Jangan Abaikan Anemia Sel Sabit

researchgate.net

Gulalives.co – Sekelompok kelainan sel darah merah yang diwariskan menjadi anemia sel sabit. Sel darah merah yang sehat, sejatinya berbentuk bulat, bergerak melalui pembuluh darah kecil untuk membawa oksigen ke seluruh bagian tubuh. Seseorang yang mengidap anemia sel sabit, maka sel darah merahnya pun menjadi keras dan lengket, serta terlihat berbentuk, seperti sabit. Agar kamu tidak mengabaikan kondisi satu ini, kamu perlu tahu bahaya, gejala, penyebab, dan bagaimana pengobatan yang bisa diupayakan. Ikuti terus pembahasan Gulalives kali ini.

Image result for sickle cell anemia
verywellhealth.com

Kondisi sel sabit mati lebih awal menjadi penyebab kekurangan sel darah merah secara konstan. Ketika mereka melakukan perjalanan melalui pembuluh darah kecil, sel sabit ini juga mengalami kemacetan, dan menyumbat aliran darah. Kondisi inilah yang dapat menyebabkan rasa sakit serta masalah serius lainnya, seperti:

  • Infeksi,
  • Sindrom dada akut, dan
  • Stroke.

Penyebab anemia sel sabit dikarenakan kondisi genetik yang ada saat lahir. Biasanya diwariskan saat anak menerima dua gen sel sabit, masing-masing satu dari kedua orangtua.

Diagnosa anemia sel sabit bisa dilakukan dengan menggunakan tes darah sederhana. Paling sering ditemukan saat lahir, selama tes skrining bayi baru lahir rutin di rumah sakit. Namun, anemia sel sabit juga bisa didiagnosis sebelum kelahiran.

Baca Juga: 8 Penyebab Serangan Jantung yang Kerap Diabaikan

Karena anak-anak dengan kondisi penyakit ini berada pada peningkatan risiko infeksi dan masalah kesehatan lainnya, maka diagnosis dan perawatan dini menjadi hal yang penting.

Orang dengan anemia sel sabit memiliki tanda-tanda penyakit selama tahun pertama kehidupannya. Biasanya dimulai sejak berusia 5 bulan. Gejala dan komplikasinya berbeda untuk setiap orang, bisa ringan, tapi bisa juga berat. Berikut beberapa gejalanya:

  • Pembengkakan tangan dan kaki yang menyakitkan,
  • Kelelahan karena anemia
  • Warna kulit kekuningan (jaundice) atau putih mata (icterus)
  • Efek anemia sel sabit bervariasi untuk setiap orang, dan dapat berubah seiring waktu.
  • Sebagian besar tanda dan gejalanya berkaitan dengan komplikasi penyakit, seperti:
  1. Sakit parah,
  2. Anemia,
  3. Kerusakan organ, hingga
  4. Infeksi.

Meskipun anemia sel sabit biasanya terdiagnosis pada saat bayi, tapi kalau kamu atau anak mengalami salah satu dari masalah berikut, jangan tunda lagi untuk segera hubungi dokter:

  • Rasa sakit yang intens tanpa sebab, seperti rasa sakit di daerah perut, dada, tulang, atau persendian
  • Bengkak pada tangan atau kaki
  • Bengkak di daerah perut, khususnya sakit saat disentuh
  • Pengidap anemia sel sabit memiliki tingkat risiko lebih tinggi terkena infeksi dan demam yang juga merupakan tanda awal infeksi
  • Kulit pucat
  • Kulit kuning atau putih di mata
  • Beberapa gejala stroke, berupa:
  1. Mati rasa atau terasa lemah di salah satu bagian wajah, lengan, atau kaki
  2. Kebingungan
  3. Mendadak kehilangan pandangan

Satu-satunya pengobatan untuk anemia sel sabit adalah transplantasi sumsum tulang atau transplantasi sel induk. Sumsum tulang adalah jaringan lunak dan lemak di dalam pusat tulang tempat sel darah dibuat.

Transplantasi sumsum tulang atau sel induk adalah prosedur yang mengambil sel-sel sehat yang membentuk darah dari satu pendonor, lalu menempatkannya pada seseorang yang sumsum tulangnya tidak berfungsi dengan baik.

Transplantasi sumsum tulang atau sel punca sangat berisiko, dan bisa memberikan efek samping yang serius, termasuk kematian. Maka, agar transplantasi dapat bekerja, sumsum tulang harus cocok. Biasanya, pendonor terbaik adalah saudara laki-laki atau perempuan.

Transplantasi sumsum tulang atau sel induk hanya digunakan dalam kasus anemia sel sabit yang sudah parah, ya. Kamu juga perlu tahu jika ada beberapa perawatan yang dapat membantu meringankan gejala dan mengurangi komplikasi:

  • Antibiotik mencoba mencegah infeksi pada anak kecil
  • Penghilang rasa sakit untuk nyeri akut atau kronis
  • Hydroxyurea, obat yang telah terbukti mengurangi atau mencegah beberapa komplikasi anemia sel sabit. Meningkatkan jumlah hemoglobin janin dalam darah. Namun, obat ini tidak cocok untuk semua orang, konsultasi dulu dengan ahli, apakah kamu bisa menerimanya atau tidak. Dan tentu, obat ini tidak aman dikonsumsi selama kehamilan, ya.
  • Imunisasi anak untuk mencegah infeksi
  • Transfusi darah untuk anemia berat.
Related image
sciencenordic.com

Kalau kamu memiliki beberapa komplikasi serius, seperti stroke, biasanya akan sangat mungkin untuk kamu memiliki transfusi guna mencegah lebih banyak komplikasi. Agar tetap sehat, pastikan kamu:

  • Mendapatkan perawatan medis secara rutin,
  • Menjalani gaya hidup sehat, dan
  • Menghindari situasi yang bisa memicu krisis rasa sakit.
SHARE

Warning: A non-numeric value encountered in /srv/users/serverpilot/apps/gulalivesco/public/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 352

LEAVE A REPLY