4 Bahaya Vape untuk Kesehatan

inverse.com

Gulalives.co – Banyak perokok, mantan perokok, atau justru orang yang sebelumnya tidak merokok, menjadi asyik jalani hidup dengan vape atau rokok elektrik. Karena, vape memang tidak memakai tembakau, mereka berpikir benda ini aman. Padahal, vape tetap mengandung nikotin, zat yang sangat adiktif. Jadi, kamu perlu mengenali dulu berbagai macam bahaya vape yang akan Gulalives bahas kali ini. Karena faktanya, di balik kepopuleran vape, ada banyak bahaya yang terkandung di dalamnya. Apa saja? Simak di sini!

Image result for vaping
bbc.com

Bukan Jalan Keluar

Tidak sedikit orang yang menggunakan vape sebagai alasan untuk berhenti merokok. Namun, Food and Drugs Association (Badan POM Amerika) belum menyetujui vape sebagai cara yang aman atau efektif untuk membantu seseorang berhenti merokok.

Nikotin yang terkandung dalam vape adalah zat adiktif, yang dapat membuat kecanduan. Sedikit nikotin yang masuk ke dalam tubuh, akan membuat kamu mencari zat nikotin yang lebih besar jumlahnya di kemudian hari.

Jadi, sangat tidak disarankan untuk menggunakan vape sebagai metode penghentian kecanduan rokok tembakau. Melakukan perubahan gaya hidup secara menyeluruh, dukungan dari orang-orang terdekat, dan menjalani beberapa terapi adalah cara terbaik yang layak untuk kamu perjuangkan.

Buruk bagi Kesehatan Paru-paru

Lagi-lagi, meski tidak memakai tembakau, bukan berarti tidak ada bahaya vape bagi paru-paru. Kandungan nikotin yang terdapat di dalam vape juga memiliki dampak buruk pada paru-paru. Nikotin dapat menyebabkan peradangan, dan mengurangi kemampuan jaringan untuk melindungi dari zat asing.

Menurut Irina Petrache, dokter dan spesialis paru-paru di Indiana University, Indianapolis, menemukan bahwa nikotin dari manapun asalnya, tetap berbahaya bagi jaringan paru-paru. Sebuah penelitian dalam Toxicology and Applied Pharmalogy, melaporkan bahwa vape memiliki dampak yang sama pada efek jangka pendek dari rokok tembakau.

Hasilnya juga menunjukkan gejala yang sama dari peradangan dan kerusakan paru-paru. Selain itu, nikotin yang terkandung di dalam vape juga berpengaruh pada organ lain seperti otak, jantung, dan sistem kekebalan tubuh.

Karena nikotin yang terserap melalui aliran darah, akan menstimulasi kelenjar adrenal untuk mengeluarkan hormon epinefrin (adrenalin) yang mengakibatkan tekanan darah naik, laju pernapasan dan denyut jantung semakin cepat. Dan turut mengaktifkan dopamin pada otak, yang mengakibatkan efek ketergantungan.

Baca Juga: Bahaya Menjadi Perokok Pasif, Terutama untuk Anak-anak dan Ibu Hamil

Menyebabkan Kecanduan

Orang yang menggunakan vape tetap berisiko mengalami ketergantungan, karena tabung dengan tegangan tinggi pada vape, dapat mengalirkan nikotin dalam jumlah besar ke dalam tubuh.

Menurut dr. Neal Benowitz dari Center for Tobacco Control Research and Education, belum ada bukti medis yang menunjukkan bahwa vape bisa membantu menghentikan kecanduan seseorang pada rokok tembakau.

Bahkan, penelitian menunjukkan bahwa mengurangi dosis nikotin tidak membawa perubahan apa pun terhadap kebiasaan merokok. Selain itu, penelitian lainnya juga melaporkan bahwa jenis nikotin yang ditemukan dalam vape, merupakan nikotin yang paling mudah diserap oleh tubuh.

Jadi, saat kamu menghirup nikotin, zat ini akan masuk ke otak hanya dalam waktu sekitar 10 detik. Dan, reaksi otak terhadap nikotin adalah dengan memproduksi hormon adrenalin, yang membuat kamu merasa lebih bersemangat dan berenergi.

Namun, efek ini juga akan menghilang dengan sangat cepat, hingga akhirnya membuat tubuh kembali lemas dan tidak berenergi. Membuatmu ditaklukan oleh cape, untuk segera vaping lagi!

Menyebabkan Kanker

Siapa bilang vape aman dan tidak menyebabkan kanker? Nyatanya, tidak beda jauh dengan rokok, bahaya vape bisa juga meningkatkan peluang seseorang terkena kanker. Hal ini dibuktikan dalam sebuah penelitian yang berasal dari University of Nevada menyatakan bahwa, vape mengandung zat formaldehid yang bersifat karsinogenik alias pemicu kanker.

Image result for vaping and cancer
Frank Delio terkena kanker paru-paru, setelah 11 bulan menggunakan vape. Meski sebelumnya ia bukanlah seorang perokok. Gambar via: skepticalprobe.blogspot.com

Dalam penelitian tersebut, para ahli juga menyebutkan zat formaldehid tersebut dapat masuk dan langsung terserap di dalam paru-paru, sehingga menimbulkan peluang kanker paru yang cukup besar. Intinya, vape dan rokok sama-sama tidak membawa manfaat untuk tubuh!

Setelah baca ini, kamu masih mau tutup mata, telinga, dan hati untuk terus vaping?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here