Memberi Ponsel Pada Anak Sama Saja dengan Memberinya Kokain

0
171 views
dupost.id

Gulalives.co – Melihat anak-anak dengan ponsel di tangannya adalah pemandangan biasa di era digital ini. Namun, seorang terapis kecanduan dari Inggris mengatakan, memberikan ponsel pada anak sama saja dengan “memberinya segram kokain”.

Image result for anak kecanduan gadget
thetanjungpuratimes.com

Waktu yang dihabiskan seseorang untuk mengirim pesan di aplikasi percakapan atau membalas komentar di media sosial bisa menyebabkan kecanduan pada mereka, seperti halnya narkoba dan alkohol. Mandy Saligari, spesialis kecanduan dari klinik rehabilitasi Harley Street London, mengatakan bahwa kecanduan gadget seharusnya juga bisa diatasi seperti halnya kecanduan narkoba.

“Saya selalu mengatakan, saat Anda memberikan tablet atau ponsel ke anak, itu seperti memberikan mereka sebotol wine atau segram kokain. Apakah kita siap membiarkan mereka dengan benda itu di balik pintu?” katanya.

Ia menjelaskan, penggunaan ponsel yang berlebihan memiliki dampak yang sama pada otak seperti halnya obat-obatan terlarang.

“Saat membicarakan perilaku kecanduan, biasanya orang langsung melihat pada zat berbahaya. Padahal, pola perilaku itu bisa mewujud dalam berbagai bentuk, misalnya obsesi pada makanan, melukai diri, atau mengirim teks bernuansa seks,” katanya.

Di kliniknya, Saligari, mengatakan bahwa dua pertiga pasiennya adalah remaja berusia 16 sampai 20 tahun. Ia menyebut peningkatannya sangat dramatis dalam 10 tahun terakhir. Dalam survei terbaru yang melibatkan 1.500 guru di Inggris mengungkapkan, bahwa dua pertiga responden mengaku sadar jika murid mereka berbagi konten bernuansa seksual, dan sekitar 1 dari 6 anak sudah melakukannya sejak usia SD.

“Banyak pasien saya yang baru berusia 13 sampai 14 tahun dan melakukan sexting menganggap itu adalah hal yang normal,” katanya.

Perilaku sexting itu bukan hanya mengirimkan kata-kata bernuansa seks tapi juga mengirimkan foto diri tanpa busana. Hal itu dianggap normal jika orangtua atau orang dewasa tidak mengetahuinya. Menurut Saligari, jika anak sejak kecil sudah diajarkan untuk menghargai dirinya sendiri, perilaku mengeksploitasi diri seperti itu tidak akan mungkin terjadi.

“Ini adalah isu menghargai diri dan identitas diri,” katanya.

Sedangkan kita sama-sama tahu dampak buruk ponsel pada anak sangatlah beragam, seperti:

Mengganggu Pertumbuhan Otak

Image result for anak kecanduan gadget
tribunnews.com

Pada usia 0 sampai 2 tahun, otak anak bertumbuh dengan cepat, hingga dia berusia 21 tahun. Perkembangan otak anak sejak dini dipengaruhi oleh stimulasi lingkungan. Stimulasi berlebih dari gadget (hp, internet, tv, ipad, dan lain-lain) pada otak anak yang sedang berkembang, dapat menyebabkan keterlambatan koginitif, gangguan dalam proses belajar, tantrum, meningkatkan sifat impulsif, serta menurunnya kemampuan anak untuk mandiri.

Tumbuh Kembang Menjadi Lambat

Related image
orami.co.id

Bahaya penggunaan gadget pada anak, juga membatasi gerak fisiknya, yang kemudian membuat tumbuh kembang fisik anak menjadi terlambat. Paparan teknologi sejak dini juga mempengaruhi kemampuan literasi dan prestasi akademik anak secara negatif.

Obesitas

Image result for anak kecanduan gadget
tribunnews.com

Penggunaan televisi dan video game berkaitan dengan meningkatkatnya kasus obesitas pada anak. Alat elektronik yang dipasang di kamar anak dan bisa diakses secara pribadi dapat meningkatkan risiko obesitas sebanyak 30%. Dan membuat anak yang menderita obesitas, akan mengalami diabetes, hingga memiliki risiko tinggi stroke dini atau serangan jantung, serta usia harapan hidup yang rendah.

Kurang Tidur

Related image
foresightfactory.co

75% anak usia 9-10 tahun mengalami kurang tidur karena penggunaan teknologi tanpa pengawasan. Kekurangan tidur akan berdampak buruk pada nilai sekolah mereka, karena otak berkembang dengan baik saat tidur, dan anak butuh tidur yang cukup agar otaknya bisa berfungsi dengan baik.

