8 Fakta Unik Sperma, Cari Tahu Yuk

Gulalives.com, JAKARTA – Membicarakan sperma selalu menarik. Tak pernah bosan mengulas hal satu ini. Kita semua telah mendengar desas-desus tentang berbagai topik terkait sperma, mulai dari makan nanas yang konon membuat aroma sperma lebih enak, hingga perempuan yang alergi terhadapnya.

Mana yang sebatas mitos, mana fakta? Kami mencoba mengulasnya satu demi satu di bawah ini:

1. Konsentrasi sperma tertinggi saat ejakulasi pertama.

Ini benar, bahwa saat pertama ejakulasi mengandung konsentrasi tertinggi sperma, kata ahli urologi bersertifikat Harry Fisch, MD, profesor klinis kedokteran reproduksi di Weill Medical College of Cornell University.

2. Sperma bisa tahan berhari-hari di luar tubuh.

Nah, sperma biasanya tetap dalam tubuh wanita  selama 48 jam setelah berhubungan seks, namun, ia bisa berkeliaran selama lima hari sampai seminggu tergantung pada seberapa “ramah” lendir serviks seorang wanita, kata Fisch. Menariknya, lendir serviks melindungi sperma dan membantunya tinggal lebih lama di dalam tubuh sekitar ovulasi, saat di mana perempuan dinyatakan paling subur.

3. Banyak melakukan hubungan seks atau masturbasi tidak akan turunkan kualitas sperma.

Ahli endokrinologi reproduksi Carrie Wambach, MD, dari Southern California Reproductive Center di Los Angeles mengatakan ejakulasi sering dapat menurunkan volume, tetapi jikapria umumnya memiliki hitung sperma yang normal, tampaknya hal itu tak akan berdampak.

4. Suhu bisa turunkan sperma.

Jawabnya ya. Rupanya, air maninya berfluktuasi dengan musim. Jumlah sperma cenderung terendah di musim panas dan tertinggi di bulan musim dingin, kata Fisch, karena paparan panas mengurangi jumlah sperma. Overheating dapat mencakup apa saja yang tampaknya sepele seperti pria memangku laptop panas atau gemar bersantai di bak mandi air panas. “Dalam Jacuzzi 104 derajat dan lebih tinggi, jumlah sperma bisa menurun secara dramatis,” Fisch mengingatkan. Bahkan, penurunan ini bisa bertahan selama berbulan-bulan setelah terkena paparan panas ekstrem. “Saya mengatakan kepada pasien saya, jika mereka mencoba untuk memiliki anak, sebaiknya tidak mandi di bak air panas.”

5. Makan nanas membuat rasa sperma lebih baik.

Sayangnya, para ilmuwan belum menguji soal yang satu ini. Semen memang mengandung fruktosa (gula alami), yang memberikan rasa sedikit manis, tapi tidak pernah ada studi nyata pada hubungan antara makanan seorang pria makan dan rasa spermanya, kata Fisch. Namun, rumor ini memiliki satu ton bukti yang bersifat anekdot, jadi jika tampaknya diyakini memang bermanfaat, silakan saja makan nanas.

6. Wanita bisa alergi sperma

Kita semua telah mendengar bahwa perempuan bisa alergi terhadap sperma, menyebabkan peradangan atau kemerahan, tetapi baik Fisch dan Wambach mengatakan bahwa itu sangat langka. “Saya akan melihat ke faktor-faktor lain, misalnya seperti infeksi vagina,” kata Fisch. Ada juga salah satu studi tentang alergi menular seksual terhadap kacang Brasil (di mana seorang wanita memiliki reaksi alergi terhadap sperma pasangannya setelah ia makan kacang). Tapi sekali lagi, kasus-kasus seperti ini sangat jarang. Dalam kasus yang tidak biasa jika wanita didiagnosis alergi sperma, gunakan kondom untuk mencegah iritasi.

7. Sperma mengalami petualangan intens sebelum ejakulasi

Rata-rata dibutuhkan sekitar dua setengah bulan untuk persiapan semua sperma dikeluarkan lewat ejakulasi. Sperma awalnya terbentuk di dalam testis kemudian bergerak naik ke epididimis. Selanjutnya sperma melakukan perjalanan melalui vas deferens dan ayunan oleh vesikula seminalis membuatnya bercampur dengan cairan untuk membentuk air mani. Akhirnya, prostat menambahkan sedikit cairan sebelum ejakulasi.

8. Kesehatan pria berdampak terhadap sperma

Sperma bisa lebih sehat untuk pria di bawah 40 tahun, kata Wambach. “Dan sperma pasti akan lebih sehat pada pria yang menghindari hal-hal seperti merokok, diet tinggi lemak, dan racun lingkungan,” ujarnya. Jadi jika sedang mempertimbangkan punya anak, ingat-ingat hal ini. (VW)

 

LEAVE A REPLY