Batu Ginjal, Penyakit yang Tidak bisa Disepelekan

0
116 views
twitter.com

Gulalives.co – Batu di ginjal adalah endapan keras yang terbentuk dari zat yang ada pada air kencing. Prosesnya disebut nephrolithiasis. Penyakit batu ginjal atau kencing batu ini biasanya berukuran sangat kecil, atau bisa mencapai sekitar beberapa inci.

Related image
hellosehat.com

Ukuran batu yang lebih besar yang mengisi saluran yang membawa kencing dari ginjal ke kandung kemih disebut batu staghorn. Penyakit batu ginjal atau kencing batu biasanya menyerang orang yang berusia di atas 40 tahun. Namun, tidak menutup kemungkinan untuk kamu yang masih di bawah usia tersebut.

Baca Juga: Tidak Pernah Pakai Narkoba, tapi Hasil Tes Positif? Ini Penyebabnya!

Seperti apa yang sudah dibagikan oleh dr. Gia Pratama pada akun twitter pribadinya. Ia berhasil menyadarkan banyak orang yang sebelumnya cuek dengan apa yang mereka makan dan minum. Simak penjelasan dr. Gia Pratama di sini:

“Ginjal, itu salah satu organ tercanggih yang kita punya. Sekarang coba teman-teman kepalkan tangan, nah sebesar itulah kira-kira ginjal kita, bayangkan, untuk menggantikan salah satu tugasnya yakni mencuci darah, mesin penggantinya itu sebesar kulkas.

Saya butuh imajinasi teman-teman nih. Teman-teman lagi di dapur, di depan bak cuci piring yang penuh sama piring-piring, panci-panci, gelas berbeda-beda ukuran yang kotor semua, isinya bekas makanan dan minuman, apa yang akan pertama-tama teman-teman lakukan? Pasti menyalakan air, kan? Terus apalagi?

Related image
colourbox.dk

Betul semua jawabannya. Ambil sponge, ambil satu per satu piringnya, lalu gosok bergantian, kalau ada benda berharga di situ, misalnya cincin kawin yang masuk ke dalam gelas, pasti kita ambil dan meletakkannya lagi ke tempatnya. Terus begitu sampai piring-piring, panci-panci, gelas-gelas, dan lain-lain yang sudah bersih, kembali ke raknya.

Related image
hellosehat.com

Nah, Piring-piring dan lain-lain itu adalah sel-sel darah merah kita, yang kotor setelah mengangkut makanan. Sementara air kran itu adalah air yang kita minum. Cincin kawin itu adalah protein dan benda-benda lain yang masih dibutuhkan tubuh. Tangan kita adalah Nephron. Dan, teman-teman tahu berapa jumlah “tangan” ginjal? 1 juta per ginjal!

Setelah teman-teman mencuci semua piring dari segala kotorannya itu, ke mana air bekas cucian itu pergi? Ke pembuangan, kan? Nah, pada Ginjal, air kotor bekas cucian itulah yang kita sebut dengan Urin. Jadi, ginjal kita pasti bingung kalau kita meminum urin, kalau ginjal bisa bicara, dia pasti akan mengatakan “ini kan sudah saya buang!”

Jadi, setelah membaca ilustrasi tadi, kita pasti sadar bahwa apa pun yang kita makan dan dibawa oleh darah, akan menjadi krusial. Begitu juga dengan apa pun yang kita minum dan jumlahnya, juga menjadi krusial. Karena, bisa membentuk endapan yang berkumpul, dan mengganggu proses pencucian. Begitu juga dengan proses terjadinya batu ginjal.

Related image
tipsrawatrumah.com

Tidak pernah ada batu ginjal yang muncul langsung dengan ukuran besar, semua berawal dari endapan, menjadi sedimen, kemudian menjadi butiran pasir, lalu berkumpul menjadi batu. Maka, butuh waktu beberapa bulan bahkan tahun, untuk bisa memunculkan gejala. Saat sudah muncul, sakitnya akan seperti ditusuk dari belakang, kemudian diputar pisaunya.

Gejala lainnya adalah warna pipis yang memerah karena darah, batu-batu itu kadang tajam, bisa melukai dinding sistem kemih kita, bisa juga menyayat ureter, kandung kemih, hingga dinding dalam uretra penis (untuk laki-laki). Saya pernah mengambil batu yang sudah sampai di kepala penis pasien, menggunakan pinset. Ngilu sekali!

Lantas, bagaimana terapinya? Kalau ukurannya masih sangat kecil, bisa dicoba menggunakan obat tablet untuk menghancurkan bebatuan itu, tapi kalau sudah cukup besar, maka akan menggunakan SWL namanya, untuk ditembak dari dinding perut. Kemudian pecah menjadi kecil-kecil, hingga bisa keluar melalui buang air kecil.

Cara lainnya yakni dengan memasukkan kamera ke dalam sana, nantinya kamera ini akan dilengkapi dengan “tentakel” penjepit, untuk mengambil batu tersebut.

Pilihan berikutnya sebelum opsi operasi besar adalah PCNL, yakni dari punggung akan dibolongi kira-kira satu setengah centi, kemudian masukkan alat yang sudah menembus ke ginjal pasien, untuk menghancurkan dan menyedot batunya. Jika opsi ini gagal, maka operasi besar dengan membuka perut adalah jalan terakhir.

Apa saja komplikasi dari batu ginjal? Paling sering terjadi adalah bengkak ginjal, karena urin terbendung, hingga menjadi gagal ginjal akut. Zat-zat racun hasil metabolisme yang harusnya terbuang seperti ureum dan kreatinin, justru kembali ke darah. Seperti mobil yang knalpotnya disumbat, kebayang kan? Lantas, siapa saja yang bisa terkena batu ginjal? Sejak usia di atas 19 tahun, risikonya mulai meningkat.

Lantas, bagaimana cara mencegahnya? Prinsipnya, sedimen itu terbentuk secara terus-menerus, kalau ada “bahan baku” nya. Apakah berhasil berkumpul menjadi batu? Semua tergantung dari derasnya urin kita, yang ditentukan oleh jumlah air putih yang kita minum. Jadi, sering kali dehidrasi dan menahan pipis itu menjadi faktor peningkat risiko.

Salah satu batu yang sering terbentuk adalah batu struvite, yakni batu yang terbentuk dari gumpalan infeksi saluran kemih, yang bisa disebabkan dari hubungan intim yang berganti-ganti pasangan. Jadi, buat teman-teman, saya kembali ingatkan, untuk selalu safe sex. And the safest sex is sex with only one partner. Pasangan halal kalian masing-masing. Upayakan juga untuk selalu minum air putih, jumlahnya 40 cc/kgBB (berat badan teman-teman, dikali dengan 40cc). Itu harus masuk ke dalam 24 jam.

Kurangi juga konsumsi soda, teh, kopi, sirup, dan lain sebagainya. Kurangi juga asupan garam dan segala makanan yang asin-asin, serta konsumsi daging merah. Kamu justru dianjurkan untuk mengonsumsi buah-buahan yang mengandung banyak air. Namun, cabai tidak termasuk, ya.

Jadi, teman-teman, 24 jam dalam sehari, 7 hari dalam seminggu, nonstop dua ginjal kita kerja keras untuk mencuci darah kita, agar kita tetap fresh dan bebas dari racun. Alangkah lebih baiknya kita menyayangi mereka (ginjal kita), dengan peduli apa yang kita makan dan minum. Now, lets give a big round of applause to our two cleaning heroes!”

Sayangi ginjalmu, sebelum terlambat!

LEAVE A REPLY