Begini Kondisi Air Ketuban Ibu Hamil yang Tidak Normal

healthreflect.com

Gulalives.co – Air ketuban memiliki peran yang sangat penting bagi janin. Cairan ini bisa diibaratkan sebagai perisai yang melindungi janin, jika terjadi benturan. Namun, dalam beberapa kasus, ada juga ibu hamil yang mengalami masalah pada cairan ini. Dan air ketuban tidak normal ini bisa berupa kelebihan atau kekurangan. Keduanya sama-sama dapat menimbulkan berbagai macam masalah untuk ibu pun janin. Sebelumnya, kamu perlu tahu ciri-cirinya yang normal adalah:

Related image
eng-archive.aawsat.com
  • Cairan bening atau berwarna agak kekuningan, mempunyai bercak putih, juga terdapat lendir pun darah,
  • Tidak berbau, dan
  • Terasa hangat.

Pada dasarnya, air ketuban akan terus meningkat selama kehamilan. Namun, saat usia kandungan mencapai 38 minggu, volumenya pun akan berkurang, untuk mempersiapkan kelahiran. Lantas, berapa perkiraan volume yang normal? Berikut penjelasannya:

  • Usia kehamilan 12 minggu, berkisar 60 mililiter,
  • Usia 16 minggu, sekitar 175 mililiter, dan Usia 34 hingga 38 minggu, volumenya kira-kira 400 hingga 1.200 mililiter.

Lalu, kondisi air ketuban tidak normal seperti apa yang perlu kamu ketahui?

Kekurangan cairan ketuban disebut oligohidramnion, dalam dunia medis. Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari:

  • Dehidrasi,
  • Hipoksia kronis,
  • Preeklamsia,
  • Diabetes,
  • Kehamilan kembar, hingga
  • Tekanan darah tinggi yang kronis.

Kondisi air ketuban yang sedikit dalam waktu lama bisa menyebabkan perkembangan janin menjadi tidak normal. Seperti timbulnya masalah di paru-paru yang disebut dengan hipoplasia paru, hingga meningkatkan risiko komplikasi saat persalinan.

Volume cairan ketuban yang rendah terkadang juga bisa membatasi pergerakan janin. Alhasil, janin pun bisa tertekan, karena ruang yang sempit. Inilah yang bisa menyebabkan kelainan pada janin. Sedangkan, jika kekurangan cairan ketuban terjadi di dekat waktu kelahiran, mungkin janin akan mengalami kelahiran prematur.

Baca Juga: Ciri-ciri Air Ketuban Pecah

Kelebihan air ketuban ditandai dengan rahim ibu yang mengembang lebih cepat, sehingga terlihat lebih besar. Kondisi ini juga bisa membuat ibu mengalami ketidaknyamanan pada perut, sesak napas, nyeri punggung, hingga bengkak pada kaki dan pergelangan tangan.

Selain itu, kelainan janin yang menyebabkan janin sulit menelan cairan, tapi ginjalnya terus menghasilkan cairan, juga bisa menjadi penyebabnya. Air ketuban yang berlebihan pun kekurangan juga bisa disebabkan oleh kondisi-kondisi di bawah ini:

Related image
doktersehat.com
  • Infeksi, misalnya toksoplasma atau rubella.
  • Sindrom transfusi pada janin kembar. Kondisi ini terjadi bila salah satu janin menerima terlalu banyak darah dari plasenta, sehingga cairan yang dikeluarkan janin tersebut melalui urine bertambah banyak, dan berakibat volume air ketuban meningkat tajam.
  • Timbulnya masalah pada plasenta, jika plasenta tidak memberikan darah dan nutrisi yang cukup untuk bayi, maka akan memungkinkan ia berhenti mendaur ulang cairan.
  • Terjadinya penumpukan cairan di salah satu bagian janin.
  • Kondisi kromosom yang tidak normal, seperti down syndrome, atau sindrom Edrward.
  • Gangguan kesehatan janin, seperti adanya kelainan saluran percernaan atau sistem saraf pusat pada janin, bisa juga gangguan kendali otot dan anemia pada janin.
  • Ketidaksesuaian darah antara ibu dan janin, di mana sel darah bayi diserang sel darah ibu.
  • Terjadinya penumpukan cairan di salah satu bagian janin.
  • Penggunaan obat-obatan.
  • Masalah pada perkembangan ginjal atau saluran kemih bayi, sehingga produksi air seni akan lebih sedikit, dan hal ini bisa membuat cairan ketuban rendah.
  • Usia kehamilan sudah melewati batas, akibatnya bisa menurunkan fungsi plasenta yang membuat cairan ketuban berkurang.
  • Adanya kebocoran atau pecahnya dinding ketuban yang membuat air ketuban keluar dari rahim.
SHARE

Warning: A non-numeric value encountered in /srv/users/serverpilot/apps/gulalivesco/public/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 352

LEAVE A REPLY