9 Cara Meminta Bantuan Suami Tanpa Mengomel

Sebagian istri merasa frustasi bagaimana cara meminta bantuan suami tanpa mengomel (Foto: Gawker)

Gulalives.com, JAKARTA – Sebagian istri merasa frustasi bagaimana cara meminta bantuan suami tanpa mengomel. Terapkan sembilan untuk sekaligus menjaga hubungan bersama pasangan.

Kamu merasa seperti tidak mendapatkan bantuan yang kamu butuhkan dari suami, rasanya sulit untuk tidak mengomel saat memintanya. Kamu ingin suami bisa bekerja sama dengan segala tanggung jawab di rumah.

Cerewet dan mengomel lekat dengan wanita. Kalau suami merespons segera apa yang kamu katakan, maka omelan untuknya tentu tidak akan diperlukan, kan? Namun, matanya terpaku pada program olahraga di TV atau video game di komputer. Dia begitu tenggelam dengan apa yang dia lakukan, tidak melihat bahwa kamu sudah memintanya kesekian kali untuk membantunya. Omelanmu pun keluar karena rasa putus asa.

Meskipun kecenderungan wanita untuk cerewet, tidak ada wanita yang ingin dikenal sebagai “Si Cerewet”. Karena itu, ketika permintaan kamu kepada suami tidak didengarkan, cobalah untuk tenang dan terapkan beberapa tips.

Terapkan satu per satu dalam situasi di mana kamu terbiasa mengomel. Praktikkan secara konsisten sampai hal-hal tersebut menjadi kebiasaan. Kamu akan mendapatkan bukan hanya kerjasama dan perhatian dari suami, tetapi juga kasih sayang bahkan lebih banyak daripada sebelumnya.

Nyatanya, omelanmu adalah strategi yang salah untuk membuatnya mendengar permintaanmu. Kamu harus melakukan strategi selain mengomel sehingga suami mau mendengarkan dan hubungan kalian berdua bisa terjaga baik. Berikut adalah sembilan cara meminta bantuan suami tanpa mengomel, dikutip Youqeen:

1. Sampaikan dengan lembut, tapi tegas

(Foto: Biblicalgenderroles)
(Foto: Biblicalgenderroles)

Berbicara kepada suami dengan suara sedih ataupun bernada tinggi tidak akan membuatnya beranjak dan mau membantu kamu. Sebaliknya, dekati dia dengan baik. Gunakan nada tidak menuduh dan tenang, namun tekankan pesan yang ingin kamu sampaikan. Katakan padanya bahwa kamu membutuhkan bantuan. Namun, hal ini efektif hanya jika perhatiannya sudah pada kamu, dan bukan pada apa yang dia lakukan.

2. Waktu adalah segalanya

Pria berpikir dengan cara yang lebih sederhana dibanding wanita. Membombardir dia dengan permohonanmu saat bangun tidur atau setelah dia melewati hari yang melelahkan di tempat kerja tidak akan membantu niat kamu.

Bicara padanya saat kamu berdua tengah santai dan tenang. Dengan cara ini, dia bisa mendiskusikan berbagai hal secara objektif tanpa menghakimi. Kamu kemudian dapat mencapai solusi terbaik (win-win solution).

3. Spesifik

(Foto: Sheknows)
(Foto: Sheknows)

Terkadang mengatakan, “Aku perlu bantuan melakukan pekerjaan rumah tangga” tidak akan menempel di kepalanya. Katakan padanya secara spesifik, tugas apa yang kamu perlukan darinya. Kamu dapat mengatakan sesuatu, seperti “Tolong bantu buang sampah” atau “Tolong potong rumput”, yang lebih mudah baginya untuk memahami permintaanmu.

Hal ini terkadang membantu untuk menunjukkan jenis bantuan yang kamu perlukan. Pasalnya, kadang alasan suami tidak meluluskan permintaanmu karena dia tidak tahu bantuan apa yang sebenarnya kamu butuhkan.

