Apa itu Postmatur? Dan, Bagaimana Kita Menghadapinya? Baca di Sini!

0
52 views
perawatanbayi.com

Gulalives.co – Apa itu postmatur? Dan, bagaimana cara kita menghadapinya? Postmatur adalah sebuah kondisi ketika bayi telat lahir. Dan, biasanya bayi telat lahir karena salah perhitungan tanggal dan bulan kelahiran. Namun, di beberapa kondisi, bayi telat lahir juga bisa terjadi karena kondisi kesehatan, dan justru memberikan risiko pada bayi jika terlalu lama ada di dalam kandungan.

Related image
hindujagruti.org

Melewati 42 minggu masa kehamilan, akan terjadi perubahan pada rahim, seperti ukuran plasenta yang menyusut, berkurangnya air ketuban, serta kebutuhan nutrisi yang tidak tercukupi karena terlalu lama berada di dalam rahim. Sama seperti kelahiran prematur, apa itu postmatur juga berbahaya bagi bayi, bahkan bisa menyebabkan kematian pada janin.

Maka, jika kehamilan sudah mencapai 41 atau 42 minggu (bahkan lebih), perlu ada pemeriksaan lebih lanjut, agar kita bisa mengetahui kendala pun penyebab, mengapa kita belum merasakan kontraksi sebagai tanda kelahiran. Jika setelah pemeriksaan tidak ada gejala pun tanda-tanda kelainan, biasanya dokter akan tetap melakukan pemantauan, hingga akhirnya ibu melahirkan dengan normal, dan terlepas dari apa itu postmatur.

Ada beberapa sindrom yang menyebabkan bayi telat lahir, seperti Sindrom Dismaturitas yakni sebuah kondisi ketika bayi belum matang dan siap lahir, padahal usia kandungan sudah tua. Kulit yang kering mengelupas, keriput, kuku, dan rambut panjang adalah tanda yang biasa dialami ketika bayi di dalam kandungan mengalami sindrom dismaturitas.

Related image
parto.elembarazo.net

Sindrom Aspirasi Mekonium adalah kondisi di mana bayi mengeluarkan tinja ke dalam cairan ketuban, kemudian tanpa sengaja dihirup oleh janin yang menyebabkannya mengalami infeksi paru-paru. Melakukan kontrol dokter secara intens dan rutin, penting untuk dilakukan ketika ibu menghadapi apa itu postmatur atau bayi telat lahir. Menghindari penggunaan obat penenang dan pengawasan yang ketat sebelum dan setelah kelahiran adalah tips paling sederhana menghadapi postmatur atau bayi telat lahir.

Sebenarnya, pencegahan apa itu postmatur dapat dilakukan dengan cara pemeriksaan kehamilan teratur untuk menjamin kondisi bayi dan ibu berada pada masa yang stabil dan terkendali. Mengetahui riwayat haid secara detail juga menjadi pertimbangan dan poin penting untuk mencegah postmatur atau bayi telat lahir terjadi. Lantas, bagaimana cara ibu mengatasi situasi saat hal ini harus terjadi?

Menjaga Kesehatan

Selain pemeriksaan kandungan yang intens dan rutin, cara lain menjaga kesehatan ibu hamil ialah dengan memerhatikan asupan pola makan yang tepat dan benar. Penting untuk ibu hamil menjaga asupan asam folat dan protein, agar kehamilan tetap dalam kondisi yang stabil. Selain itu, ibu hamil juga perlu melakukan olahraga agar tubuh senantiasa prima.

Batasi juga kegiatan berbahaya yang dapat berisiko pada kandungan. Hindari olahraga dengan intensitas tinggi, membersihkan rumah dengan zat kimia juga sebaiknya tidak dilakukan. Sebab, paparan zat kimia dapat membahayakan janin dalam kandungan. Hindari penggunaan lotion dengan zat kimia, dan sebaiknya gunakan bahan alami seperti minyak zaitun saja.

