8 Makanan Khas Sunda yang Semakin Langka

0
7 views
makanansehat.biz

Gulalives.co – Makanan khas Sunda itu ragam rupanya. Mulai dari jajajan hingga makanan berat. Bicara tentang makanan berat, nasi liwet, nasi timbel, karedok, dan gepuk adalah beberapa contoh masakan Sunda yang jadi primadona. Masakan tersebut dijajakan di pedagang kaki lima hingga rumah makan ternama. Sayangnya, seiring dengan kian populernya beberapa kuliner khas Sunda, banyak pula masakan Sunda yang mulai terlupakan alias langka.

Kuliner tradisional perlahan tergerus dan tersisihkan seiring dengan munculnya waralaba kuliner asing di berbagai kota. Hal ini membuat terjadinya pergeseran cita rasa dan selera. Karena menurunnya minat pembeli, produksi berkurang, dan keberadaannya pun perlahan menghilang. Kalau makan ke rumah makan Sunda, beberapa makanan ini mulai susah ditemukan atau mungkin ‘nggak ada di daftar menu yang tersedia.

Ulukuteuk Leunca

Related image
sajiansedap.grid.id

Ulukuteuk leunca adalah tumisan pedas dengan bahan dasar leunca (ranti) dan oncom. Masakan ini memang tidak terlalu susah ditemukan di rumah makan Sunda. Sayangnya, penggemar makanan ini didominasi oleh para orang tua, dan dianggap kurang berselera di kalangan anak muda.

Geco

Related image
seratus.id

Makanan ini sangat dekat dengan bumbu dari tauco. Jika kamu datang ke daerah Cirebon ataupun ke daerah Cianjur biasanya tauco selalu disajikan dalam bentuk botolan untuk teman makan seperti layaknya sambal. Geco merupakan singkatan dari toge dan tauco. Proses penyajiannya hampir mirip dengan toge goreng yang menggunakan bahan dasar tauge kemudian dilumuri dengan bumbu tauco yang gurih nikmat dan sedikit kecut.

Perbedaannya dengan toge goreng makanan khas Sunda yang satu ini disajikan dengan potongan ketupat, telur, tahu, dan cuka lahang yang menjadi salah satu sajian khas Sunda lainnya sehingga kita rasanya semakin nikmat dan autentik.

Bapatong

Related image
klikhotel.com

Kuliner dari Jawa Barat atau dari Sunda memang sangat dekat dengan singkatan-singkatan Seperti Bapatong ini. Bapatong merupakan singkatan dari bakso ketupat gentong. Untuk bisa menikmati kuliner yang satu ini kamu bisa datang ke Jalan Surya Kencana Bogor. Kuliner yang satu ini memang sedikit berbeda dengan sajian satu mangkuk bakso karena makanan khas Sunda yang satu ini disajikan dengan potongan ketupat yang dipotong seperti dadu serta potongan iga sapi yang nikmat ditambah dengan kaldu sapi, tahu, bakso, dan mie kuning.

Angeun Tutut

Image result for Angeun Tutut nikmat
klikhotel.com

Olahan siput yang terkenal di Jawa Barat adalah angeun tutut. Bahan dasarnya adalah siput sawah yang dalam bahasa Sunda disebut tutut. Angeun tutut dibuat dengan bumbu kunyit yang dicampur berbagai rempah. Angeun tutut ini paling cocok untuk teman kumpul keluarga. Hingga saat ini, tutut masih mudah ditemukan di pasar kaget hari minggu kayak di Gasibu. Tapi, cukup sulit menemukan menu tutut di rumah makan atau restoran.

Bakakak Hayam

Image result for Bakakak Hayam
sundadomian.blogspot.com

Bakakak hayam adalah ayam bakar khas Sunda. Seekor ayam utuh yang telah dibersihkan jeroannya, dibelah tengahnya, dilumuri bumbu dan ditusuk arah menyamping pada bagian dada, kemudian siap dipanggang di atas bara api. Masakan ini akan sangat nikmat bila ditemani nasi hangat, sambal dan lalapan. Bakakak hayam seringkali disajikan di acara pernikahan Sunda sebagai bagian dari acara adat. Tak banyak restoran Sunda yang menyajikan menu bakakak hayam. Kebanyakan menyediakan menu ayam potongan.

Baca Juga: Cobain 8 Kreasi Ayam Bumbu ini di Rumah!

Kadedemes

Related image
pintaram.com

Kadedemes adalah olahan tumis kulit singkong khas Sunda Jawa Barat. Kuliner yang satu ini tergolong kuliner yang sangat unik karena menggunakan olahan kulit singkong yang menjadi resep warisan masyarakat Sunda. Sesuai dengan namanya kadedemes yang berarti sayang untuk dibuang artinya kulit singkong pun masih bisa diolah menjadi makanan yang nikmat dan lezat tanpa harus menjadi limbah yang dibuang begitu saja.

Tumis Picung

Image result for Tumis Picung
cookpad.com

Dalam bahasa Indonesia, picung disebut kepayang atau kluwek yang masih muda. Masyarakat Jawa Barat dulu sering memasaknya sebagai tumisan untuk dijadikan teman makan nasi. Sebelum dikonsumsi atau diolah, picung direbus dahulu sampai matang, kemudian dikeluarkan dagingnya. Fyi, picung mentah mengandung sianida, sehingga berpotensi menyebabkan keracunan kalau tidak diolah dengan benar.

Sebetulnya kluwek juga dipakai dalam bumbu rawon atau sayur bronkos. Kluwek yang dijual dipasaran biasanya merupakan kluwek yang matang dan dibiarkan jatuh sendiri dari pohonnya. Setelah dikumpulkan, kluwek dimasukkan ke dalam karung dan dibiarkan terkena air hujan selama beberapa minggu agar mudah dikupas dan racunnya hilang.

Tumis Ampas Kecap

Image result for Tumis Ampas Kecap
cookpad.com

Tumis hampas kecap merupakan makanan khas Cirebon. Hampas kecap itu sendiri merupakan ampas atau limbah kedelai hitam yang menjadi bahan dasar pembuatan kecap. Karena cukup banyak produsen kecap lokal di Cirebon, tak heran kalau banyak orang Cirebon yang memanfaatkan ampas kecap ini untuk dijadikan bahan masakan, seperti tumisan. Jangan salah lho, ampas kecap ini masih mengandung protein dan rasanya juga gurih.

Masyarakat Sunda terutama anak muda sudah seharusnya bangga dengan keanekaragaman kuliner yang menjadi warisan budaya. Mari lestarikan kuliner Sunda dan membuatnya mendunia.

LEAVE A REPLY