Ambeien Parah bisa Menyebabkan Kanker Anus?

fascrs.org

Gulalives.co – Rasa sakit pada dubur, gatal, perdarahan, dan perubahan gerakan usus, seperti ukuran tinja yang kecil saat dikeluarkan menjadi peringatan utama kanker anus (kanker dubur). Ambeien sendiri merupakan kelompok menyakitkan akibat pembuluh darah yang meradang di rektum serta anus yang dapat menghasilkan gejala serupa dengan kanker anus. Namun, benarkah ambeien yang parah bisa menjadi penyebab kanker dubur

Related image
digestivediseasescenter.com

Ketahui dulu, ambeien biasanya dihasilkan dari interaksi beberapa faktor, antara lain:

  • Mengejan saat buang air besar,
  • Duduk di toilet untuk waktu yang lama,
  • Kegemukan,
  • Kondisi hamil (rahim yang membesar dapat menekan pembuluh darah terdekat),
  • Diet rendah serat, dan
  • Diare kronis atau sembelit.

Faktor-faktor yang diuraikan di atas menyebabkan gangguan dengan sirkulasi darah ke anus. Hal ini mengakibatkan pembuluh darah jadi membesar dan meradang.

Selain itu, jaringan ikat yang memberikan dukungan ke vena juga bisa melemah dari waktu ke waktu, sehingga memungkinkan vena di anus membesar ke luar. Maka, tak heran jika pada akhirnya menyebabkan ukuran ambeien meningkat seiring bertambahnya usia.

Baca Juga: Tips Duduk Nyaman saat Wasir Kambuh

Meski ambeien bisa diobati dengan menggunakan obat rumahan, tanpa memerlukan pemeriksaan dokter. Namun, beberapa gejala ambeien, apalagi jika sudah mengalami perdarahan dubur, kamu perlu memeriksakan kesehatan.

Karena bukan tidak mungkin ini disebabkan oleh penyakit lain yang serius, seperti kanker usus besar. Jadi, menganggap remeh gejala-gejala ambeien tentu sangat tidak disarankan, ya.

Baca Juga: Ambeien Berdarah? Atasi dengan 8 Cara Ini

Apalagi kalau kamu mendapati darah merah terang sehabis buang air besar atau mengalami perdarahan tanpa sebab disertai nyeri pada anus bersamaan dengan sensasi tekanan, rasa terbakar, dan gatal-gatal.

Maka, hal ini menjadi tanda kamu harus melakukan pemeriksaan lebih lanjut ke dokter. Sebab, saat gejala dapat disebabkan oleh lebih dari satu penyakit, dokter menyebutnya diagnosis banding. Dan berikut lima penyebab berbeda untuk gejala ambeien yang perlu kamu ketahui:

Fisura Anus

Fisura anus dapat menyebabkan nyeri, sensasi terbakar, dan berdarah. Situasi ini dapat terjadi pada usia berapa pun, dan biasanya disebabkan oleh sembelit. Fisura anus bisa hilang dengan perawatan di rumah, seperti yang digunakan untuk ambeien, tapi jika tidak ada perkembangan pasca pengobatan, kamu perlu segera ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan oleh ahli.

Kanker Usus Besar dan Kanker Dubur

Kanker ini dapat terjadi di dekat dubur yang menyebabkan perdarahan dan ketidaknyamanan, mirip dengan gejala wasir. Kedua kanker ini biasanya jarang terjadi sebelum usia 40 tahun. Gejala untuk kanker usus besar, antara lain:

  • Perdarahan persisten,
  • Berubahnya kebiasaan buang air besar atau bentuk pergerakan usus,
  • Nyeri perut bagian bawah, Hingga penurunan berat badan yang tidak terduga.

Kutil Kelamin

Kondisi ini merupakan salah satu dari banyak penyakit menular seksual yang dapat tumbuh di daerah anus, dan menyebabkan gejala perdarahan serta rasa tidak nyaman. Biasanya, kutil kelamin disebabkan oleh human papilloma virus (HPV), dan harus selalu dirawat.

Baca Juga: 4 Jenis Ambeien yang Harus Kamu Tahu

Karena jika tidak dirawat, maka akan terus tumbuh, serta meningkatkan kemungkinan terkena kanker dubur. Klamidia dan gonore (penyakit menular seks lainnya) juga dapat terjadi di daerah anus yang menyebabkan gejala iritasi dan perdarahan.

Penyakit Radang Usus

Menurut Hall, kondisi ini termasuk kolitis ulserativa dan penyakit Crohn, sehingga dapat menyebabkan perdarahan dubur dan ketidaknyamanan. Kedua jenis IBD adalah penyakit jangka panjang yang biasanya dimulai pada saat dewasa muda. Gejala termasuk:

  • Kram,
  • Diare,
  • Penurunan berat badan, dan
  • Demam.

Pruritus Ani

Kondisi ini sering disalahartikan sebagai ambeien, karena menyebabkan gatal dan terbakar di daerah anus. Padahal, sebenarnya jenis ini termasuk dermatitis lokal. Pruritus ani menyebabkan keinginan kuat untuk menggaruk.

Related image
medicalnewstoday.com

Mungkin karena kelembapan terjadi secara berlebihan, atau sensitivitas makanan. Maka, perawatan ini termasuk dengan menjaga area kering, menghindari aktivitas menggosok bagian, dan menggunakan resep salep atau krim.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here