Awas, Pornografi Bisa Picu Kepikunan

Bahaya pornografi. Via Dailymail.co.uk
Pornografi memicu demensia.
Dr Fidiansyah SPKJ bicara mengenai demensia. Foto: Yanuarita

Gulalives.com, JAKARTA – Kecanduan pada hal-hal yang terkait dengan pornografi bisa memicu kepikunan. Karena itu, Kementerian Kesehatan RI memasukkan pencegahan pornografi sebagai sesuatu yang perlu dilakukan dalam rangka mengurangi angka penderita dan menanggulangi masalah demensia di Indonesia. Hal tersebut diungkapkan Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza di Kementerian Kesehatan, dr Fidiansyah SpKJ, saat peluncuran Strategi Nasional Penanggulangan Penyakit Alzheimer dan Demensia Lainnya: Menuju Lanjut Usia Sehat dan Produktif di Ruang Siwabessy, Kementerian Kesehatan, Kamis (10/3/2016).

Anak-anak kita kini mudah mengakses apa pun, termasuk pornografi.
Kecanggihan teknologi memungkinkan anak-anak mengakses apa pun, termasuk pornografi. Via mojok.co

Menurut Fidiansyah, di era teknologi ini, hal yang sangat patut dikhawatirkan adalah cybernetics addiction, khususnya dalam pornografi. Kecanduan yang dialami seseorang bukan hanya bersifat material, seperti kecanduan alkohol, narkotika, ataupun rokok, tetapi juga ada yang bersifat immaterial, yakni pornografi. “Jadi, kita harus memberikan pemahaman bahwa ada yang immaterial yang juga harus kita jaga keseimbangannya dalam dunia teknologi ini, yakni dampak dari kerusakan yang dimunculkan akibat terpapar pornografi. Karena pornografi akan menghasilkan pornoaksi,” ungkapnya.

Dampak pornoaksi inilah, kata Fidiansyah, yang sebenarnya juga memengaruhi keberlangsungan hidup manusia. Jika seseorang sudah terpapar pornografi sejak usia lima tahun dan dia sudah kenal dengan teknologi yang mudah sekali diakses sampai dia remaja dan dewasa, dapat dipastikan usianya tidak akan panjang. “Karena dari pornoaksi, dia kena penyakit menular seksual, kena HIV/AIDS,” ujarnya.

Jauhkan anak-anak Anda dari paparan pornografi.
Jauhkan pornografi dari anak-anak Anda. Via psikologianakterkini.blogspot.com

Kerusakan otak akibat pornografi hampir sama dengan apa yang terjadi pada pencandu narkotika. Meskipun bersifat immaterial, pada otak pencandu pornografi, terjadi sebuah kegiatan letupan listrik yang mirip dengan kecanduan pada narkotika, bahkan lebih parah. Kecanduan pada pornografi tidak memerlukan barang seperti halnya narkotika, tetapi berupa fantasi, yakni ada sesuatu yang dia lihat. “Sudah langsung itu menjadi sesuatu yang menimbulkan kecanduan,” paparnya.

Seperti diberitakan laman Dailymail.co.uk, pornografi menawarkan kesempatan yang sama kepada pria dan wanita untuk menjelajah fantasi seksualnya. Meski film maupun gambar-gambar porno dapat mendorong libido dan banyak laporan yang menyebutkan dapat memperbaiki hubungan, ada sisi lain yang memengaruhi kesehatan Anda. Dari melepaskan hormon pemacu mood hingga memicu kecanduan, pornografi memiliki pengaruh buruk pada otak manusia. Melakukan hubungan seksual ataupun melihat gambar porno dapat melepaskan enzim dopamin, yakni senyawa kimia yang menimbulkan perasaan senang. Namun, melakukan kegiatan tersebut secara berulang-ulang akan menyebabkan otak menjadi tidak sensitif terhadap stimulus ini. Sebuah studi yang diterbitkan pada 2014 menemukan bahwa melihat gambar porno secara teratur akan melemahkan respons pada stimulasi seksual. Artinya, otak memerlukan lebih banyak dopamin untuk merasakan kepuasan yang sama.

Pornografi sama bahayanya dengan narkotika.
Kecanduan pornografi sama bahayanya dengan kecanduan narkotika. Via medicaldaily.com

Ketika pencandu alkohol diperlihatkan gambar minuman, pada area ventral striatum yang bertanggung jawab pada rasa bahagia akan terjadi letupan listrik. Namun, tidak demikian pada pencandu pornografi. Ketika diperlihatkan gambar porno, mereka membutuhkan jumlah yang lebih banyak untuk terjadi letupan listrik. Meskipun mereka membutuhkan lebih banyak stimulasi, mereka tidak lagi menikmatinya.

Para peneliti Jerman menemukan bahwa melihat gambar porno dapat menyebabkan penyusutan otak. Penyusutan ini pun terjadi pada penderita demensia. Area striatum pada otak, yang berhubungan dengan motivasi dan respons penghargaan, akan semakin menyusut jika seseorang melihat lebih banyak gambar porno. Studi tersebut menandai ditemukannya hubungan antara melihat gambar porno secara teratur dan kerusakan fisik. Pada studi lain yang diterbitkan pada 2011, pornografi menciptakan generasi muda tanpa harapan.

Berolah raga teratur menurunkan risiko kepikunan.
Senam poco-poco menurunkan risiko kepikunan. Foto: Yanuarita

Fidiansyah membenarkan anak muda yang kini mengalami cybernetics addiction berpotensi lebih besar terkena demensia alias kepikunan. Meski belum ada penelitian mengenai hal itu, ia mencontohkan dampak buruk kecanduan itu pada warga Jepang. Di negara itu, angka kejadian bunuh diri cukup tinggi karena mereka tidak lagi memiliki semangat hidup. Kecanggihan teknologi yang memudahkan manusia mencari informasi membuat orang malas bergerak. Padahal olahraga merupakan aktivitas yang sedang digalakkan Kemenkes untuk mencegah demensia. “Otomatis angka harapan hidup akan turun kalau dia tidak waspada,” tutur Fidiansyah. (YPH)

SHARE

Warning: A non-numeric value encountered in /srv/users/serverpilot/apps/gulalivesco/public/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 352

LEAVE A REPLY