Mengapa Bayi Tersenyum saat Tidur?

0
55 views
earthporm.com

Gulalives.co – Banyak mitos yang menyebutkan jika bayi tersenyum saat tidur karena sedang diajak main atau bercanda dengan makhluk halus. Tak jarang hal ini membuat orang tua menjadi takut dan cemas. Padahal, bayi tersenyum saat tidur itu wajar kok, bahkan ada penjelasan ilmiahnya. Lantas, mengapa bayi sering tersenyum saat sudah terlelap?

Related image
greenleafphotostudio.com

Sebenarnya, pada beberapa minggu awal setelah persalinan, senyum yang dimiliki bayi muncul bukan karena mereka merespon sesuatu, pun sedang merasa senang. Hal ini adalah reflek alami yang dimiliki setiap bayi.

Kondisi ini disebut dengan neonatal smiling, yakni ketika bayi baru lahir spontan tersenyum, bukan karena apa pun. Reflek senyum ini sudah dimiliki setiap bayi sejak mereka di dalam rahim, lho. Berasal dari rangsangan bagian subkortikal otak.

Nah, senyum ini juga terjadi begitu saja saat ia sedang terlelap dalam tidurnya. Apalagi, jika bayi sedang mengalami tahapan tidur REM. Pada tahap ini, bayi akan tertidur pulas, dan kegiatan rangsangan otak pun meningkat, termasuk pada bagian subkortikal.

Dan, selama fase tidur rapid eye movement (REM), tubuh bayi mengalami perubahan fisiologis, sehingga mengaktifkan refleks tertentu, salah satunya adalah senyum. Refleks senyum pada bayi yang baru lahir dianggap sebagai naluri kelangsungan hidup dan memberi rasa aman pada dirinya.

Image result for baby smile while sleeping
digidunia.com

Saat tidur, otak bayi tetap mengolah rangsangan, data, dan memori. Sehingga bisa mimpi atau mengigau. Secara refleks, hal ini dapat memengaruhi otot orbikularis okuli pada mata. Akibatnya, meski sedang tidur, otot pipinya akan sedikit terangkat, dan ia terlihat seperti senyum. Padahal, selain tersenyum, saat tidur bayi juga dapat menunjukkan refleks terkejut atau mengisap jari, kan?

Namun, saat berusia 1 bulan, bayi tersenyum saat tidur merupakan cerminan perasaannya, begitu pula saat ia sedang terjaga. Tapi karena penglihatannya masih terbatas, senyumnya belum terarah dengan baik. Seiring dengan penrglihatannya yang semakin jelas, maka ia mulai dapat merespon orangtua dengan senyuman.

Maka itu, wajar jika kamu akan sering melihat bayi tersenyum saat tidur di awal minggu kelahirannya. Namun, seiring bertambahnya usia, respon senyum ini akan berkurang. Jika bayi sudah memasuki usia 2 bulan, maka senyum yang dimilikinya tidak lagi spontan yang berasal dari rangsangan otak. Bayi akan mulai tersenyum berdasarkan respon berbagai hal yang ia lihat, tentu saja senyum tersebut hasil berkaitan dengan emosionalnya.

Pada usia ini, otak bayi akan berkembang, pengelihatannya mulai membaik, dan mulai mengenali wajah orang di sekitarnya. Bayi juga akan menanggapi rangsangan suara yang muncul, seperti suara ibu, ayah, binatang, atau mainannya. Tanggapan yang diberikan bayi ini kerap kali berupa senyuman.

Baca Juga: Dampak yang Terjadi pada Janin Jika Ibu Hamil Menangis

Saat bayi memasuki usia 5-6 bulan, mereka memiliki berbagai bentuk senyuman dan tawa, serta menunjukan emosinya, yakni bahagia, senang, dan ketertarikan akan suatu hal. Dan, saat memasuki usia 7-8 bulan, bayi semakin aktif berinteraksi, bukan hanya memberikan respon berupa senyuman, bayi mulai banyak memberikan respon audio, dengan mengeluarkan suara kecilnya sambil tersenyum.

Senyum adalah salah satu tanda dari perkembangan anak kita. Karena, bayi yang tersenyum menandakan bahwa ia sudah mengalami perkembangan emosional serta mampu melihat secara jelas apa yang ada pada lingkungan sekitarnya.

Maka itu, jika si kecil sudah berusia di atas dua bulan, tapi tak kunjung menunjukkan senyumnya, kamu perlu khawatir. Mungkin saja hal ini menandakan adanya gangguan pada perkembangan si kecil. Untuk mengetahui kondisinya secara pasti, konsultasi dengan dokter anak adalah jalan terbaik.

Image result for baby smile while sleeping
motherandbaby.co.uk

Selain bayi tersenyum saat tidur, ia juga bisa berteriak atau menangis saat tidur. Hal ini juga normal dan wajar, karena merupakan bentuk ekspresi atau pikirannya di alam mimpi. Namun, orangtua juga perlu sesekali memeriksa, apakah anak menangis hanya karena mimpi, atau popoknya sudah penuh, merasa gerah, digigit nyamuk, pun gangguan lainnya.

Jadi, mulai sekarang sudah tahu kan kenapa bayi tersenyum saat tidur?

LEAVE A REPLY