Begini Cara Menunda Haid Agar Ibadah Haji Lancar

0
240 views

Gulalives.com, JAKARTA – Agar ibadah di Tanah Suci berlangsung lancar tanpa diganggu tamu bulanan, menunda haid umum dilakukan para jemaah haji perempuan yang belum masuk masa menopause. Tindakan ini diambil agar jemaah yang bersangkutan dapat menjalankan ibadah haji seperti thawaf, shalat wajib dan sunah, berdiam diri di masjid serta memegang dan membaca kitab suci Al-Quran.

Ada tiga metode ‘pengaturan’ haid yang bisa dilakukan perempuan agar ibadah di Tanah Suci lancar, yaitu menunda, memajukan haid. dan mengatur haid bagi perempuan yang siklus haidnya tidak teratur.

BIla berencana mengatur haid, konsultasikan ke dokter sesegera mungkin, tidak kurang satu bulan sebelum tanggal keberangkatan. Dokter akan mendeteksi apakah ada kelainan pada organ reproduksi atau kondisi lain yang dapat menimbulkan komplikasi. Selanjutnya, dokter akan memberikan obat pengatur haid yang disesuaikan dengan kondisi kesehatan calon jemaah.

Berikut ini sejumlah cara yang bisa dilakukan agar haid tak datang saat sedang ibadah haji:

1. Menunda haid
Apabila ingin menunda haid, maka dapat menggunakan pil progestogen atau pil kombinasi.
Pil paling ideal mulai digunakan pada hari kedua haid atau selambat-lambatnya 14 hari sebelum hari pertama haid yang ingin ditunda. Pil segera dihentikan setelah penundaan haid tidak lagi diperlukan, dan haid akan datang 2-3 hari setelah pil dihentikan.

2. Memajukan haid
umumnya pada perempuan yang siklus haidnya lebih dari 35 hari. Apabila menggunakan pil progestogen akan dimulai pada hari kelima haid dan dihentikan 3-5 hari sebelum masa haid yang diinginkan. Tapi jika menggunakan pil kombinasi akan dimulai pada hari kedua haid. Cara ini jarang sekali digunakan.

3. Mengatur haid
umumnya menggunakan pil KB atau pil kombinasi, cara ini dapat digunakan pada perempuan yang siklus haidnya tidak teratur. Dan paling baik mulai dikonsumsi 3-6 bulan sebelum tanggal keberangkatan.

Namun, mengatur haid memiliki efek samping, misalnya rasa mual, muntah, sakit kepala, nyeri payudara serta terdapat perdarahan bercak (spot). Kondisi ini tergantung dari sensitivitas orang tersebut terhadap hormon.

Untuk menghindari dan mengatasi perdarahan bercak, hal berikut ini bisa dilakukan:

1. Konsumsilah pil pada saat yang sama setiap hari dan jangan sampai terlupa, karena kalau terlupa bisa menimbulkan bercak darah.
2. Bila terjadi bercak, tambahkan satu pil setiap hari dan kurangi aktivitas sebanyak mungkin.
3. Jika perdarahan tidak berhenti, disarankan untuk mengonsumsi obat yang membantu penghentian darah seperti asam traneksamat.
4. Hentikan tambahan pil satu hari setelah perdarahan bercak berhenti.

Namun sekali lagi, konsultasikan cara mengatur haid ini dengan dokter kebidanan dan kandungan ya, karena kondisi masing-masing orang itu unik. (disarikan dari berbagai sumber/VW/SY)

LEAVE A REPLY