4 Masalah Kesehatan Jika Kamu Makan Terlalu Cepat

lifealth.com

Gulalives.co – Kamu salah satu orang yang terbiasa dengan pola makan terlalu cepat? Atau kamu bisa menghabiskan makanan saat penganan teman semeja baru habis setengah porsinya? Tahukah kamu jika selain bisa membuatmu tersedak, ada bahaya lain yang mengintai kesehatan kalau kebiasaan makan terlalu cepat ini terus kamu lakukan? Simak pembahasan Gulalives kali ini!

Related image
verywellhealth.com

Asam Lambung Naik

Makan terlalu cepat akan memicu refluks asam lambung (asam lambung naik). Karena makanan yang dimakan, akan dengan cepat pula masuk ke lambung dalam jumlah besar.

Akibatnya, asam dari lambung mengalir naik ke kerongkongan, hingga menyebabkan sensasi terbakar atau perih. Jika kebiasaan ini dibiarkan terus-menerus, maka kamu akan mengalami berbagai komplikasi seperti:

  • Mulas,
  • Mual,
  • Sakit perut, dan
  • Kesulitan menelan.

Diabetes

Sebuah penelitian di Lithuania pada tahun 2012 menemukan fakta bahwa diabetes menjadi salah satu masalah yang bisa terjadi saat pengidapnya terbiasa makan terlalu cepat. Ketika makan terlalu cepat, seseorang akan cenderung sulit merasa kenyang.

Tanpa sadar, kamu akan makan dengan kalap tanpa terkendali. Selain itu, makan dengan cepat juga membuat adanya kenaikan glukosa dengan jumlah besar dalam satu waktu. Akibatnya, kamu akan sangat rentan mengalami resistensi insulin.

Resistensi insulin adalah kondisi saat sel-sel di dalam tubuh tidak merespon secara efektif terhadap hormon insulin. Dan tubuh tidak mampu mengendalikan kadar gula darahnya.

Baca Juga: 7 Makanan Kekinian yang bisa Memicu Diabetes

Masalah Jantung

Makan terlalu cepat juga dapat menimbulkan masalah pada jantung. Bukti ini ditemukan oleh Dr. Takayuki Yamaji, seorang ahli jantung dari Hiroshima University, Jepang. Pernyataan ini ia kemukakan bukan tanpa bukti.

Sebab, Yamaji telah meneliti lebih dari 1.000 peserta selama 5 tahun. Para peserta ini dibagi menjadi 3 kelompok berdasarkan kecepatan makan. Mulai dari lambat, normal, hingga cepat. Hasilnya? Kelompok yang makan dengan cepat memiliki risiko penyakit sindrom metabolik yang meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

Baca Juga: Mengulas Obesitas dan Gizi Buruk yang Tak Asing Menjerat Anak di Negeri Ini

Obesitas

Jika kamu menelan makanan terlalu cepat, tubuh tidak dapat mengenali perasaan kenyang seperti biasanya. Akibatnya, asupan kalori pun akan lebih tinggi dari yang dibutuhkan.

Related image
medicalxpress.com

Sementara, saat kamu makan secara perlahan, maka otak memiliki cukup waktu untuk menerima sinyal rasa kenyang. Hal ini membuat kamu akan berhenti makan begitu perut terasa penuh. Jadi, biasakan untuk tidak lagi makan terlalu cepat, jika kamu tidak ingin mengalami obesitas, atau risiko kesehatan lainnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here