4. Katakan “Tolong”

Kata “Tolong” menyimpan banyak keajaiban. Kata ini membuat kamu terdengar tidak memerintah. Kata ini juga membuatnya merasakan dan berpikir bahwa kamu berdua dalam posisi setara dalam hubungan, dan bukan kamu sebagai bosnya. Terkait hal ini, harga diri pria bisa sangat tersentil. Ketika dia menilai kamu tidak bossy, dia lebih cenderung mengindahkan permintaanmu.

5. Jangan lupa mengucapkan “Terima kasih”

(Foto: Focusonthefamily.)
(Foto: Focusonthefamily.)

Jika kata “Tolong” berhasil membuat suami mau mengabulkan permintaanmu, jangan lupa untuk mengatakan kepadanya betapa kamu menghargai atas pekerjaan yang telah dia lakukan.

Lakukan ini secara konsisten, kamu pun akan terkejut di waktu berikutnya. Dia tidak hanya akan membantu, bahkan rela tanpa diminta untuk melakukan pekerjaan tersebut.

6. Jangan membuatnya seperti orang jahat

Menempatkan dia di kursi panas hanya akan membuatnya menjauhkan diri dari kamu. Dia akan sengaja mengabaikanmu, dan situasi hubungan kamu berdua pun memburuk.

Jadi, daripada menyalahkan dia, fokus pada situasi, bagaimana perasaanmu dan bagaimana dia dapat membantu kamu merasa lebih baik. Berkomunikasi dengan dia secara terbuka dan mengubah percakapan pada bagaimana hal itu mempengaruhi kamu, bukan menunjukkan betapa dia orang yang jahat.

Kamu tentu tidak ingin menyakiti ego dan membuatnya merasa kurang jantan. Hal itu justru membuat kamu semakin jauh mencapai keinginan. Praktekkan teknik diplomasi, dan kamu akan melihat bagaimana hal itu dapat mengatasi situasi tanpa kamu perlu banyak berargumen.

7. Beri dia imbalan

(Foto: Drlinaman)
(Foto: Drlinaman)

Kamu bisa memberitahu permintaanmu kepadanya, bahkan tanpa berbicara. Tulis semuanya pada selembar kertas, dan letakkan di mana dia bisa melihatnya.

Kamu juga dapat mengirimkan pesan teks berisi daftar hal-hal yang kamu ingin dia melakukannya. Apapun cara yang kamu pilih, pastikan untuk mengakhiri pesan dengan “Apa keuntungan yang bisa dia dapatkan?” sehingga dia akan merasa termotivasi dengan imbalan tersebut.

8. Memahami dia daripada melompat ke kesimpulan

Apakah pernah terjadi pada kamu, dia memiliki banyak alasan atas tindakannya? Hal itu mungkin akibat kamu berasumsi bahwa tidak pernah membantu. Sebaliknya, kamu harus berkomunikasi dengan dia.

Mungkin alasan dia tidak membantu membuang sampah adalah karena lelah setelah seharian sibuk bekerja, bukan karena dia malas. Tanyakan padanya. Kamu mungkin akan mendapatkan jawaban tidak terduga sehingga tidak lagi berasumsi.

9. Ingat bahwa kamu bersama-sama

(Foto: Markmerrill)
(Foto: Markmerrill)

Kamu dan dia bukan musuh, tapi partner dalam tim yang akan melewati berbagai momen bersama dari waktu ke waktu. Ketika kamu mengatasi situasi dari perspektif di atas, kamu cenderung akan bertindak lebih penuh kasih terhadapnya. Kamu akan lebih berhati-hati dalam berkata-kata. Kamu akan lebih sabar dan pengertian.

SHARE

Warning: A non-numeric value encountered in /srv/users/serverpilot/apps/gulalivesco/public/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 352

LEAVE A REPLY