17 Makna Peribahasa ini Pasti Pernah Kamu Alami dalam Hidup

0
6 views
okezone.com

Gulalives.co – Sebenarnya, tiap-tiap kita pasti sudah mulai belajar tentang peribahasa sejak duduk di bangku sekolah, kan? Tapi pernahkah kita berpikir, jika kita bisa belajar tentang kehidupan dari peribahasa-peribahasa yang ada? Seperti 17 peribahasa yang akan Gulalives bahas kali ini, pasti pernah kamu alami, entah dulu, sekarang, pun di hari yang akan datang.

Related image
wowkeren.com

Akal tak sekali tiba

Makna: tak ada suatu usaha yang sekali terus jadi dan sempurna.

Tiap-tiap kesuksesan yang diperoleh orang-orang sukses, tak mungkin hanya mereka jalani sekali. Mereka yang sedang menikmati hidupnya kini adalah mereka yang dulu sempat berkali-kali jatuh, tapi tetap berupaya.

Tidak kalah dengan lelah, maka mereka tak pernah menyerah. Sesuatu yang instan mungkin ada, tapi bertahannya pun tak akan lama. Maka, jangan pernah letih untuk terus menyempurnakan mimpi menjadi nyata, ya!

Anak dipangku dilepaskan, beruk di rimba disusukan

Makna: selalu menyelesaikan/memikirkan urusan orang lain tanpa peduli dengan urusan sendiri.

Peribahasa ini sangat cocok pada kehidupan zaman sekarang. Maknanya bisa kita lihat dari dua sudut pandang berbeda; positif dan negatif. Sisi positifnya adalah kita bisa membantu seseorang menyelesaikan masalah, meski kita pun sedang memiliki rintangan.

Namun, sisi negatifnya adalah kita terlalu sibuk mengkritik hidup orang lain, hingga lupa jika sebenarnya kita pun tidak sempurna.

Air besar batu bersibak

Makna: persaudaraan keluarga menjadi cerai berai apabila terjadi perselisihan

Peribahasa satu ini juga pasti kamu alami dalam hidup. Karena, kita pasti sempat berselisih paham dengan orang lain, begitu juga dengan saudara sendiri. Maka, yang perlu kita ambil sebagai pelajaran adalah jangan sampai perbedaan itu menjadi awal dari perpecahan dalam keluargamu. Ingat, harta yang paling berharga adalah? Keluarga!

Berguru kepalang ajar, bagai bunga kembang tak jadi

Makna: ilmu yang dituntut secara tidak sempurna, tidak akan bermanfaat

Kita bisa ambil contoh saat seseorang ingin melakukan sebuah usaha. Jika ia tidak mempelajari dengan benar apa yang ingin ia jadikan usahanya tersebut, maka bukan tidak mungkin cepat atau lambat ia akan gulung tikar.

Kalau kamu ingin membuat usaha makanan, kamu harus tahu benar apa saja bahan-bahan yang diperlukan, berapa banyak manfaat makanan yang kamu buat untuk orang lain, dan lain sebagainya.

Bagai guna-guna alu sesudah menumbuk dicampakkan

Makna: dihargai sewaktu diperlukan, setelah tidak berguna lagi dibuang

Duh, kamu pernah mengalami yang satu ini? Merasa dicampakkan setelah seseorang tidak lagi membutuhkan bantuanmu? Tidak perlu merasa dimanfaatkan, tidak perlu juga marah apalagi dendam. Cukup jangan posisikan dirimu seperti orang itu, kapanpun dan di manapun kamu berada, ya.

Related image
traveldesign.cz

Berjalan sampai ke batas, berlayar sampai ke pulau

Makna: segala usaha hendaknya sampai kepada maksudnya

Inti dari peribahasa ini kalau kata anak sekarang adalah jangan setengah-setangah. Kalau kamu ingin menjadi seorang penulis, jangan pernah lelah untuk mengasah kemampuanmu, jangan pernah bosan untuk membaca.

Dan, jangan pernah meragukan dirimu sendiri. Percaya jika kamu mampu, meskipun orang lain berkata kamu tak pernah bisa sampai. Kamu bisa buktikan itu nanti, saat kamu sudah berhasil menggapai cita.

Cencaru makan petang

Makna: pekerjaan yang lambat tetapi hasilnya baik

Alon-alon asal kelakon, yakni lebih baik mengerjakan sesuatu dalam waktu yang cukup tapi selesai, daripada menyegerakan pekerjaan tapi tak pernah rampung dengan hasil yang maksimal.

Di alas bagai memengat

Makna: kalau berkata hendaknya jangan asal berkata saja

Kamu pernah asal berkata saat emosi sedang menguasai amarah? Mulai sekarang jangan lagi, ya. Karena, saat emosimu sudah padam, kata-katamu yang mungkin kurang baik itu masih meninggalkan luka di hati orang lain. Kamu tidak ingin jadi ahli dalam menyakiti hati orang lain, kan?

