Aneka Olahan dari Tomat: Mudah Dibuat, Nilai Ekonomi Tinggi

0
2,969 views

Gulalives.com, JAKARTA – Belakangan ini kita dengar atau saksikan, petani membuang hasil panenan tomat karena harga jualnya amat rendah, yakni sekitar Rp 200 per kilogram. Tentu saja ini tak sebanding dengan upaya yang mereka keluarkan untuk merawat tanaman tomat hingga berbuah.

Sayang sekali tomat dihargai sedemikian rendah di tengah harga sayur mayur yang melambung. Ironis? Tentu.
Mungkin jika kita tahu manfaat tomat, kita akan merasa sayang membuangnya. Karena sejatinya tomat bisa diolah menjadi berbagai makanan yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Gulalives merangkum sejumlah makanan yang bisa diolah dari bahan dasar tomat. Sudah tentu, bahan olahan tomat ini memiliki nilai ekonomi lebih tinggi ketimbang menjualnya dalam bentuk tomat segar.
Silakan simak paparannya di bawah ini. Jika ingin mencoba, silakan ya:

1.Sari tomat

Bahan: Tomat 1-2 kg, gula pasir, natrium benzoat, air bersih 2 liter, CMC 0,2%.

Pembuatan:
Buah tomat dicuci dengan air mengalir, selanjutnya dikupas dan buang bijinya. Tomat dihancurkan dengan blender hingga menjadi bubur tomat, disaring menggunakan kain saring, diperas, dan diambil sarinya. Hasil saringan ini ditambahkan air (1 : 2) dan diendapkan. Hasil endapan cairan ditambahkan gula, CMC, benzoat dipanaskan hingga mendidih (20-30 menit). Kemudian angkat, selanjutnya tomat dimasukkan dalam botol lalu disterilisasi selama 30 menit. Kemudian didinginkan sampai sesuai dengan suhu kamar, baru ditutup.

2.Yogurt tomat

Bahan:
Sari tomat 1 liter, susu skim 5%, gula (sukrosa) 10%, starter yogurt 1 botol.

Pembuatan:
1. Siapkan sari tomat sebanyak 1 liter. Tambahkan susu skim sebanyak 5%, gula 10%.
2. Campuran sari tomat dipasteurisasi pada suhu 85-90 derajat C selama 30 menit. Setelah selesai dipasteurisasi, dinginkan.
3. Setelah dingin, siap untuk diinokulasi dengan starter yogurt sebanyak 5-10%, kemudian diinkubasi pada suhu 37 derajat C selama 24 jam. Kalau tidak ada incubator, bisa diinkubasi pada suhu ruang.
4. Yogurt hasil inkubasi dikemas ke dalam cup bersih dan steril.

3.Saos tomat

Bahan:
Tomat 1 kg, merica, pala, gula, garam, vetsin, tepung kanji secukupnya, asam sitrat secukupnya, natrium benzoat.

Pembuatan:
1. Buah tomat dicuci dengan air mengalir, lalu dibelah menjadi dua. Biji dan air di dalam buah tomat dibuang.
2. Tomat dikupas kulitnya (kulit dibuang), lalu daging dihancurkan dengan blender hingga menjadi bubur tomat. Selanjutnya bubur tomat dimasukkan ke dalam wajan.
3. Bumbu (merica, pala, gula dan garam) dihaluskan, kemudian dimasukkan ke dalam wajan. Tambahkan vetsin (jika perlu, tidak juga tak apa-apa).
4. Tepung kanji (ditambah sedikit air) digunakan untuk membentuk kekentalan saos tomat.

4.Selai tomat

Bahan:
Tomat 1 kg, gula 1/2 kg, asam Sitrat 0,2%, natrium benzoat 0,1%

Pembuatan:
1. Tomat segar 1 kg dicuci bersih. Belah menjadi 2 bagian, biji dan air pada bagian dalam tomat dibuang.
2. Daging tomat dihaluskan dengan blender sampai menjadi bubur tomat. Selanjutnya tambahkan dengan gula sebanyak 50% dan asam sitrat 0,2%.
3. Campuran bubur dimasak dengan api kecil dan diaduk hingga mengental (kurang lebih selama 20-30 menit). Bila perlu dapat pula ditambahkan natrium benzoate (sebagai pengawet) sebanyak 0,1% dari berat bubur tomat.
4. Sari tomat dimasukan dalam botol lalu sterilisasi selama 30 menit. Kemudian dinginkan sampai dengan suhu kamar, baru ditutup.

5. Puree tomat
Puree merupakan produk serupa bubur dengan viskositas atau kekentalan sedang. Puree dibuat dengan cara memasak bubur atau slurry daging buah tomat dengan gula hingga diperoleh kekentalan yang diinginkan. Penelitian badan pangan dunia FAO-WHO menunjukan bahwa kandungan likopen tidak rusak dan jumlahnya tidak jauh berubah selama pemanasan. Bahkan kandungan likopen akan meningkat 10 kali lipat ketika tomat diolah menjadi saus atau pasta tomat.

Likopen merupakan bagian dari karotenoid yang larut dalam lemak, namun likopen yang larut di dalam lemak justru sulit diserap oleh tubuh. Karenanya, disarankan mengolah tomat dengan cara direbus atau dikukus. Puree merupakan satu cara untuk pengoalahan agar tomat dapat diawetkan dan memiliki nilai tambah bagi pendapatan petani.

Bahan:
Tomat 1-2 kg, gula pasir 5% (b/v), natrium benzoat 0,1% (b/v)

Pembuatan:
1. Tomat dicuci dengan air mengalir, belah menjadi 2 bagian.
2. Daging buah tomat diblansing pada suhu 100 derajat C selama kurang lebih 3 menit.
3. Setelah ditiriskan, kulit buah tomat dikelupas. Daging buah tomat dihancurkan dengan blender hingga menjadi bubur tomat.
4. Bubur tomat ditambahkan dengan gula secukupnya (sesuai selera).
5. Campuran bubur tomat dimasak dengan api kecil dan diaduk hingga mengental (kurang lebih selama 15-20 menit).

6.Jelly tomat

Bahan A:
Gelatin bubuk 100 gram, sari tomat mendidih 250 gram, pengering 1/2 sdt
Bahan B:
Agar-agar 2 bungkus, sari tomat 160 gram, gula pasir 600 gram, zitrunsur 10 gram, glukosa 80 gram.

Pembuatan:
1. Bahan A: Campur air panas dengan gelatin hingga gelatin larut, lalu masukkan pengeringnya aduk kembali hingga rata, sisihkan.
2. Bahan B: Masak agar-agar dengan air hingga agar-agar larut. Kemudian masukkan gula pasir aduk kembali sampai gula larut. Tambahkan zitrunsuur aduk kembali hingga tercampur rata. Kemudian masukkan glukosa, aduk kembali hingga tercampur.

Campur bahan A dan bahan B aduk hingga rata, lalu beri warna sesuai selera. Selanjutnya tuang diloyang atau dicetak sesuai selera dan diamkan selama 1 malam. Potong sesuai selera lalu taburi dengan gula pasir dan angin-anginkan hingga kering. Selamat mencoba. (VW/SY/berbagai sumber).

LEAVE A REPLY