Mengulik Lebih Dalam Tentang Bahaya Albothyl, Lihat Bukti Nyata Lewat Foto Ini

viva.co.id

Gulalives.co – Setelah beredarnya surat Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang menyatakan bahwa Policreculen cairan obat luar konsentrat 36% penggunaannya sangat berbahaya pun berisiko jika tidak diencerkan terlebih dahulu, setelah ramai berita tentang bahaya Albothyl yang selama ini iklannya wara-wiri ampuh mengobati sariawan dan berbagai masalah lainnya.

twitter.com

Namun, tahukah kamu jika sebenarnya permasalahan ini sudah digoreng empat tahun lalu? Perjuangan para dokter gigi yang menangani langsung pasien dengan beberapa kasus yang sama, akhirnya berbuah manis. Bagaimana tidak, sebelumnya pernyataan para dokter gigi justru mendapatkan hujatan dan juga ancaman berupa somasi karena dianggap memberitakan hal yang tidak benar.

Padahal jelas-jelas mereka sudah mempunyai bukti lewat pasien yang nyawanya melayang karena salah persepsi dalam pemakaian obat satu ini. Dan, dengan beredarnya surat dari BPOM tadi, tentu menimbulkan reaksi yang beragam di masyarakat, karena Albothyl yang memiliki kandungan berbahaya ini sudah beredar di masyarakat luas.

Image result for albothyl
okezone.com

“Untuk sementara jangan gunakan dahulu. Dalam waktu dekat kami akan melakukan klarifikasi mengenai Albothyl,” ujar Penny K. Lukito Kepala BPOM, saat ditemui di Jelambar, Jakarta, Kamis 15 Februari 2018 lalu.

Selain itu dokter gigi Widya Apsari juga pernah membagikan ceritanya tentang seorang pasiennya yang mengalami Mielofibrosis pada mulutnya hingga kehilangan nyawa. Menjelaskan lebih lanjut, Myelofibrosis itu semacam leukemia yang menyebabkan sumsum tulangnya tidak lagi bisa memproduksi sel darah. Ia pun membagikan ceritanya lebih lanjut, yakni sel darah yang sangat penting untuk regenerasi jaringan, pun daya tahan tubuh. Karena ketika sel darah turun, otomatis tubuh kita tak akan bisa memperbaiki jaringan yang rusak.

Pasien yang awalnya mengeluh sariawan di bibir bagian dalam, dan ia beri tetesan obat ini, hasilnya sariawan itu pun semakin membesar dan membuatnya harus dibawa ke IGD. Setelah 3 hari mendapatkan perawatan di RS, bengkak di bibir pasien ini pun berkurang, tapi luka sariawannya justru semakin membesar hingga menciptakan lubang yang sangat mengerikan. Warna abu pada lubang tadi merupakan jaringan yang mati. Pasiennya pun menjadi sepsis (infeksi bakteri dalam darah), karena infeksi pada mulutnya. Di akhir ceritanya, dokter Widya pun mendoakan agar pasiennya tenang di sana.

Ia juga menekankan jika efek samping dari obat ini bisa sampai semengerikan itu. Ia pun melakukan penelusuran tentang kandungan yang ada pada obat Albhotyl yaitu polikresulen tadi, yang mana faktanya tak ada jurnal kedokteran yang membahas meneliti policresulen untuk digunakan di dalam mulut. Polikresulen bekerja untuk mematikan sel-sel dengan cara penyempitan pembuluh darah kapiler, dengan begini sel menjadi tidak mendapatkan supply darah, bisa disebut sel pun akan mati. Cara kerja polikresulen ini diklaim bisa menyembuhkan sariawan.

Padahal faktanya, bukan bisa menyembuhkan, melainkan sel kita menjadi mati (tak berfungsi). Karena sebenarnya yang menyembuhkan sariawan bukanlah polikresulen, melainkan tubuh kita sendiri. Justru sel akan menjadi mati karena polikresulen. Maka, tubuh membuat kompensasi untuk regenerasi jaringan (wound healing). Saat tubuh kita tak lagi mampu memperbaiki jaringan seperti apa yang dialami pasiennya tadi. Akibatnya luka tak lagi bisa disembuhkan. Infeksi pun menyebar. Sariawan yang nama lainnya stomatitis aphtosa rekurent ini memang self limiting disease (penyakit yang bisa sembuh dengan sendirinya).

Dokter gigi Endah Ayu Tri Wulandari, Kepala Divisi Ilmu Penyakit Mulut, Departemen Gigi dan Mulut RSCM juga membenarkan penggunaan bahan kimia policresulen pada kasus tertentu justru bisa memperparah penyakit pun kelainan rongga mulut.

Image result for Dokter gigi Endah Ayu Tri Wulandari
rscmkencana.com

“Dari beberapa kasus yang saya tangani, pasien awalnya mengaku sariawan. Saya tidak tahu awalnya bagaimana. Setelah penggunaan policresulen, datang ke saya dengan kondisi parah,” katanya, Kamis (15/2/2018).

Menurut catatannya, lebih dari 20 pasien yang terkena efek samping policresulen menyebut merek Albotyhl sebagai obat luar sebelum datang kepada dirinya lantaran penyakit sariawan yang diderita tak kunjung sembuh. Awalnya, kata Endah, ia pernah menangani pasien dengan mulut sampai bolong karena jaringannya mati.

“Dan setelah ditanya-tanya, ternyata dia sebelumnya sariawan, lalu menggunakan obat tersebut. Kalau dari sisi ilmu penyakit mulut, semua sariawan tidak boleh pakai policresulen,” ucapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here