Baca Juga: 5 Langkah Mengatasi Kesepian Agar Hidup Lebih Semangat

Dalam laut boleh ajuk, dalam hati siapa tahu

Makna: apa yang tersembunyi dl hati seseorang tidak dapat kita ketahui

Sebenarnya, yang bisa kita pelajari dari peribahasa satu ini adalah janganlah sibuk menerka isi hati orang lain. Karena kita juga pasti tidak suka kan kalau isi hati kita diterka orang lain?

Saat kamu bermaksud baik, tapi tidak diterima dengan baik, apa yang bisa kamu lakukan selain menerima? Ajarkan mereka yang gemar menerka isi hati orang lain, dengan tidak menerka balik isi hatinya.

Gajah mati meninggalkan gading, orang mati meninggalkan nama

Makna: orang baik akan selalu meninggalkan nama baik, sedangkan orang jahat akan meninggalkan nama buruk

Intinya, kalau kamu ingin dikenang dengan manis, maka jadilah orang baik. Tapi kalau kamu ingin dikenang sebagai penjahat, berlakulah semaumu, sesukamu. Pilih mana?

Related image
safaribookings.com

Ikut hati mati, ikut mata buta

Makna: jika selalu menuruti nafsu akhirnya akan mendapat celaka

Hidup itu mementingkan apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan. Karena, jika kita menuruti tiap-tiap nafsu yang ada, akhirnya hanya akan mengantarkanmu pada celaka tiada guna.

Contoh sederhananya saat kamu berbelanja dan menuruti hawa nafsu, ketika sampai di rumah, kamu pasti menyesali apa-apa saja yang kamu beli, padahal tidak kamu butuhkan. Pernah alami ini?

Laut mana yang tak berombak, bumi mana yang tak ditimpa hujan

Makna: bagaimanapun manusia tidak akan luput dari kekhilafan atau kesalahan

Kuncinya adalah maafkan dirimu sendiri, dan perbaiki. Bukan memaafkan kesalahanmu, tapi mengulanginya lagi dan lagi. Kesalahan itu satu kali, jika lebih? Kebiasaan. Kekhilafan itu satu kali, jika lebih? Kesengajaan.

Tangan mencencang/memetik/menetak, bahu memikul

Makna: siapa yang salah harus menanggung hukuman

Setiap manusia harus siap menanggung hukuman dari kesalahan yang kita perbuat. Sekecil apa pun kesalahan, pasti ada tanggungannya.

Meskipun para koruptor kerap menghindarkan dirinya dari hukuman, akhirat tak akan pernah bisa mereka hindari. Begitu juga dengan kesalahan yang kita buat, harus kita pertanggung jawabkan.

Menegakkan benang basah

Makna: melakukan pekerjaan yang mustahil dapat dilaksanakan

Selama kamu punya niat yang kuat, kamu percaya dengan kemampuan dirimu sendiri, dan tidak lupa untuk berdoa. Maka, tidak ada lagi yang mustahil. Semua mungkin, karena segala hasil akhir tergantung dengan apa yang Tuhan berikan padamu.

Setinggi-tinggi bangau terbang, surutnya ke kubangan

Makna: sejauh-jauh orang merantau, akhimya kembali ke tempat asalnya/kampung halamannya juga

Sejauh apa pun kamu menimba ilmu, sejauh apa pun kamu bekerja. Pasti ada keinginan untuk kembali ke kampung halaman, untuk memajukan keadaan di sana, kan? Kamu mungkin menimba ilmu di negeri orang, tapi setelahnya, kamu pasti ingin menerapkan ilmu bermanfaat yang kamu dapatkan di negerimu sendiri, kan?

Related image
rebanas.com

Tercincang puar bergerak andilau

Makna: jika seseorang dihina, tentu keluarga atau kaumnya akan turut tersinggung juga

Ini adalah situasi yang sedang sering terjadi di Indonesia. Sebenarnya, tidak ada yang salah saat keluarga atau suatu kaum tersinggung jika sesamanya dihina.Maka, yang menjadi catatan adalah bagaimana cara kita bersikap, agar tidak menghina orang lain, sehingga tidak perlu membuat lebih banyak orang yang merasa tersinggung.

Utang emas boleh dibayar, utang budi dibawa mati

Makna: budi baik orang hanya dapat dibalas dengan kebaikan pula

Kebaikan orang lain bisa kamu balas juga dengan kebaikan, tapi keburukan orang lain tidak perlu dibalas, cukup dimaafkan. Ingat selalu kebaikan orang lain terhadapmu, sekecil apa pun. Namun, lupakan perbuatan baikmu pada sesama, biarkan Tuhan yang mengingat dan membalasnya.

LEAVE A REPLY