Bahaya Aseton (Pembersih Kuteks) yang Harus Kamu Tahu

ohmynailpolish.com

Gulalives.co – Kamu salah satu yang gemar mempercantik kuku dengan menggonta-ganti kuteks? Berarti, kamu juga sudah tidak asing dong dengan yang namanya aseton? Yap, zat kimia yang digunakan untuk membersihkan dan menghapus cat kuku ini, ternyata tidak dianjurkan untuk terlalu sering digunakan. Karena, bukannya membuat kukumu semakin cantik, nyatanya ada bahaya aseton yang bisa merusak bagian tubuhmu satu ini. Lantas, apa saja bahaya aseton yang harus kamu tahu?

Image result for nail polish remover acetone
superdrug.com

Aseton banyak dikenal sebagai pembersih kuteks, yang padahal tidak semua pembersih kuteks adalah aseton. Pada dasarnya, ada dua jenis pembersih kuteks, yakni aseton dan non-aseton. Nah, sebagian besar merk pembersih kuteks mencantumkan kandungan ini pada label kemasan mereka.

Aseton adalah cairan yang jernih, berbau tajam, dan sangat mudah terbakar. Isopropil alkohol biasanya digunakan dalam pembuatan aseton. Inilah mengapa aseton bisa dengan cepat menghapus kuteks dari kukumu.

Bahan aktif utama dalam pembersih kuteks non-aseton biasanya terdiri dari etil asetat, isopropil alkohol, dan propilena karbonat. Produk tersebut juga ditambahkan pelembap seperti gliserin dan panthenol, agar mencegah kekeringan pada kuku. Namun, penghapus kuteks non-aseton tidak melarutkan lapisan kuteks dengan mudah, sehingga kamu perlu memakan waktu lebih lama untuk menghapus kuteks.

Baca Juga: Bahaya Tidur dengan Kondisi Rambut yang Masih Basah

Berbeda dengan aseton yang merupakan pelarut sangat kuat dan bekerja dengan baik untuk menghilangkan cat kuku. Namun, nyatanya ada bahaya aseton yang harus kamu pikirkan dampaknya, yakni dapat menghilangkan banyak minyak alami dari kulitmu.

Bahkan, kadang-kadang kuku pun akan terlihat sangat putih jika menggunakan terlalu banyak aseton. Tentu saja bahaya aseton ini akan membuat kuku menjadi kering dan lama-kelamaan semakin rapuh, jika dipakai secara terus-menerus.

Nah, wanita dengan kuku yang kering atau pecah, sangat dianjurkan untuk menghindari penggunaan aseton. Karena bahaya aseton sangat akan menyebabkan kering pada kuku, kutikula, dan kulit.

Aseton sangat cepat menguap ketika dibiarkan terbuka, dan sangat mudah terbakar. Aseton juga akan menyebabkan keracunan yang dapat mengancam nyawa, tapi ini sangat jarang terjadi, karena tubuh mampu memecah aseton dalam jumlah besar yang terserap ke dalam tubuh.

Kamu bisa mengalami keracunan aseton jika tidak sengaja mengonsumsi atau menelan aseton dengan jumlah yang banyak dalam waktu singkat. Berikut gejala keracunan aseton ringan:

  • Sakit kepala,
  • Bicara cadel,
  • Lesu,
  • Kurang koordinasi indera gerak,
  • Rasa manis di mulut.

Bahkan, dalam kasus yang parah, gejala keracunan aseton bisa sampai:

  • Koma,
  • Tekanan darah rendah, dan
  • Pingsan.
Related image
naildesigns.com

Maka, mulai sekarang biasakan untuk menggunakan aseton di ruangan terbuka dan jauh dari api menyala, ya. Jauhkan pula produk-produk yang mengandung aseton dari jangkauan anak. Kalaupun kamu gemar mewarnai kuku, pilihlah produk yang halal, dan gunakan penghapus kuteks yang bebas aseton. Okay?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here