Untuk aktivitas mewarnai rambut yang bisa memberikan peluang paparan zat kimia masuk ke dalam tubuh, bahkan ke janin dalam kandungan, juga harus kamu jauhi. Jika ingin berendam dalam air hangat yang memang dapat memberikan sensasi relaksasi, jangan sampai suhunya terlalu panas, ya. Karena hal ini juga tidak baik untuk kondisi fisik ibu hamil, dan membahayakan janin dalam kandungan.

Selain mengenal apa itu postmatur, dan mengetahui cara mengatasinya. Kamu juga perlu tahu, penyebab dari postmatur itu sendiri:

  • Kesalahan dalam menghitung periode kehamilan,
  • Riwayat turunan,
  • Pengalaman yang sama (pernah mengalami postmatur),
  • Mengandung bayi laki-laki,
  • Mengandung anak pertama,
  • Kegemukan,
  • Hipotiroidisme,
  • Kurangnya kadar enzim sulfatase dalam plasenta, dan
  • Kelainana pada janin.

Beberapa kemungkinan ini juga bisa terjadi pada bayi, jika ia dilahirkan di atas 42 minggu:

  • Janin di dalam kandungan mungkin akan kekurangan oksigen karena kondisi plasenta mulai memburuk setelah usia kehamilan di atas 38 minggu,
  • Ukuran janin terlalu besar untuk melewati jalan lahir. Prosedur operasi caesar atau melahirkan normal dengan bantuan forceps mungkin dibutuhkan,
  • Pertumbuhan melambat atau bahkan berhenti karena sudah tidak ada ruang lagi di rahim,
  • Air ketuban menurun, padahal cairan inilah yang melindungi janin di dalam rahim.
  • Menipisnya air ketuban juga dapat menyebabkan tali pusar janin terjepit karena pergerakan janin atau saat rahimmu berkontraksi,
  • Janinmu mengeluarkan tinja pertamanya (meconium) di air ketuban dan kemudian waktu persalinan menghirupnya. Hal ini bisa mengiritasi jaringan paru-parunya, saluran pernapasannya terhambat dan membuat paru-parunya tidak berkembang dengan baik,
  • Terjadi gawat janin seperti detak jantungnya melambat dan tanda-tanda janin mengalami marabahaya, hingga
  • Janin meninggal di dalam kandungan atau meninggal sesaat setelah dilahirkan.

Untuk mencegah apa itu postmatur, beberapa dokter akan melakukan induksi saat kehamilan berusia 41 minggu, di mana biasanya kondisi serviks telah siap, atau bahkan secepat mungkin jika terjadi komplikasi. Atau, ada juga beberapa dokter yang mungkin memilih untuk menunggu persalinan datang secara alami sembari memonitor keadaan pasien dan janin.

Baca Juga: Dampak yang Terjadi pada Janin Jika Ibu Hamil Menangis

Terpenting, cobalah untuk tetap tenang ketika menghadapi situasi seperti ini, apalagi jika dokter mengatakan kondisi janinmu baik-baik saja. Jangan sampai kondisi ini menambah beban pikiranmu. Saran terbaik yang bisa kamu lakukan adalah menyibukkan diri, agar kamu tidak terus-menerus memikirkan apa itu postmatur.

Jaga kondisi fisikmu, karena pada masa ini kamu mungkin akan merasa lelah menjalani kehamilan. Tubuhmu mungkin mengalami ketidaknyamanan secara menyeluruh seperti punggung terasa pegal-pegal, pergelangan kaki membengkak, sakit di ulu hati, wasir, atau susah tidur.

Image result for Postmatur
detik.com

Namun, yang terpenting adalah jangan sampai kamu lepas kontak dengan dokter kandunganmu, ya. Jangan lelah untuk terus periksakan kehamilan secara rutin, hingga sampai pada hari bahagia, hari kelahiran buah hatimu tercinta.

LEAVE A REPLY