7 Cara Mencintai Pekerjaan yang Kamu Benci

Gulalives.com, JAKARTA – Tidak semua orang mencintai pekerjaan yang memberikan mereka gaji bulanan. Namun, terdapat beberapa cara mencintai pekerjaan yang kamu benci.

Sebagian orang beruntung memiliki pekerjaan yang mereka cintai sedangkan lainnya merasa kurang beruntung. Mereka memiliki pekerjaan yang tidak mereka suka hingga tidak bisa menikmatinya. Beberapa bahkan merasa terjebak, tetapi terlalu nyaman untuk keluar. Yang lain berpikir bahwa mereka tidak punya pilihan selain tetap dengan pekerjaan tersebut karena memiliki keluarga atau tanggungan untuk dibayar.

Melakukan pekerjaan yang telah menjadi rutinitas membutuhkan sedikit variasi untuk mengusir kebosanan. Apalagi, jika hal tersebut ternyata adalah pekerjaan yang kamu benci. Apapupun kondisinya, terdapat cara untuk mencintai dan menemukan makna dari pekerjaan yang kamu lakukan. Berikut ini tujuh caranya, dikutip Youqeen.

1. Evaluasi alasan tetap bekerja

(Foto: Brightskylending)
(Foto: Brightskylending)

Evaluasi alasan kamu menetap pada pekerjaan yang tidak kamu benci. Apakah karena manfaat kesehatan yang disediakan perusahaan? Apakah untuk mendukung diri sendiri dan melunasi pinjaman? Apakah karena Anda sudah nyaman dengan teman-teman kantor? Alasan tiap orang mungkin berbeda, tapi satu hal yang mengingatkan kita bahwa kita menetap di pekerjaan tersebut karena suatu alasan dan alasan itu memberi kita tujuan yang lebih tinggi dalam hidup. Tujuan yang lebih tinggi ini dapat membantu kamu untuk naik, di atas semua perasaan sakit yang kamu rasakan pada pekerjaan hingga akhirnya menemukan kebahagiaan dan mencintainya.

2. Ciptakan sukacita di tempat kerja

(Foto: Calibaja)
(Foto: Calibaja)

Jika kamu berjuang untuk menemukan kebahagiaan dalam pekerjaan, maka ciptakanlah. Habiskan waktu dengan rekan kerja dimana kamu bisa menikmati percakapan dengannya. Makan siang atau minum kopi bersamanya saat jam istirahat. Juga kalau perusahaan menggelar kegiatan amal, jadilah relawannya.

Hadirkan sesuatu dalam pekerjaan yang akan membuat kamu bahagia. Misalnya, memajang foto orang yang kamu cintai di meja kerja atau tempat yang terlihat. Dengan cara ini, kamu dapat melihat foto itu untuk penyemangat dan sumber sukacita. Kamu akan menikmati setiap pekerjaan, sedikit melupakan beban dan perasaan benci.

3. Memiliki jurnal rasa syukur

(Foto: Open.ac.uk)
(Foto: Open.ac.uk)

Bahkan pada hari-hari terburuk, kamu pasti memiliki setidaknya satu hal untuk disyukuri. Tuliskan hal-hal tersebut dan jadikan pendorong semangat di saat bekerja.

Paksakan diri untuk mengisi jurnal rasa syukur sampai kamu terbiasa melakukannya. Kalau malas menulis, kamu bisa membuat jurnal tersebut pada file pribadi di ponsel atau laptop di mana kamu dapat mengisinya setiap hari. Dengan cara ini, kamu tidak akan melupakan hal-hal baik yang terjadi, bahkan pada pekerjaan yang kamu benci.

4. Memotivasi rekan kerja setiap hari

(Foto: Personnel.ky.gov)
(Foto: Personnel.ky.gov)

Kamu mungkin bukan satu-satunya di tempat kerja yang membenci pekerjaan tersebut. Alasannya mungkin berbeda, namun perasaan berbagi adalah cara yang bagus untuk terikat satu sama lain. Dengan kata lain, temukan rekan kerja yang sama-sama merasa tidak puas atau frustrasi pada pekerjaan mereka.

Saat jam istirahat, mulai percakapan seraya memberikan motivasi atau dorongan. Biarkan rekan kerja tahu bahwa kamu merasa terjebak dalam pekerjaan, tapi kamu masih berpikir positif. Rekan kerja kamu pasti akan termotivasi.

Kalau kamu melakukannya secara konsisten, kamu akan mulai merasa seperti memiliki tujuan yang lebih dalam pada pekerjaanmu. Hal ini dapat memotivasi kamu setiap hari karena kamu tahu bukan hanya pekerjaan menunggumu, juga rekan-rekan yang membutuhkan kata-kata motivasi dari kamu.

5. Lakukan kebaikan

(Foto: Telegraph)
(Foto: Telegraph)

Terlepas dari perusahaan tempat kamu bekerja, karyawan ingin merasakan bahwa mereka dihargai. Kamu perlu membangun hubungan yang baik dengan rekan-rekan kerja dengan melakukan tindakan kebaikan. Tawarkan kata-kata motivasi seperti dijelaskan di atas, berbagi bekal makan siangmu, atau membelikan kopi dan makanan ringan.

Tindakan tak terduga pasti dapat menyentuh hati mereka. Ketika kamu melihat mereka bersyukur dan senang, kamu akan mulai menyadari bahwa tidak peduli seberapa buruk pekerjaan dan seberapa banyak alasan untuk membencinya, kamu mempunyai rekan kerja untuk berbagi tantangan, rasa sakit, dan semangat perjuangan.

6. Berinvestasi untuk diri

(Foto: Blogging4jobs)
(Foto: Blogging4jobs)

Perusahaan mungkin menawarkan program gratis bagi karyawan untuk mengembangkan keterampilan. Ini adalah kesempatan besar bagi kamu untuk maju tanpa mengeluarkan sepeserpun. Manfaatkan kesempatan tersebut sehingga kamu dapat belajar keterampilan baru. Kamu tidak pernah tahu kapan ada posisi yang lebih baik di luar sana yang memerlukan keterampilan tersebut.

7. Cari pekerjaan sampingan

(Foto: Blog.monitor.us)
(Foto: Blog.monitor.us)

Jika sudah menjajal tips di atas tapi kamu masih membenci pekerjaan yang dilakukan setiap hari, itu adalah tanda bahwa kamu memerlukan pekerjaan lain untuk “melarikan diri” sejenak alias pekerjaan sampingan. Pilih pekerjaan freelance sesuai hasrat maupun kemampuan kamu. Kalau mahir dalam bidang desain web, desain grafis, pengembangan perangkat lunak, atau menulis, banyak orang kini membutuhkan jasamu. Saat kamu memiliki cukup klien untuk bekerja penuh waktu, kamu pun sapat meninggalkan pekerjaan utama.

Membenci pekerjaan Anda adalah sebuah pilihan. Jika itu adalah pilihan yang kamu buat setiap hari, kamu akan terus merasa buruk sampai berhenti dari perusahaan dan membangun kembali rencana hidup. Namun, kalau kamu berlatih tips dan strategi mencintai pekerjaan yang kamu benci di atas secara konsisten, kamu akan dapat menemukan makna dalam pekerjaan yang tidak menarik atau menantang tersebut. Kamu juga akan berhasil membuat perbedaan dalam kehidupan rekan kerja, dan pada gilirannya, hidup kamu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here