Apakah Pernikahan Dini Itu Baik?

0
106 views
Sumber : Health Liputan6

Gulalives.co, Depok – Pernikahan dini adalah sebuah bentuk ikatan pernikahan yang salah satu atau keduanya berusia dibawah 20 tahun atau sedang mengikuti pendidikan di sekolah menengah keatas.

Banyak para orang tua yang khawatir akan pergaulan dari anak-anaknya. Karena banyak anak-anak diluar sana yang mengalami pergaulan bebas. Dengan alasan tersebut beberapa orang tua meyakini bahwa menikahkan anaknya merupakan solusi yang terbaik dalam menghindari hal tersebut. Tidak sedikit anak yang menikah tersebut masih sekolah. Tapi apakah dengan cara tersebut merupakan solusi yang terbaik?

Hal tersebut terjadi karena beberapa faktor yang mengakibatkan penikahan yang terlalu dini. Salah satunya, karena kurangnya pendidikan dan pengetahuan orang tua tentang akibat yang ditimbulkan karena usia pernikahan yang terlalu dini.

Sumber : pik-r mario sipakalebb

Kuatnya tradisi dan sudut pandang orang tua pun merupakan salah satu faktornya. Di beberapa desa masih menginginkan anak perempuannya untuk segera menikah dengan usia dibawah 18 tahun. Karena mereka memiliki tingkat kekhawatiran yang cukup tinggi apabila anak perempuannya tidak menikah diusia segitu nantinya sulit bahkan tidak mendapatkan pasangan.

Kurangnya ekonomi juga beberapa orang tua menikahkan anaknya secepatnya. Seperti desakan hutang akhirnya merelakan anaknya menikah dengan syarat hutang yang dimilikinya lunas. Ada juga yang berfikir kalau anak perempuan merupakan beban ekonomi keluarga sehingga apabila telah menikahkannya maka putuslah tanggung jawabnya kepada anak tersebut. Dengan begitu tanggung jawab tersebut berpindah kepada suami yang telah menikahkannya.

Tidak hanya fktor dari keluarga saja yang menjadikannya menikah diusia yang sangat dini melainkan faktor dari diri sendiri. Hal tersebut terjadi akibat dari dorongan seksual yang berambisi. Keninginan mereka untuk segera berumah tangga membuat mereka mengambil keputusan yang terkadang tanpa dibarengi dengan keputusan yang bijak. Beberapa diantaranya membujuk para orangtuanya agar segera dinikahkan, tidak sedikit yang mengancam akan melakukan perbuatan yang fatal seperti bunuh diri,  kawin lari dengan kabur dari rumah. Pada akhirnya beberapa orang tua mengiyakan keinginan dari anak tersebut agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkannya.

Tidak hanya faktor diatas, pemahaman tentang agama pun juga merupakan dasar dari penikahan dini tersebut agar terhindar dari perbuatan zina.

Tapi apakah mereka tau akibat apa saja yang akan dialami sang anak dengan usia yang terlalu dini? Akibat pertama yang akan dialami yaitu kematian ibu dan bayinya. Hal tersebut terjadi karena usia kandungan sang ibu yang terlalu muda. Belum lagi dengan kurangnya pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi.

Walaupun beberapa bayi dapat bertahan hidup, sebagian dari bayi-bayi tersebut mengalami keterlambatan dalam perkembangan, gangguan peda perilaku, kesulitan dalam belajar, ada juga yang melahirkan bayinya dalam kondisi premature.

Seseorang yang menikah tetapi masih sekolah secara otomatis akan pendidikannya akan terganggu. Tentu untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi tidak akan tercapai atau terwujud. Karena motivasi untuk belajar yang dimiliki akan terus menurun karena tugas-tugas yang di jalankan setelah menikah tidak sedikit.

Belum lagi masalah ekonomi yang akan dihadapinya bersama keluarga baru. Dengan pendidikan yang minim banyak orang yang kesulitan mendapatkan pekerjaan yang sesuai. Beberapa diantaranya bekerja menjadi buruh, untuk mengeksplor kemampuan yang dimilikinya tidak akan bisa.

Perempuan yang menikah di usia dini juga sangat rentan mengalami depresi. Terutama adanya paksaan dari keluarga yang ingin menikahkannya. Sehingga dia merasa beberapa haknya telah dirampas. Akibatnya emosi yang ditimbulkan tidak stabil.

Tidak hanya rentan mengalami depresi, namun perempuan yang menikah diusia dini rentan megalami kekerasan dalam rumah tangga. Hal tersebut tidak hanya faktor emosi dari si perempuannya saja, tetapi tingkat emosi dan psikologis lelaki juga menentukan. Apabila lelaki tersebut belum bisa berfikiran secara dewasa maka akan muncul tidakan kekerasan terhadap istrinya.

Meski memang hal tersebut dapat menjauhkan dari perbuatan zina. Pernikahan dini juga dapat mengurangi harmonisasi keluarga dengan kata lain, rentan mengalami perceraian. Hal tersebut karena emosi yang dimiliki dari kedua orang tua tidak cukup stabil bahkan hanya sedikit yang bisa berfikiran secara dewasa. Keputusan tersebut biasanya dilakukan dengan tidak berfikir secara jernih melainkan dengan emosi yang membara.

LEAVE A REPLY