Beberapa jenis bisnis perlu modal uang di depan, misal untuk keagenan/ distribusi produk yang mempersyaratkan kecukupan finansial tertentu. Atau jumlah aset dan organisasi tertentu. Selain itu, modal finansial hampir pasti diperlukan ketika bisnis perlu ekspansi atau inovasi untuk memperbesar skalanya. Semisal menambah jumlah karyawan, pembelian mesin produksi, akuisisi perusahaan lain atau penambahan daya tampung gedung tempat bisnis beroperasi. Di titik ini pebisnis juga perlu dana.

Ketika memulai bisnis, benarkah modal uang semata yang kita perlukan? Tidak selalu demikian. Bahkan banyak yang memulai bisnis tanpa perlu uang sepeserpun. Salah satunya menggunakan kekuatanpower, baik political power maupun military power. Tapi ini tak kita bahas. Pebisnis pemula yang memulai usaha dan mengatakan “saya tak akan berhasil tanpa uang” biasanya memang susah berhasil.

Kita bahas yang lebih realistis dan bisa kita perjuangkan dengan skalanya masing-masing, kita permudah menjadi 3K. Semuanya ‘priceless’ – belum tentu berhubungan dengan uang :

1) Kenalan, atau Kawan. Untuk kepentingan apapun, jaringan pertemanan akan ‘bekerja’. Baik untuk tujuan bisnis, politik, pekerjaan maupun tujuan sosial biasa. Kawan bisa jadi supplier,jadi pasar, jadi mentor, jadi marketer, jadi distributor atau jadi investor. Jaringan pertemanan perlu dirawat dan perlu dikembangkan. Cara paling mudah adalah masuk ke organisasi atau himpunan.

2) Kepercayaan. Ini adalah modal yang tak bisa dicederai, sekali saja lancung maka sama saja menutup banyak pintu kemudahan. Kepercayaan berkaitan dengan integritas. Dari yang paling sederhana adalah tentang janji. Kepercayaan dan kebaikan yang dibangun dalam jangkan panjang dengan orang dan pihak lain akhirnya menjadi reputasi. Pada gilirannya, siapapun akan mengenal diri kita sebagai ‘good man to do business with’ – impaknya adalah terbangunnya kepercayaan pelanggan, supplier maupun investor

3) Kesungguhan. Untuk memiliki bisnis, mungkin semua bisa. Tapi untuk merawat dan mengembangkannya, ada tantangan lain yakni keseriusan, ketekunan dan kesungguhan. Belum lagi untuk membuatnya bertahan dan menguntungkan, selalu ada ilmu-ilmu baru yang harus dikuasai pebisnis. Dan semuanya sungguh-sungguh memerlukan kesungguhan.

Kontributor : @endykurniawan (Twitter, FB, Path, Instagram) – Trainer, coach dan penulis bidang Bisnis, Investasi dan Keuangan. Pendiri dan pemilik Salama Mitra Investa (@salma_dinar). Personal blog www.endykurniawan.com

LEAVE A REPLY