blanklabelphotowork.wordpress.com

Gulalives.co – Selama ini, Thailand menjadi salah satu destinasi favorit di Asia Tenggara. Selain wisatanya yang menarik, ragam kulinernya juga kaya. Mulai dari kualitas buah-buahannya, aneka seafood, hingga tom yum sebagai makanan khasnya yang populer.

Namun, berbeda dengan di Indonesia, tidak ada informasi khusus mengenai kehalalan makanan di Thailand. Tidak ada tanda halal, padahal banyak kedai makanan yang menjual daging babi atau mencampur makanan dengan alkohol.

Nah untuk itu, para traveler muslim wajib tahu tips dan trik mendapatkan makanan halal di Thailand, seperti berikut ini.

1. Cari penjual makanan yang mengenakan hijab

Gambar terkait
halallivingthailand.com

Karena Thailand dekat dengan Malaysia, masih banyak keturunan Melayu muslim yang tinggal di sini dan berbisnis kuliner. Di Thailand, hampir setiap kota memiliki pasar street food. Dari sekian banyaknya jenis makanan, carilah penjual wanita yang mengenakan kerudung atau berhijab.

Islam di negara ini bukanlah agama mayoritas. Sehingga, tidak banyak ditemukan orang-orang yang mengenakan atribut agama di sini. Kalau penjualnya sudah berkerudung dan kamu bertanya apakah makanan mereka halal, biasanya mereka justru akan tersinggung.

2. Kalau penjualnya laki-laki, cobalah mengucapkan salam

Hasil gambar untuk penjual makanan Thailand mengenakan hijab
LINE Today

Susah mencari penjual wanita berhijab, cobalah mengucapkan salam “Assalamualaikum” pada penjual tersebut. Meski terdengar familiar di Indonesia, tetapi masih asing di Thailand, karena gak banyak pemeluk Islam di sini. Biasanya, para penjual muslim akan menjawab salam tersebut. Dan mereka juga menjual makanan halal, kok.

3. Cari penjual berpeci

Hasil gambar untuk penjual makanan Thailand
Travelingyuk.com

Agama Islam melarang penganutnya mentato tubuh secara permanen dengan tinta, karena alasan kesucian dalam beribadah. Kalau kamu menemui penjual makanan yang bertato, sebaiknya tidak membeli makanan di tempat tersebut. Tapi, belum tentu juga yang bertato merupakan penjual non-muslim. Karena semua orang memiliki hak masing-masing atas tubuhnya.

Kamu bisa juga mencari penjual laki-laki yang menggunakan peci. Biasanya, para penjual muslim memang menggunakan atribut seperti hijab atau peci agar menjadi pembeda dari yang lainnya.

4. Kalau masih ragu, cobalah bertanya

Hasil gambar untuk penjual makanan Thailand
The story of IP… – WordPress.com

Nah, daripada menduga-duga, lebih baik kamu bertanya langsung apakah makanan itu mengandung babi, alkohol, atau bahan yang menjadi pantanganmu. Lebih bagus lagi kalau kamu menyewa tour guide yang mengerti bahasa Thailand. Pasalnya, penduduk Thailand sangat menjunjung tinggi bahasa mereka, sehingga sulit untuk menemui pedagang yang bisa berbahasa Inggris.

Kalau beruntung, kamu juga bisa menemui penjual yang bisa berbahasa Melayu. Bahasa Melayu sendiri hampir mirip dengan bahasa Indonesia, meski terdapat beberapa kata yang bunyinya sama, tetapi artinya berbeda.

LEAVE A REPLY