Gulalives.com, JAKARTA – Sekarang ini membaca buku di smartphone maupun di iPad sudah biasa bukan? PT Buqu Global mengajak kamu menikmati asyiknya mencari buku dan menambah ilmu melalui perpustakaan digital, yang diluncurkan dalam event Indonesia International Book Fair (IIBF) 2015, Rabu (2/9) di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta.

Nama platform itu bernama BuquLib, sebuah platform serta layanan bagi kamu yang hobi banget membaca ataupun meminjam buku di perpustakaan.

Sekarang ini, jika perlu mendadak referensi buku untuk menyelesaikan tugas kuliah, cukup mengunduh aplikasi BuquLib dan nikmati perpustakaan digital di ponsel kamu.

Erlan Primansyah, CEO Buqu, mengatakan, perpustakaan merupakan tempat yang menyenangkan untuk membaca berbagai buku yang kita sukai. Kehadiran perpustakaan digital, menurut Erlan, sangat efektif. Bagi sebagian orang yang tidak sempat untuk meminjam buku di perpustakaan, bisa memenuhi kebutuhannya di perpustakaan digital.

“Biaya sewa satu buku di perpustakaan digital BuquLib cukup dengan Rp3.000. Pengguna aplikasi bisa membaca buku yang disewanya selama seminggu,” ungkap Erlan di sela acara peluncuran BuquLib.

Bila waktu sewa sudah berakhir, lanjut Erlan, dengan sendirinya buku tersebut akan terkunci dan tidak bisa diakses lagi. “Jika ingin memperpanjang masa sewa, pengguna bisa kembali membeli token,” tambah dia.

Menurut Erlan, perpustakaan digital lewat situs www.BuquLib.com ini tidak diperlukan investasi, dengan kata lain BuquLib yang menyediakan platform dan konten bukunya. Selain itu, buku berbayar dapat disewa saat ingin dibaca, banyak juga konten gratis yang disediakan.

Buqu juga tengah meracik teknologi untuk membuat daerah terpencil, terluar dan tertinggal untuk bisa memiliki perpustakaan digital.

“Teknologi ini, gampangnya kita sebut Digital Library Dispenser yang terkoneksi dengan satelit, sehingga untuk meng-update buku-buku digital dalam dispenser perpustakaan dilakukan sesuai kebutuhan saja (on demand),” kata Erlan.

“Kami mengembangkan perpustakaan digital menyesuaikan dengan kondisi negara berkembang yang kecepatan akses internetnya masih terbatas,” imbuhnya.

Dalam mengembangkan perpustakaan digital BuquLib, Erlan bekerjasama dengan beberapa perguruan tinggi. Diantaranya Universitas Terbuka, Institut Teknologi Bandung, Institut Pertanian Bogor, Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Sriwijaya, Universitas Airlangga dan Universitas Negeri Medan. (WI)

LEAVE A REPLY