7 Keterampilan P3K yang Wajib Dimiliki Orangtua

sumber: lifeasmama.com

Gulalives.com, JAKARTA – Menjadi ibu dan ayah memang tidak ada sekolah khususnya. Namun, menjadi ibu harus memiliki segudang pengetahuan untuk mendidik dan merawat anak. Satu hal yang paling kita takuti adalah ketika orangtua tidak bisa membantu anak dalam keadaan darurat di rumah, seperti luka bakar, tersedak dan lain-lain.

Untuk itu, ada beberapa hal dasar yang harus orangtua ketahui ketika anak dalam keadaan medis yang darurat. Meskipun utamanya harus ke dokter, namun beberapa keterampilan pertolongan medis di rumah dapat mencegah anak dari bahaya yang lebih jauh. Berikut ini 7 pertolongan medis pertama yang mesti dimiliki orangtua di rumah seperti yang dikutip dari lifeasmama.

1. CPR

Sumber: lifeasmama.com
Sumber: lifeasmama.com

Apa yang terjadi ketika anak tidak bernapas? Membayangkannya saja sudah sangat menakutkan. Entah itu karena suatu penyakit, trauma fisik, tersedak atau tenggelam di kolam renang. Pengetahuan mengenai CPR bisa menyelamatkannya dari kematian. Pengetahuan mengenai pertolongan CPR ini haruslah dengan mengikuti pelatihan, bahkan di luar negeri, ibu hamil harus memiliki sertifikat CPR untuk bisa diaplikasikan jika terjadi hal yang tidak diinginkan.

2. Manuver Heimlich

sumber: lifeasmama.com
sumber: lifeasmama.com

Baru-baru ini terdapat berita seseorang tewas karena tersedak saat lomba makan ayam sebuat restoran cepat saji. Tersedak memang menakutkan baik untuk orang yang tersedak juga bagi yang melihatnya. Tersedak bisa karena menelan makanan yang terlalu besar atau pun barang lainnya. Tersedak bisa jadi kondisi medis serius.

Ketika anak tidak bisa menangis dan tak dapat mengeluarkan sepatah kata, lalu memegang kerongkongan mereka, orangtua harus bertindak cepat karena mereka tidak bisa bernapas. Makanan atau hal yang lainnya kemungkinan menyumbat jalan napas mereka. The American Heart Association dan Palang Merah Amerika menganjurkan memberikan bantuan medis berupa Heimlich Manuver, yakni dengan tepukan dipunggung atau melingkarkan tangan ke perut orang yang cegukan. Bunda bisa membaca lebih dalam tentang metode ini di Mayo Clinic.

3. Luka bakar

sumber: lifeasmama.com
sumber: lifeasmama.com

Luka bakar serius tingkat tiga sangat memerlukan seorang profesional medis. Namun sebelumnya, penting untuk memperlakukan luka bakar sangat hati-hati untuk menghindari infeksi. Adapun luka bakar tingkat 1 dan 2, Bunda bisa merendamnya dalam air dingin untuk meredakan pembengkakan. Kemudian, berikan krim antibiotik yang harus tersedia dalam kotak P3K. Bunda harus memantaunya dan menggantinya secara teratur, jika perlu minta saran dari dokter.

4. Kejang

sumber: lifeasmama.com
sumber: lifeasmama.com

Jika Bunda pernah melihat orang kejang-kejang, Bunda tahu betapa menakutkannya hal itu. Jika hal itu terjadi pada anak? Pada anak-anak, kejang bisa terjadi karena demam, dan ini adalah hal yang umum terjadi/ Demam tinggi biasanya terjadi pada bayi berusia 12-18 bulan. Saat kejang, jauhkan mereka dari benda-benda membahayakan. Bunda bisa mempelajarinya dari situs kesehatan WebMD. Namun. lebih tepatnya bawa ke dokter jika anak terus menerus kejang.

5. Keahlian memerban luka

sumber: lifeasmama.com
sumber: lifeasmama.com

Jika Bunda memiliki anak-anak, terjatuh karena habis lari-larian atau hal lainnya kerap terjadi. Jika demikian, cucilah tangan Bunda dan bilas luka anak dengan air dingin. Jangan gunakan sabun secara langsung pada luka, tapi hanya pada jaringan di sekitarnya. Kemudian oleskan salep antibiotik untuk menutupi luka, lalu perbanlah daerah yang terkena luka agar tak terkena infeksi lebih lanjut.

6. Perdarahan

sumber: lifeasmama.com
sumber: lifeasmama.com

Terdapat luka yang mengeluarkan darah ada yang tidak seperti memar. Jika mengeluarkan darah dan robek besar, mungkin perlu jahitan dan perawatan paramedis. Namun, untuk mengurangi pendarahan, bunda dapat menghentikan aliran darah dengan menekan pada daerah yang berdarah. Jika terluka di bagian kepala, dudukkan dengan tegak anak, kemudian bawa ke dokter.

7. Tidak sadar atau pingsan

sumber: lifeasmama.com
sumber: lifeasmama.com

Orangtua bisa saja menemukan anaknya dalam kondisi tidak sadar dan itu sangat menakutkan. Panggil segera ambulan dan cek saluran udara, pernapasan dan sirkulasi. Sirkulasi berarti mengecek tanda-tanda gerakan, seperti mengerang, pernapasan dan gerakan anggota tubuh. Jika tidak ada ketiganya, lakukan CPR. Jaga agar anak tetap hangat dan pindahkan mereka bila memang tidak ada cedera tulang belakang. Jika mereka bangun sebelum bantuan medis tiba, jangan berikan makanan dan minuman terlebih dahulu, kecuali karena ketidaksadaran yang disebabkan oleh kadar gula darah rendah. Bunda bisa mempelajarinya di National Library Of Medicine.

Pertolongan pertama pada kecelakaan memang sangat memerlukan pengetahuan khusus. Untuk itu, orangtua perlu belajar lebih banyak mengenai hal ini. [LP]

SHARE

Warning: A non-numeric value encountered in /srv/users/serverpilot/apps/gulalivesco/public/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 352

LEAVE A REPLY