Mengapa Wanita Meninggalkan Pasangan Meski Masih Cinta?

pinterest.com

Gulalives.co – Muncul pertanyaan, mengapa wanita meninggalkan pasangan meski ia masih cinta? Ada banyak alasan yang membuat seorang wanita meninggalkan pasangannya. Selain masalah cinta, ada banyak hal penting yang seharusnya terpenuhi dalam sebuah hubungan pernikahan. Lantas, apa yang membuat seorang wanita bisa meninggalkan pasangannya, meski perasaan sayang masih begitu dalam?

Related image
nyweddingco.wordpress.com

Tidak sedikit masalah yang ada dalam hubungan, bisa membuat wanita meninggalkan pasangannya. Namun, ada satu alasan besar yang membuat banyak wanita berani meninggalkan pasangan yang dicintainya, yakni tidak ada kehadiran pasangannya secara utuh.

Justice Schanfarber, seorang konselor asmara dan pernikahan di Kanada, mengatakan bahwa wanita yang merasa suami atau pasangannya tidak pernah ada di hari-harinya, apalagi saat dibutuhkan, akan lebih memilih untuk meninggalkannya, daripada harus melanjutkan hubungan.

Terlalu sibuk dengan pekerjaan, asyik bermain game, menghabiskan waktu bersama teman-teman, atau bahkan tidak pernah meluangkan waktu yang berkualitas bersama, menjadi salah satu penyebab keretakan dalam hubungan pernikahan, yang membuat wanita meninggalkan pasangan.

Kehadiran pria yang dibutuhkan wanita pun tidak hanya secara fisik, melainkan secara hati dan pikiran. Wanita bisa merasakan kapan pasangannya hadir secara utuh bersamanya, dan kapan hanya fisiknya saja yang ada sebagai formalitas. Padahal, bagi wanita kehadiran adalah hal paling penting yang sangat dibutuhkan dalam sebuah hubungan.

Baca Juga: Sebenarnya, Bisakah Kita Menghindari Perceraian?

Kalau selama ini pasanganmu hanya hadir secara fisik, ia harus bisa mencoba membenahi diri untuk memberikan kehadiran yang utuh untukmu, dari mulai hati, perasaan, hingga pikiran.

Hadir secara hati dan perasaan artinya suamimu benar-benar mencurahkan semua perasaan cintanya hanya padamu, tidak ada orang lain di luar hubungan kalian, seperti mantan atau pengganggu lainnya.

Selain itu, suami juga perlu hadir secara pikiran saat sedang bersamamu. Hadir secara pikiran artinya saat kalian sedang bersama, maka pikiran benar-benar terfokus pada satu sama lain. Fokus dengarkan cerita masing-masing, dan ikut merasakan emosi yang sedang dirasakan pasangan, bukan justru asik main HP atau game online.

Biasanya, wanita bisa dengan jeli membedakan kapan pasangan hadir seutuhnya dan kapan tidak. Mungkin selama ini suamimu tidak pernah menyadarinya, tapi kita sebagai istri sangat bisa saja merasakannya, dan lebih sering memendamnya terlalu lama. Akibatnya, jika perasaan kesepian ini terus hadir, bukan tidak mungkin menjadi penyebab seorang wanita meninggalkan pasangan, meski rasa cintanya masih ada.

Tak melulu lewat pertemuan langsung, kehadiran suami juga bisa sangat terasa meski hanya melalui telepon. Maka, suami juga perlu banyak belajar untuk terus menghadirkan dirinya secara utuh untuk kamu.

Tapi kamu juga perlu menghargai jika ia perlu waktu, untuk kerja, atau menggeluti hobi positifnya. Kuncinya adalah seimbang dan jangan setengah hati saat kalian meluangkan waktu untuk satu sama lain.

Image result for broke marriage
thehippocket.com.au

Jika dalam satu hari kalian tidak punya banyak waktu, upayakan untuk meluangkan waktu lima menit saja, agar kalian benar-benar hadir untuk satu sama lain. Cobalah untuk benar-benar berbincang dan menghabiskan waktu berkualitas berdua, dan saling mendengarkan satu sama lain.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here