5 Tanda Persalinan Semakin Dekat

0
7 views
tanya.asmaraku.com

Gulalives.co – Menjelang persalinan, segala hal yang kamu alami bisa menjadi lebih menegangkan. Sedikit rasa nyeri di perut pun membuat kamu bertanya-tanya, apakah ini sudah waktunya melahirkan? Setiap ibu hamil memiliki tanda persalinan yang berbeda-beda.

Image result for melahirkan
ibudanmama.com

Namun demikian, ada beberapa tanda penting yang harus kamu tahu sebagai tanda persalinan. Dengan demikian, kamu memiliki waktu yang cukup untuk bersiap-siap dan pergi ke rumah sakit terdekat. Apa saja tanda persalinan yang perlu diketahui? Berikut Gulalives merangkum informasinya:

Bayi Merosot Turun

Sekitar satu sampai empat minggu sebelum persalinan dimulai, kamu mungkin merasa bayi “merosot” atau turun ke panggul, yang lebih dikenal dengan “pengenduran”. Ini berarti bayi sedang mengatur ulang tubuhnya ke posisi kepala di bawah dalam persiapan untuk kelahiran. Ketika bayi beringsut ke posisi yang lebih rendah, ini akan meringankan tekanan pada diafragma ibu sehingga lebih mudah untuk bernapas.

Tapi, pengenduran bayi ini juga menempatkan lebih banyak tekanan pada kandung kemih sehingga keluhan bolak-balik kamar mandi akan semakin sering. Untuk calon ibu pertama kali, kemerosotan ini mungkin terjadi di detik-detik akhir menjelang persalinan atau saat persalinan dimulai.

Leher Rahim Membuka

Sementara tubuh mempersiapkan untuk kelahiran bayi kamu, tanda persalinan sudah dekat dimulai dengan leher rahim yang mulai melar dan menipis pada minggu-minggu atau beberapa hari terakhir sebelum melahirkan, tapi hanya sedikit. Saat jadwal check-up, dokter akan melakukan pemeriksaan dalam untuk melihat apakah leher rahim kamu sudah teregang untuk menyambut kelahiran. Namun, leher rahim tak akan membesar sepenuhnya dengan cepat, kecuali diikuti oleh kontraksi rahim yang lebih teratur.

Mulai Merasakan Kontraksi

Baik kontraksi palsu alias Braxton-Hicks maupun kontraksi sebenarnya, waspadai setiap nyeri atau sensasi kencang yang kamu alami di perut. Ini bisa jadi tanda bahwa persalinan sudah semakin dekat. Pada kontraksi palsu, rasa nyeri dan kencang di perut terjadi tidak terlalu hebat. Selain itu, jeda waktunya pun tidak teratur dan cenderung lama.

Baca Juga: Cara Membedakan Kontraksi Palsu vs Kontraksi Asli pada Kehamilan

Sebaliknya, pada kontraksi yang sebenarnya terjadi dalam jeda yang semakin pendek, serta memiliki sensasi nyeri yang semakin kuat tiap waktunya. Selain itu, nyeri pada kontraksi palsu biasanya hanya terjadi di area perut. Sementara pada kontraksi sebenarnya, nyeri tersebut juga menjalar hingga ke area punggung dan panggul bawah.

Ketuban Pecah

Tanda persalinan paling umum yang diketahui oleh kebanyakan orang adalah pecahnya air ketuban. Sebelum air ketuban yang pecah, biasanya seorang ibu akan mengalami kontraksi. Pada umumnya cairan ketuban akan bocor keluar seperti tetesan, bukan semburan deras yang selama ini kerap kita saksikan di layar kaca. Kamu dapat menggunakan pembalut untuk menjaga diri tetap kering selagi kamu menghubungi dokter atau bidan.

Namun, jika cairan menyembur dan membuat pakaian dalam kamu basah kuyup, segera hubungi dokter atau pergi ke rumah sakit karena persalinan mungkin akan segera terjadi. Begitu ketuban pecah, bayi tak lagi dikelilingi oleh bantalan pelindung, sehingga lebih rentan terkena infeksi. Ini sebabnya mengapa dokter dan bidan akan ingin melahirkan bayi dalam satu atau dua hari dari pecahnya ketuban kamu.

Keluarnya Lendir Bercampur dengan Darah

keluarnya lendir yang bercampur dengan darah pada vagina. Selama masa kehamilan, serviks kamu akan ditutupi oleh lendir yang kental. Dan ketika mendekati waktu persalinan, serviks kamu akan membesar dan buat lendir jadi keluar melalui vagina. Biasanya, lendir ini akan bercampur dengan sedikit darah. J

adi, jangan langsung panik saat mendapati vagina mengeluarkan lendir yang berdarah. Ini bisa jadi tanda, waktu persalinan kamu sudah dekat. Bersiaplah mengatur napas kamu dan menyambut kedatangan si kecil.

LEAVE A REPLY