3 Figur Penting Ini Diprediksi Bakal Dongkrak Posisi Manor Racing

0
31 views

Gulalives.com, JAKARTA – Manor Racing, tim yang akan dibela Rio Haryanto di Formula 1 2016, mendapatkan tiga rekrutan penting untuk mendorong prestasi di musim ini.

Hal itu bahkan membuat bos Mercedes, Toto Wolff, memprediksi Manor akan segera ‘naik kelas’ dari tim yang biasanya menyelesaikan musim di peringkat buncit menjadi tim di papan tengah klasemen.

Mobil balap Manor Racing
Mobil balap Manor Racing

“Manor akan mengambil langkah besar dan bukan hanya karena mesinnya (yang disuplai Mercedes),” kata Wolff seperti dikutip dari ESPN F1. “Ada sekelompok orang bagus yang datang bersama-sama, individu mengesankan dengan anggaran dan sikap yang tepat.”

Lalu siapakah tiga sosok penting itu? Berikut ini tiga sosok penting yang diramalkan bakal mengangkat Manor ke posisi yang lebih baik, dibandingkan posisi papan bawah sekarang ini:

Pat Fry

Pat Fry, mantan direktur teknik Ferrari yang dipinang Manor
Pat Fry, mantan direktur teknik Ferrari yang dipinang Manor

Pria 51 tahun ini adalah mantan Direktur Teknik Ferrari selama empat setengah musim terakhir. Sebelumnya, ia juga pernah berada di McLaren.

Fry yang berasal dari Inggris memiliki sejarah panjang keterlibatan di Formula 1. Memulai kariernya bersama tim Benetton pada 1987 silam, pada awalnya ia adalah insinyur riset dan pengembangan mesin. Pada 1993, Pat Fry pindah ke McLaren dan berada di tim Inggris itu hingga 2011.

Ia kemudian menjadi Direktur Teknik dan Kepala Teknik di Tim Balapan Ferrari.

Pergantian kepemimpinan di pucuk Ferrari yaitu dari Luca Di Montezemolo ke Maurizio Arrivabene membuat Pat Fry terdepak. Ia dan Nicholas Tombazis dianggap bagian dari tim teknik yang membuat Ferrari terpuruk.

Di Manor Racing, Fry akan menjadi konsultan teknik.

Nicholas Tombazis

Nicholas Tombazis diprediksi bakal perkuat posisi Manor. Foto: Motorsport
Nicholas Tombazis diprediksi bakal perkuat posisi Manor. Foto: Motorsport

Seperti Fry, Tombazis merupakan alumni Scuderia Ferrari. Ia memiliki latar belakang studi teknik penerbangan dan ketika pertama kalinya masuk ke dunia Formula 1 ia menjadi ahli aerodinamis.

Pada 1992 hingga 1996, kariernya menanjak dan ia menjadi kepala aerodinamis tim Benetton. Di Ferrari ia bekerja di samping nama-nama terkenal lainnya seperti Rory Byrne dan Ross Brawn.

Tombazis sempat ke Inggris satu tahun untuk bergabung dengan tim McLaren. Karena tak diberi keleluasaan seperti di Ferrari, Tombazis memutuskan untuk kembali ke Italia.

Nicholas Tombazis bersama Fernando Alonso saat masih gabung di Ferrari. Foto: ThisisF1
Nicholas Tombazis bersama Fernando Alonso saat masih gabung di Ferrari. Foto: ThisisF1

Setelah Rory Byrne pensiun, Tombazis dipromosikan sebagai kepala perancang mobil Ferrari pada 2006 dan ia memiliki tanggung jawab mengembangkan F2007. Ia berada di Ferrari hingga 2014 sebelum didepak oleh kepengurusan baru.

Soal pemecatannya itu, kepada media Italia Corriere della Sera, Tombazis mengatakan hal itu tidak adil baginya dan peningkatan performa Ferrari pada 2015 adalah berkat kerja kerasnya di musim lalu.

Di Manor Racing, Tombazis akan menjadi kepala aerodinamis.

Dave Ryan

Dave Ryan, direktur balap Manor. Foto: Crash.net
Dave Ryan, direktur balap Manor. Foto: Crash.net

Ryan menghabiskan tiga dekade di McLaren sebelum berpisah pada April 2009 lalu. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Mekanik, Manajer Tim, dan kemudian Direktur Balapan.

Ryan ‘dipeniunkan’ McLaren karena terbukti menginstruksikan Lewis Hamilton berbohong kepada panitia balapan GP Australia 2009 soal instruksi tim. Pengamat F1 James Allen mengatakan bahwa Ryan bukan satu-satunya pihak yang bersalah dalam insiden itu, tapi ia dijadikan ‘kambing hitam’ karena adanya pergantian kepengurusan di tim McLaren.

Di masa mudanya, Ryan adalah mekanik untuk pebalap Inggris James Hunt ketika ia meraih juara dunia pada 1976. Ryan adalah salah satu orang paling berpengalaman di dunia Formula 1 dan terkenal memiliki disiplin ketat.

Di Manor Racing, Ryan akan menjadi Direktur Balapan. (VW)

 

LEAVE A REPLY