6 Alasan Seseorang Berbohong ini Bahaya Jika Terus Menjadi Kebiasaan

0
37 views
rewireme.com

Gulalives.co – Tiap orang pasti pernah berbohong, setidaknya sekali dalam seumur hidup. Entah apa pun alasannya. Namun, jika berbohong sudah menjadi kebiasaan, dan terus dilakukan, apalagi jika alasan seseorang berbohong masih bisa diusahakan untuk dihindari, mengapa harus terus terbiasa berbohong? Apa saja alasan seseorang berbohong yang paling umum digunakan?

Related image
mthbnd.wordpress.com

Demi Kebaikan

Berbohong demi kebaikan adalah alasan seseorang berbohong yang paling umum terlontar. Karena tindakan ini terlihat benar. Meskipun dibolehkan, banyak dari kita yang hanya memakai alasan ini bukan karena demi kebaikan, tapi demi terhindari dari ketidaknyamanan.

Kamu yang memilih untuk menutupi kebenaran yang terasa pahit, daripada harus melihat orang-orang terdekat terluka jika mengetahui faktanya, harus tahu jika sebenarnya mereka lebih memilih untuk kecewa mendengar kebenaran pahit, daripada merasa senang karena hal yang fiktif. Karena, lama kelamaan mereka juga akan tahu yang sebenarnya, dan tetap kecewa.

Terbiasa

Banyak orang yang terus menerus berbohong karena menganggap bahwa kebohongan bukanlah sesuatu yang salah atau patut dibesar-besarkan. Mereka tidak berpikir kalau berkata bohong akan membawa efek yang buruk, karena saat alasan seseorang berbohong adalah karena terbiasa, mereka justru tidak menyadari jika hal yang harus ditutupi itulah yang akan menjadi masalah berikutnya.

Tidak Nyaman

Kebiasaan berbohong lama-lama akan membuat si pembohong merasa bangga akan keahliannya merangkai bualan, yang berhasil menipu banyak orang. Kepercayaan diri inilah yang akhirnya mendorong dia untuk terus melanjutkan kebohongan dengan bualan-bualan baru lainnya. Pada akhirnya, alasan seseorang berbohong ini akan membuat mereka terus berbohong karena sudah telanjur nyaman.

Baca Juga: Bagaimana Cara Membaca Gerak-gerik Seseorang yang Berbohong?

Menutupi Kebohongan Sebelumnya

Sekali Anda berbohong, mau tidak mau Anda harus mempersiapkan kebohongan berikutnya untuk mendukung jalan cerita bualan agar terdengar masuk akal. Apapun alasan berbohong Anda sebelumnya, reaksi berantai ini hampir selalu akan terjadi.

Pasalnya, saat kebohongan itu muncul, kemungkinan besar rekan Anda akan bertanya hal lain yang berhubungan tentang itu. Akhirnya, otak Anda kembali membuat kebohongan baru. Makin lama, kebohongan yang Anda buat akan semakin banyak.

Tidak Sengaja

Namun, ada juga alasan seseorang berbohong karena tidak sengaja. Seperti saat kamu dihadapkan oleh suatu masalah yang tidak terkendali, wajar jika kamu merasa stres. Mulai dari rasa cemas, takut, panik, keringat deras, jantung berdebar, dan perasaan lainnya.

Maka, respon stres alami ini kemudian akan menghidupkan satu respon lainnya, yakni respon ‘bagaimana saya harus keluar dari masalah ini secepatnya tanpa masalah baru’. Salah satu caranya adalah berbohong. Otak akan dengan cepat memberikan sugesti dan mencari cara tercepat untuk mengatakan hal yang fiktif, sehingga kamu bisa cepat keluar dari situasi buruk tersebut.

Pasif Agresif

Alasan seseorang berbohong adalah pasif agresif, yakni mereka yang berbohong ketika ditanya oleh teman atau kerabatnya tentang kehidupan pribadi. Familiar dengan kebohongan macam ini? “Pasanganku gak ikut datang karena lagi ngejar proyek di luar negeri” Kenyataannya mereka baru saja putus cinta.

Related image
youtube.com

Alasan berbohong ini mungkin didasari oleh rasa ketidakpuasan pribadi atas apa yang ia punya, atau dapatkan saat itu, sehingga berbohong dijadikan jalan untuk memperindah hidupnya agar orang-orang yang mendengarnya terkesima atau mengagumi dirinya. Padahal, di balik kebohongan itu, sebenarnya tersimpan mimpi yang besar. Keinginan untuk memiliki kehidupan seperti yang ia sebutkan dalam kebohongan.

LEAVE A REPLY