Gulalives.com, JAKARTA – Rela ‘mati’ demi fashion, tampaknya hal ini sindiran yang begitu mengena, khususnya bagi wanita yang ingin tampil gaya.

Seorang wanita Australia berumur 35 tahun menjadi korban fashion setelah celana jeans ketat yang ia pakai harus digunting karena membuatnya menderita sindroma kompartemen. Masih ingat kisah ini kan?

Ini bukan pertama kalinya seseorang menjadi korban gaya yang berbahaya. “Hal ini sudah ada sejak zaman batu,” kata Summer Strevens, pengarang Fashionably Fatal.“Ketika fashion dibawa ke titik ekstrem, saya menyebutnya kegilaan kesombongan.”

Lantas, apa lagi lima gaya yang paling mematikan sepanjang sejarah, yang pernah dilakoni manusia agar terlihat selangkah lebih gaya? Berikut daftarnya:


Korset

Pakaian dalam yang menciutkan ukuran pinggang dan mempengaruhi bahasa selain tubuh wanita.

Korset menimbulkan istilah ‘strait-laced’, yang membuat pemakai dianggapnya sebagai seseorang yang terhormat, di samping ‘loose women’ yang mengacu kepada orang yang tidak memakai korset memiliki moral yang selonggar tali korsetnya.

Dalam bukunya Strevens mengatakan bahwa korset bisa menciptakan masalah pencernaan, sembelit, pingsan karena sulit bernafas dan bahkan pendarahan dalam.

Penghambat bernapas menimbulkan istilah ‘heaving bosom’, yang mengacu kepada tekanan terhadap paru-paru, sementara organ lainnya dipaksa berpindah dari tempat aslinya sehingga menimbulkan kerusakan.

Pada 1874, sebuah daftar diterbitkan terkait 97 penyakit karena pemakaian korset, termasuk histeris dan melankolis di antara akhir 1860-an dan permulaan 1890-an, kata Strevens.

Jurnal kedokteran The Lancet menerbitkan paling tidak satu tulisan setiap tahun tentang bahaya kesehatan tali korset yang terlalu ketat.

Pada 1903, ibu enam anak, Mary Halliday, 42 tahun, tiba-tiba meninggal karena kejang. New York Times melaporkan saat otopsi bahwa dua buah besi korset ditemukan di jantungnya, panjang keseluruhannya delapan dan tiga perempat inci. Keduanya saling bergesek sehingga menjadi tajam seperti silet karena gerakan tubuh.

LEAVE A REPLY