maka dokter tidak akan memberi kamu antibiotik.

Pembedahan Drainase

Image result for Pembedahan Drainase vagina
kantungherbal.blogspot.co.id

Prosedur drainase kista dapat dilakukan dengan menggunakan bius lokal atau sedasi. Dalam prosedur ini, dokter membuat sayatan kecil di kista, sehingga memungkinkan cairan di dalamnya keluar dan mengering.

Kemudian dokter akan menempatkan tabung karet kecil, atau kateter pada sayatan tersebut. Kateter akan digunakan selama enam minggu untuk menjaga sayatan tetap terbuka, sehingga kista bisa mengering sepenuhnya.

Marsupialisasi

Related image
pacelawfirm.com

Dikutip dari Mayo Clinic, prosedur ini digunakan untuk mengobati kista yang kambuh, dan keberadaannya mengganggu aktivitas sehari-hari. Dokter biasanya akan menempatkan jahitan pada sisi sayatan drainase tadi.

Untuk membuat bukaan yang permanen sepanjang 6 milimeter. Kateter juga akan dimasukkan untuk meningkatkan proses pengeringan selama beberapa hari setelah prosedur, untuk membantu mencegah kambuhnya kembali kista.

Jadi, jangan panik dan jangan menyepelekan juga ya kalau ada benjolan pada Miss V kamu!

LEAVE A REPLY