Antara Miom dan Kista, Mana yang Lebih Berbahaya?

en.wikipedia.org

Gulalives.co – Ada dua jenis tumor jinak yang menyerang organ reproduksi wanita, yakni miom dan kista. Keduanya sama-sama menyerang area kewanitaan, dan kerap kali dianggap sebagai penyakit yang sama. Padahal, miom dan kista adalah penyakit yang benar-benar beda, dan butuh penanganan berbeda pula. Maka, kamu perlu mengetahui perbedaan dari kedua penyakit ini, agar kamu bisa mengenali gejala, serta menghindari sekaligus mencegah penyakit ini menyerang.

Related image
obgyn.net

Perbedaan dari miom dan kista yang paling mudah untuk disadari adalah perbedaan bentuk dan letaknya. Miom merupakan pertumbuhan sel yang bersifat jinak dan terjadi pada otot dinding rahim.

Sementara, kista ovarium adalah kantung berisi cairan yang berkembang di ovarium atau indung telur. Kista bisa tumbuh di indung telur bagian kiri, kanan, atau di kedua indung telur. Namun, apa saja perbedaan antara miom dan kista? Bagaimana cara mudah membedakannya? Dan, manakah yang lebih berbahaya?

Miom

Related image
youtube.com

Miom alias mioma adalah tumor jinak yang tumbuh pada otot atau jaringan ikat rahim wanita. Sampai hari ini, masih belum diketahui dengan jelas apa yang menjadi penyebab munculnya miom di rahim.

Namun, ada beberapa faktor yang disebut bisa memengaruhi pembentukan miom, salah satunya adalah hormon, lebih tepatnya hormon estrogen dan progesteron, serta kehamilan pada wanita.

Kabar buruknya, kebanyakan wanita biasanya tidak menyadari pertumbuhan miom yang terjadi di dalam rahimnya. Sebab, kondisi ini sering tidak menimbulkan gejala apa pun, hingga baru diketahui saat sudah semakin parah. Jika sudah memasuki tahap yang lebih parah, miom bisa menyebabkan:

  • Perdarahan pada Miss V,
  • Sakit perut,
  • Nyeri panggul,
  • Sering buang air kecil, serta
  • Rasa sakit yang muncul saat berhubungan intim dengan pasangan.

Saat miom sudah mulai menunjukkan gejala-gejalanya, maka penyakit ini sudah memasuki tingkat yang lebih parah. Jadi, prosedur operasi pengangkatan pun sangat memungkinkan untuk dilakukan, guna menangani miom pada rahim.

Kista

Related image
flickr.com

Berbeda dengan miom yang ditandai dengan pertumbuhan sel, kista adalah kondisi di mana sebuah kantong yang berisi cairan, udara, pun zat asing lain, menempel pada organ terdekat. Kista adalah tumor jinak (non-kanker), sehingga tidak berbahaya.

Dan, serupa dengan miom, munculnya kista pada wanita biasanya tidak menimbulkan gejala apa pun. Maka, kista pun kerap luput, hingga diabaikan dan dibiarkan berkembang menjadi lebih besar, serta semakin parah.

Kista juga bisa berkembang di bagian tubuh mana saja, tapi paling sering ditemukan pada rahim. Hal inilah yang kemudian membuat banyak wanita kesulitan untuk membedakan antara miom dan kista pada rahim dan ovarium.

Baca Juga: Hati-hati, 8 Penyakit Kelamin ini Sering Menyerang Wanita!

Meski pada awalnya kista disebut tidak berbahaya, tapi bukan berarti penyakit ini bisa diremehkan, ya. Karena, kista ovarium yang besar dan sudah parah bisa menimbulkan berbagai gejala yang mengganggu.

Mulai dari rasa nyeri pada panggul, menstruasi terhambat, kembung pada perut, dan lebih sering buang air kecil. Belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab kista, tapi faktor keturunan dan penyumbatan pada saluran atau aliran keluar cairan disebut memiliki peran dalam perkembangan kista ovarium.

Intinya, entah miom pun kista, keduanya sama-sama tidak bisa diabaikan begitu saja, kita tetap perlu menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh. Maka, pola hidup sehat, pikiran positif, dan olahraga bisa menjadi upaya untuk menjaga kondisi kita senantiasa bugar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here