Ada Tawa Jejeritan dan Parade Selfie di Ajang Depok Color Run

Gulalives.com, DEPOK – Fitri dan dua temannya terlihat tertawa lepas tatkala sekujur badan mereka, mulai ujung rambut sampai ujung kaki, belepotan bubuk warna-warni. Mereka dan ribuan peserta lain terlihat fun mengikuti ajang Depok Color Run di Grand Depok City, pada Minggu pagi (24/5).

Start awal lari dimulai jam 7 pagi, setelah sebelumnya seluruh peserta melakukan senam Zumba. Semua peserta memakai baju putih. Setiap melewati beberapa zona lari yang ditentukan, pakaian mereka akan disiram oleh panitia dengan bubuk berwarna-warni. Bubuk yang telah teruji aman untuk kulit itu tak lain adalah campuran tepung maizena dan pewarna alami.

Suara jeritan dan kehebohan terdengar sahut-menyahut, ketika para peserta melintasi setiap pos powder. Namun, banyak juga dari mereka yang terlihat senang bahkan sengaja berselfie ria dengan tongsis. Sudah pasti setibanya di garis finish, kaos putih mereka sudah berubah seperti warna pelangi.

“Ternyata color run itu seru banget. Ini event lari yang fun, karena seluruh tubuh kita menjadi warna-warni. Karena ini pertama kalinya diadakan di Depok, jadi kita nggak mau ketinggalan. Udah ya, kita mau selfie dulu nih,” ceplos Fitri bersemangat yang langsung mengajak teman-temannya untuk pasang berbagai pose narsis lewat kamera ponselnya.

Fitri dan teman-temannya berharap, event Color Run akan ada lagi di Depok. “Moga tahun ini bisa diadakan lagi,” harap siswi kelas XI SMK Prisma, Depok.
Keinginan serupa juga dilontarkan oleh Hafit, mahasiswa semester 6 Universitas Gunadarma, Depok. “Sering-sering dong acara color run digelar di Depok. Ajang ini seru banget, nyetel abis sama gaya hidup anak-anak muda sekarang,”katanya.

Perhelatan Depok Color Run semakin yahud dengan dentuman musik house yang ditampilkan oleh TimRendy dan Italiani. Nggak ketinggalan stage act gokil dari grup musik Dekat yang dulunya merupakan kuartet vokal Tangga.

Menurut Bengbeng Nobi, Event Director ajang Depok Color Run, antusiasme warga Depok sangat tinggi dalam menyambut event ini.

“Masyarakat kita mengenal lari sebagai olahraga sederhana dan praktis. Karena, lari dapat dilakukan kapan dan di mana saja. Melalui event color run, olahraga lari menjadi sebuah gaya hidup dengan berlari santai, fun dan tentunya juga menyehatkan badan,” terang bos Ceri Records tersebut.

Lanjut Bengbeng, ajang color run ini bukan seberapa cepat kamu menyelesaikan lintasan, namun lebih mengusung keceriaan yang membuat hidup lebih penuh warna.

“Acara ini bukan hanya sekedar lari santai 4 kilometer saja, namun seperti festival penaburan warna setelah peserta mencapai finish. Dikatakan menyenangkan, karena semua bisa narsis dan melakukan selfie bersama teman, keluarga, dan para panitia,” imbuhnya.

Melihat animo warga Depok yang cukup tinggi terhadap Color Run, Bengbeng tidak menampik akan kembali menyelenggarakan event ini di akhir tahun 2015 nanti. “Kalau memang masyarakatnya request satu tahun ada 2 kali color run, saya rasa tidak masalah,” pungkasnya. (WI/VD)

LEAVE A REPLY