4 Bahaya yang Tersimpan di Balik Perut Buncit

0
6 views
abcnews.go.com

Gulalives.co – Jika dulu memiliki perut buncit kerap diartikan sebagai tanda kemakmuran. Kini justru berbeda, sebab banyak orang yang menghindari perut buncit, karena kondisi ini justru menandakan jika orang tersebut kurang peduli akan kesehatan dirinya sendiri. Meski tidak langsung, nyatanya ada bahaya yang akan dialami oleh mereka, pemilik perut buncit, dalam jangka panjang.

Related image
livestrong.com

Menurut penelitian, perut buncit adalah akar dari berbagai macam masalah kesehatan. Perut buncit dapat terjadi bukan hanya karena lemak subkutan (lemak di bawah kulit), tapi juga karena menumpuknya jenis lemak yang kemudian disebut lemak viseral, yakni di dalam rongga perut.

Seorang pria dikatakan memiliki perut buncit jika ia sudah memiliki lingkar pinggang di atas 102 cm, sementara untuk wanita adalah 88 cm. Maka, untuk mengurangi lingkar pinggang ini, kamu harus fokus untuk mengurangi lemak viseral.

Baca Juga: Perut Buncit Meski Sudah Rajin Olahraga? Ini 8 Penyebabnya!

Selain karena alasan tidak sedap dipandang, nyatanya ada 4 bahaya yang tersimpan di balik perut buncit, untuk kesehatanmu. Mengumpulnya lemak di dalam tubuhmu ini bisa mengeluarkan senyawa peradangan dan hormon yang dapat mengganggu metabolisme tubuh.

Nah, senyawa-senyawa peradangan ini disebut juga sitokin. Zat tersebut dapat menyebabkan peradangan dalam tubuh, sehingga meningkatkan risiko berbagai macam penyakit, di antaranya:

Diabetes Tipe 2

Tumpukan lemak viseral sebagai dampak dari bahaya perut buncit, akan berisiko mengganggu kerja insulin. Akibatnya, tubuh akan memiliki risiko terserang diabetes tipe 2 lebih tinggi, dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki perut buncit.

Sebab, tumpukan lemak viseral tersebut akan menghasilkan retinol-binding protein yang dapat meningkatkan resistensi insulin. Jadi, meskipun di dalam riwayat keluargamu tidak ada yang menderita diabetes melitus, kamu tetap memiliki risiko ini, karena perut buncitmu.

Hipertensi

Hipertensi atau tekanan darah tinggi juga dapat dipicu oleh lemak viseral. Seperti penelitian yang dilakukan oleh American College of Cardiology, menyatakan bahwa lemak ini meningkatkan risiko darah tinggi hingga 22 persen, dibandingkan dengan mereka yang memiliki perut rata.

Karena, letak lemak viseral memang berada pada sekitar organ dalam rongga perut, seperti ginjal dan kelenjar adrenal, sehingga keberadaannya memiliki pengaruh dalam peningkatan tekanan darah.

Kanker

Sitokin yang dihasilkan oleh tumpukan lemak viseral dalam rongga perut dapat memicu peradangan di dalam tubuh. Hal berbahaya dari munculnya peradangan ini adalah akan memicu perubahan sel sehat menjadi sel kanker. Kanker payudara dan kanker kolorektal adalah dua jenis yang paling sering terjadi akibat kondisi perut buncit seseorang.

Seperti yang dilaporkan dalam Medical News Today, para peneliti menemukan bahwa lemak viseral menghasilkan zat yang bernama fibroblast growth factor-2 (FG2), lebih banyak dibandingkan dengan lemak subkutan.

Keberadaan FG2 inilah yang akhirnya mendorong sel-sel tubuh normal, berubah menjadi sel kanker. Maka, lemak viseral si pembuat perut buncit ini dianggap sebagai jenis lemak yang paling berbahaya.

Penyakit Seputar Jantung dan Stroke

Lemak yang terletak di dalam rongga perut atau lemak viseral merupakan gangguan terbesar untuk kesehatan jantung. Lemak ini merupakan penghasil racun yang bekerja sangat aktif, menghasilkan sitokin.

Selain itu, lemak viseral juga berkaitan erat dengan tingginya kolesterol jahat di dalam tubuh. Kolesterol jahat ini akan membuat plak di dalam pembuluh darah, dan menyumbat aliran darah, hingga menimbulkan serangan jantung. Plak juga dapat terbentuk pada otak, sehingga menghambat aliran darah ke otak dan menyebabkan stroke.

Tentunya kamu tidak ingin penyakit-penyakit berbahaya itu menghampiri, kan? Apalagi karena perut buncit. Maka, mulailah dari hal sederhana, seperti memilih camilan yang sehat, contohnya kacang kedelai.

Related image
ladepeche.fr

Karena, selain sebagai sumber protein nabati yang dibutuhkan tubuh, kandungan serat pada kacang kedelai juga cukup tinggi. Dalam data komposisi pangan dari Kementrian Kesehatan RI, 100 gram kacang kedelai mengandung 2.9 gram serat. Nah, kandungan serat inilah yang diperlukan tubuh untuk menjaga kesehatan saluran pencernan dan juga menjaga berat badan tetap stabil.

Jadi, ucapkan selamat tinggal pada perut buncit bukan hanya karena ingin cantik, tapi juga karena ingin sehat. Semangat!

LEAVE A REPLY