Banjir Bandang Terjang Aceh Tenggara, Rumah Rusak dan Hanyut

Gulalives.co – Banjir bandang sejak 24 November 2018 lalu, menerjang tiga desa di Kabupaten Aceh Tenggara, dan mengakibatkan beberapa rumah rusak berat, ada pula yang hanyut, dan dua jembatan tersumbat material banjir.

Related image
acehkita.com

“Banjir bandang lagi di Aceh Tenggara (30/11), dan kali ini tiga desa, yakni Natam Baru, Kayu Metangur, dan Natam Lama di Kecamatan Badar,” ucap Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) Teuku Ahmad Dadek di Banda Aceh, Sabtu, 1 Desember 2018.

Banjir bandang dan tanah longsor terjadi di tiga kecamatan, yakni di Ketambe, Badar, Lauser di Aceh Tenggara, Sabtu (24/11), dan Senin (26/11). Kedua bencana itu telah merusak 60 rumah, satu jembatan, dan jalan lintas nasional, hingga menyebabkan 1.225 warga terdampak, serta 216 jiwa atau 47 keluarga terpaksa mengungsi.

Dadek merinci total 20 rumah yang rusak, 17 unit di antaranya berada di Natam Baru, berikut masjid, satu jembatan, dan Daerah Aliran Sungai (DAS) Menderung tertimbun material banjir. Sementara di Kayu Metangur, tiga rumah hanyut terbawa air, dan di Natam Lama terdapat satu jembatan sepanjang 40 meter tersumbat material banjir.

Baca Juga: Pulihkan Kelistrikan Palu dan Donggala, PLN Kirim 216 Personil Tambahan

Sedikitnya 52 keluarga yang merupakan warga Dusun Lawe Menderung, Kecamatan Natam Baru mengungsi ke Madrasah Tsanawiyah Darul Hasanah di desa setempat. Ia menjelaskan banjir bandang dan tanah longsor di wilayah Aceh Tenggara terjadi akibat hujan dengan intensitas lebat secara terus menerus dalam sepekan terakhir.

“Alat berat sudah kita turunkan dan sedang melakukan pembersihan di areal jembatan Sungai Menderung dan badan jalan. Selain itu, kita juga sudah mendirikan tenda pengungsi dan berkoordinasi untuk mendirikan dapur umum,” tutur Dadek.

“Petugas sudah mendirikan tenda pengungsi dan berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk membangun dapur umum, menyediakan makan siang untuk para pengungsi dan relawan,” kata Dadek.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) setempat menyatakan secara umum wilayah Aceh telah masuk puncak musim hujan hingga awal 2019.

“Wilayah di Aceh telah memasuki musim penghujan. Mulai November, sampai Januari 2019,” ujar Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Blang Bintang Zakaria Ahmad.

Image result for banjir bandang aceh 2018
pusatkrisis.kemkes.go.id

“Belasan rumah hanyut dan rusak akibat diterjang banjir bandang. Air tiba-tiba datang dan menghantam rumah penduduk. Arus transportasi Agara, Gayo Lues menuju Sumatera Utara terganggu karena air bebatuan tergenang di jalan raya,” ujar Penghulu Kute Natam Baru, Rudi, Jumat malam, 30 November 2018.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here