Kelainan Mental

Related image
thetanjungpuratimes.com

Penelitian di Bristol University tahun 2010 mengungkapkan, bahaya penggunaan gadget pada anak dapat meningkatkan risiko depresi, gangguan kecemasan, kurang atensi, autisme, kelainan bipolar, psikosis, dan perilaku bermasalah lainnya.

Agresif

Related image
akhirzaman.org

Konten di media yang bisa diakses anak, dapat menimbulkan sifat agresif pada anak. Kekerasan fisik dan seksual banyak tersebar di internet, dan jika tidak dilakukan pengawasan, anak bisa terpapar itu semua. Sehingga memicu timbulnya perilaku agresif dan cenderung ingin menyerang orang lain.

Kecanduan

Related image
sprendimaiverslui.lt

Ketika orangtua terlalu bergantung pada teknologi, mereka akan semakin jauh dari anak. Untuk mengisi kekosongan ikatan dengan orangtua, anak juga mulai mencari penghiburan dari gadget, yang pada akhirnya membuat mereka kecanduan teknologi, dan tidak bisa lepas lagi dari benda itu.

Pikun Digital

Related image
lhageek.com

Kecepatan konten di media, membuat anak memiliki attention span yang pendek. Dia jadi tidak fokus pada satu hal, dan mudah berganti fokus. Hal ini menurunkan kemampuan konsentrasi dan memori. Sehingga membuat anak susah memusatkan perhatian. Hal ini memicu kondisi yang disebut pikun digital, karena anak yang terpapar teknologi terlalu banyak, tidak bisa memusatkan perhatian, imbasnya dia menjadi kesulitan belajar.

Gangguan Mata

Image result for anak kecanduan gadget
okezone.com

Terlalu sering menatap layar dianggap bisa menyebabkan mata jadi buram, kering dan bahkan jadi sering sakit kepala. Walaupun belum ada laporan resmi untuk kerusakan mata tersebut. Orang tua disarankan untuk mengajarkan anak untuk menjaga jarak pandang antara mata dan juga layar, selain itu atur tingkat terang dan gelapnya, jangan terlalu terang, dan minta anak untuk beristirahat setiap 10 sampai 20 menit sekali.

Nyeri pun Sakit

Image result for anak kecanduan gadget
komputer.co.id

Terlalu lama bermain smartphone bisa menyebabkan sakit pada beberapa bagian tubuh, seperti pada bahu, leher, punggung, tangan dan jari. Ajarkan anak untuk sering beristirahat dan ajarkan juga mereka posisi duduk yang baik dan posisi gadget jangan sampai lebih tinggi dari mata. Hal ini untuk mengurangi dampak leher terlalu lama mendongak.

Menurunnya Kemampuan Bersosialisasi

Related image
teachersmonthly.com

Pengguna gadget tetap mampu untuk bersosialisasi dengan melakukan hubungan melalui berbagai aplikasi yang ada. Namun, anak-anak juga perlu untuk memiliki kemampuan membaca emosi orang lain, caranya tentu dengan melakukan interaksi langsung dengan bertatap muka. Itu sebabnya, pembatasan waktu dalam penggunaan gadget adalah jalan keluar terbaiknya.

Cemas yang Berlebih

Related image
huffingtonpost.com

Jika anak sudah cukup besar, waspadai kegiatan mereka di media sosial. Karena di situ ada banyak sekali yang bisa mereka lihat, bahkan hal-hal yang buruk. Salah satunya adalah, kemungkinan mereka yang cenderung membandingkan dirinya dengan teman-teman yang mereka lihat di media sosial, atau bahkan mereka sangat sibuk berusaha untuk membuat orang lain memberikan like atau komentar. Tentu sangat disayangkan sekali jika energi mereka hanya dihabiskan untuk hal seperti ini kan?

Maka itu, peran orang tua untuk mengawasi anak di media sosial sangat penting, lakukanlah diskusi dengan anak tentang cara-cara bermedia sosial, seperti bagaimana menanggapi apa yang dilihatnya, jangan sampai terlalu berlebihan merespon, jangan juga sampai mengejek orang lain, atau bahkan menghakimi temannya yang akhirnya bisa menimbulkan masalah dalam hubungan pertemanan.

Semoga setelah membaca ini, anak kita nantinya terhindar dari bahaya gadget yang ternyata sangat mengerikan ini, ya!

LEAVE A REPLY