Begini Cara Menandai Emas Asli vs Palsu

0
309
Emas logam mulia

Gulalives.com, JAKARTA – Pernah dengar soal emas palsu? Bukan, ini bukan emas-emasan. Emas palsu merujuk pada emas beneran dengan kadar yang sangat rendah, misal 10 karat atau bahkan kurang. Tidak ada ukuran pasti.

Nah, kita pastinya ingin tahu dong apakah emas yang akan kita beli atau emas yang sudah kita miliki adalah emas asli.  Sekadar saran nih, jika ingin berinvestasi emas pastikan membeli di toko-toko emas dengan sertifikasi yang sudah terkenal/teruji misalkan kalau di Indonesia ya LM emas keluaran Antam (Aneka Tambang) atau dinar keluaran gerai dinar (yang dicetak juga oleh Antam).

Belilah logam mulia di toko tepercaya untuk hindari penipuan. Foto: kabarbisnis
Belilah logam mulia di toko tepercaya untuk hindari penipuan. Foto: kabarbisnis

Dengan sertifikasi tersebut paling tidak kita sudah mendapat garansi awal bahwa emas yang kita beli benar-benar asli sesuai spesifikasi yang ada di sertifikat.

Tetapi jika ingin memeriksa untuk diri sendiri, berikut adalah beberapa cara untuk mengetahui ciri-ciri emas asli atau palsu atau berkarat rendah.

Artikel ini untuk melakukan pengecekan emas secara umum. Silakan simak ya:

Lihat penampakan emas secara kasat mata

Penting mengetahui kadar kemurnian emas saat berinvestasi. Foto: Snapdeal
Penting mengetahui kadar kemurnian emas saat berinvestasi. Foto: Snapdeal

Cara paling mudah yang untuk memeriksa apakah sebuah emas asli atau palsu adalah dengan melihat ciri-ciri visualnya. Amati tanda-tanda tertentu yang merupakan ciri emas murni. Biasanya dalam logam mulia atau perhiasan emas ada cap yang menandakan kadar emas, misal dalam fineness  (1-999 atau 0.1-0.999) atau dalam karat (10K, 14K, 18K, 22K atau 24K).

Jika tulisan terlalu kecil gunakan kaca pembesar untuk mempermudah pengamatan. Tetapi tidak semuanya memiliki cap, misal model-model lama. Dan emas palsu bisa jadi juga memiliki cap karat tersebut agar terlihat asli.

Cara kedua adalah cek perubahan warna. Gosok dengan jari pada bagian-bagian tertentu atau cari bagian yang kira-kira sering mendapat gesekan, misal sekitar tepi logam mulia atau koin emas. Emas palsu akan menampakkan warna logam lain yang berbeda di bawahnya sehingga terlihat warna emas tidak seragam dan bergradasi.

Gigit saja emasnya

Petenis Serena Williams menggigit medali emasnya. Foto: tennisworldusa
Petenis Serena Williams menggigit medali emasnya. Foto: tennisworldusa

Jika kamu melihat di film-film ada orang menggigit emas atau atlet Olimpiade menggigit medali emas yang baru mereka peroleh, hal tersebut lazim dan bukan tanpa tujuan. Gigit emas dengan tekanan yang sedang. Cek apakah emas tersebut terdapat bekas gigitan. Secara teori, jika emas asli maka akan menunjukkan bekas goresan gigi, bekas tersebut semakin dalam jika emasnya adalah murni 24 karat.

Cara mengigit ini tentu bukan tes yang direkomendasikan, karena selain bisa merusak gigi bisa merusak kondisi fisik emas. Dan tentu saja para pemalsu masih bisa menggunakan timah berlapis emas yang juga cukup ‘empuk’ untuk digigit.

Ujilah emas dengan magnet

Ujilah emas dengan mendekatkan magnet padanya. Foto: Wikihow
Ujilah emas dengan mendekatkan magnet padanya. Foto: Wikihow

Ini adalah tes yang mudah meski tidak menentukan pasti bahwa emas benar-benar asli. Minimal kita tahu bahwa emas kita bukan logam besi yang dilapisi emas. Gunakan sebuah magnet yang kuat, jangan gunakan magnet-magnet hias yang digunakan di lemari es. Pegang magnet dan arahkan ke emas.

Emas bukanlah logam magnetik , sehingga jika emas yang kita uji tertarik ke magnet dan menempel bisa dipastikan bahwa emas tersebut palsu. Namun, sekali lagi, uji dengan magnet ini bukan jaminan karena banyak logam lain juga yang non-magnetik yang bisa digunakan sebagai emas palsu.

Uji densitas emas

Sangat jarang logam dengan kepadatan (densitas/massa jenis) melebihi kepadatan emas. Kepadatan emas murni 24K adalah sekitar 19,3 g/ml. Itu jauh melebihi kebanyakan logam lainnya. Mengukur kepadatan emas adalah salah satu cara paling rumit dan paling presisi untuk mengetahui emas asli atau palsu. Sebagai aturan praktis, semakin tinggi kepadatan maka semakin murni emas.

Goreskan emas pada keramik atau kertas

Aneka cincin emas. Foto: stylewishers
Aneka cincin emas. Foto: stylewishers

Ini juga salah satu cara mudah untuk mengetahui apakah emas asli atau palsu. Tetapi perlu diingat untuk menguji ini ada risiko logam mulia emas yang diuji akan tergores. Caranya: Ambil piring keramik polos atau gunakan saja keramik lantai. Goreskan emas ke permukaan keramik. Jika ada goresan hitam pada keramik, berarti emas tersebut palsu tetapi jika tidak ada goresan hitam kemungkinan besar adalah asli.

Selain keramik bisa juga menggunakan emas. Sebagai perbandingan, coba goreskan uang logam lama (bukan yang alumunium) ke kertas, pasti goresan akan berwarna hitam. Tetapi jika emas asli  maka tidak akan ada goresan sama sekali.

Uji emas dengan asam nitrat

Pengujian emas bisa dilakukan dengan asam nitrat. Foto: wikihow
Pengujian emas bisa dilakukan dengan asam nitrat. Foto: wikihow

Istilah lainnya adalah tes asam. Cara ini cukup bagus untuk menguji keaslian emas. Tetapi tes ini memiliki risiko keselamatan dengan cairan asam, jadi harus berhati-hati sekali. Jika tidak untuk bisnis, sebaiknya tes asam ini diserahkan ke toko perhiasan emas saja.  Kamu cukup membayar jasanya.

Cara pengujian tes asam ini sebagai berikut: Letakkan emas pada wadah stainless steel; Beri satu tetes asam nitrat pada emas dan perhatikan reaksi yang dihasilkan; Reaksi warna hijau menunjukkan logam besi berlapis emas; Reaksi emas menunjukkan logam kuningan berlapis emas; Reaksi warna susu menunjukkan logam perak berlapis emas; Jika tidak ada reaksi kemungkinan besar adalah emas asli. (VW/berbagai sumber)

LEAVE A REPLY