8 Indikator Diabetes Ini Kerap Terabaikan, Apa Saja?

0
124 views
8 Indikator Diabetes Ini Kerap Terabaikan, Apa Saja?

Gulalives.com, JAKARTA – Indikator diabetes biasanya terlihat dari gejala yang terkait dengan kadar gula darah seperti banyak kencing, banyak minum dan banyak makan. Tapi ternyata ada lagi indikator diabetes yang cukup mengejutkan, karena sering kali tak disadari.

Banyak orang kadang tidak menyadari bahwa mereka telah menderita diabetes melitus, karena gejala diabetes kadang memang tidak mereka sadari. Lalu, apa saja indikator-indikator diabetes yang selama ini sering terabaikan itu?

Menurut USNews, berikut adalah 8 indikator diabetes yang sering tidak disadari:

1. Ukuran payudara besar

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Canadian Medical Association Journal, wanita dengan ukuran bra D atau lebih pada umur sekitar 20 tahun, adalah 5 kali lebih besar kemungkinannya untuk mengembangkan diabetes tipe 2 (karena gaya hidup). Hal ini karena ukuran payudara adalah faktor yang signifikan dari indeks massa tubuh (BMI).

2. Warna alis

Ketika beberapa rambut di kepala Anda sudah mulai berubah warna menjadi abu-abu tapi warna alis tetap gelap, maka Anda harus segera memeriksa kadar glukosa darah. Hal ini karena diabetes dapat menghambat proses memutihnya warna alis.

3. Bulan lahir

Sebuah penelitian terbaru yang diterbitkan di American Diabetes Association, menunjukkan bahwa bulan kelahiran berperan dalam perkembangan diabetes tipe 1. Hasil penelitian menunjukkan bayi yang lahir di musim semi (Maret-Juni) lebih mungkin untuk mengembangkan diabetes tipe 1. Penyebab pasti dari kondisi ini belum diketahui, tetapi para peneliti menduga hal ini disebabkan pola makan ibu atau paparan radiasi matahari.

4. Rambut rontok

Pasien diabetes yang mengalami aterosklerosis juga dapat mengalami rambut rontok atau rambut menipis. Hal ini terjadi karena ada penebalan dinding pembuluh darah yang mempersempit arteri di seluruh tubuh, termasuk kulit. Penyempitan pembuluh darah berarti menghambat pasokan oksigen, yang menyebabkan gejala seperti kehilangan rambut dan kulit mengkilat dan menebal. Rambut rontok tidak hanya terbatas pada satu area tertentu dari tubuh.

5. Paparan pestisida

Berdasarkan Agricultural Health Study, petani yang sering terkena pestisida dapat meningkatkan risiko diabetes, mengingat paparan jangka panjang terhadap pestisida dan herbisida telah diketahui dapat meningkatkan risiko diabetes.

6. Gangguan pendengaran

Kamu tidak boleh mengabaikan gangguan pada indera pendengaran, karena masalah pendengaran sekarang terkait dengan komplikasi diabetes. Orang yang menderita diabetes memiliki kemungkinan dua kali lebih besar mengalami gangguan pendengaran.

7. Kaki pendek

Beberapa studi yang dilakukan peneliti di Johns Hopkins University menemukan bahwa laki-laki dengan kaki pendek lebih mungkin untuk mengembangkan diabetes tipe 2 dibandingkan laki-laki dengan kaki panjang. Ini tidak berarti bahwa ada dampak yang tinggi bagi risiko diabetes, melainkan rasio panjang kaki. Temuan ini menunjukkan sesuatu yang lebih dalam hal risiko diabetes dan perkembangan janin.

8. Kerusakan gigi

Menurut Harvard Schools of Public Health and Dental Medicine, mereka yang memiliki penyakit periodontal atau gigi tanggal berisiko tinggi mengalami diabetes. Studi ini menemukan bahwa orang yang kehilangan gigi meningkatkan risiko diabetes untuk kedua jenis kelamin sebesar 14-29 persen, sedangkan penyakit periodontal dianggap sebagai komplikasi diabetes. (VW)

LEAVE A REPLY