10 Tindakan Tepat Mengatasi Anak Tantrum

Terdapat 10 tindakan tepat mengatasi anak tantrum yang bisa Moms terapkan (Foto: Parents)

Gulalives.com, JAKARTA – Mengatasi anak tantrum bisa jadi sulit bagi Moms. Terdapat 10 tindakan tepat mengatasi anak tantrum yang bisa Moms terapkan.

Tantrum (mengamuk) adalah sikap yang menyulitkan, tapi sebenarnya menjadi bagian dari masa kanak-kanak, tepatnya usia 1-4 tahun yang belum mengembangkan keterampilan mengendalikan emosi. Setiap perilaku tantrum, adalah hasil dari satu hal sederhana, yakni anak tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan.

Untuk anak-anak antara 1-2 tahun, amukan seringkali berhasil menjadi cara berkomunikasi yang efektif, seperti saat mereka minta minum, mengganti popok, diambilkan mainan, dan sebagainya. Mereka belum memiliki kemampuan bahasa untuk menyampaikan keinginan sehingga akan merasa frustrasi ketika Moms tidak menanggapinya.

Untuk anak usia di atas 4 tahun, tantrum lebih digunakan untuk perebutan kekuasaan. Pada saat usianya 3-4 tahun, anak telah menyatakan hal otonom atau kepemilikannya. Mereka sangat menyadari kebutuhan dan keinginan, dan ingin lebih menegaskan hal tersebut. Kalau Moms tidak menanggapinya? Mereka akan tantrum.

Jadi, bagaimana Moms bisa menghentikan tantrum si kecil? Berikut adalah 10 tindakan tepat mengatasi anak tantrum, dikutip Parents:

1. Abaikan anak

(Foto: Parent4success)
(Foto: Parent4success)

Selama mengamuk, anak akan benar-benar meluapkan emosinya. Hal tersebut mengambil alih korteks frontal otak, daerah yang membuat keputusan dan penilaian. Itu sebabnya rayuan Moms tidak membuatnya berhenti mengamuk.

Sebagai perumpamaan, saat Moms melihat seseorang tenggelam dalam kolam renang, Moms tidak bisa mengajarkannya untuk berenang. Mirip dengan ketika anak mengamuk, tidak ada yang bisa Moms lakukan untuk membuat segalanya menjadi lebih baik. Bahkan, hampir apa pun yang Moms upayakan akan membuatnya lebih buruk. Baru setelah dia tenang, Moms dapat mengajaknya berbicara.

2. Berikan ruang untuk anak

Terkadang anak-anak hanya perlu meluapkan kemarahannya, jadi biarkan dia. Pastikan saat mengamuk, dia tidak menyakiti dirinya sendiri. Pendekatan ini dapat membantu anak-anak untuk belajar bagaimana melampiaskan kemaharan dengan cara yang tidak merusak.

Anak bisa membiarkan perasaannya keluar, menarik diri secara bersamaan, dan mendapatkan kembali kontrol diri tanpa terlibat dalam adu teriak atau pertengkaran besar dengan Moms. Trik ini dapat bekerja sendiri atau bersama-sama dengan tips nomor satu.

3. Buat pengalih perhatian

(Foto: Hope1032)
(Foto: Hope1032)

Moms perlu membuat sesuatu untuk mengalihkan perhatian dan tertarik pada sesuatu yang lain sehingga dia lupa dengan emosinya. Moms bisa mengisi tas dengan mainan, buku, atau camilan kesukaan anak.

Setiap kali dia mengamuk, Moms bisa mengeluarkan barang tersebut sampai mendapat perhatian anak. Barang-barang pengalih perhatian tersebut dapat membantu, bahkan sebelum dia mengamukan asalkan Moms cerdas melihat gelagat yang ditunjukkan si kecil.

Misalnya, Moms dan dia sedang berada dalam supermarket. Dia minta dibelikan permen, tapi Moms tidak mengizinkannya. Cobalah cepat beralih dan dengan antusias mengatakan, “Hei, kita perlu beberapa es krim. Kamu mau membantu Ibu memilihkan rasanya?”.

Anak-anak memiliki perhatian dengan rentang cukup pendek, yang berarti perhatian mereka biasanya mudah untuk dialihkan. Dan, tips tersebut selalu berhasil jika Moms mengatakannya dengan cara yang benar-benar tegas, segera, dan lembut sehingga emosi si kecil tidak sempat meluap. Moms harus menyalurkan kemampuan “berakting” sekaligus menjadi penghibur di depan anak tantrum.

4. Ajarkan bahasa isyarat

Trik ini untuk tantrum pada anak usia di bawah 2 tahun. Anak-anak usia ini biasanya memiliki kosakata hanya sekitar 50 kata dan tidak dapat menghubungkan lebih dari dua kata bersamaan pada satu waktu. Komunikasi mereka terbatas, namun mereka memiliki keinginan ini dan itu yang memaksa Moms untuk memenuhinya.

Ketika Moms tidak atau salah memahami pesannya, mereka panik hingga meluapkan rasa frustrasinya. Salah satu solusinya adalah ajarkan dia menggunakan bahasa isyarat. Ajarkan si kecil bagaimana menyampaikan keinginan dengan bahasa isyarat, dengan beberapa kata kunci seperti makanan, susu, capek, dan sebagainya.

 

5. Pelukan

(Foto: Kidsactivitiesblog)
(Foto: Kidsactivitiesblog)

Ini mungkin terdengar seperti hal terakhir yang ingin Moms lakukan ketika anak tantrum. Nyatanya, pelukan benar-benar dapat membantu menenangkan emosi anak. Berikan pelukan besar dan tegas, bukan sekadarnya. Dan, jangan katakan sepatah kata pun ketika Moms melakukannya.

Pelukan membuat anak-anak merasa aman. Biarkan mereka tahu bahwa Moms peduli padanya, bahkan jika Moms tidak setuju dengan perilakunya. Terkadang anak hanya memerlukan tempat yang aman untuk meluapkan emosi mereka.

6. Tawarkan makanan

Lelah dan lapar adalah dua pemicu terbesar aksi tantrum anak. Orangtua sering bingung mengapa anaknya mengamuk pada waktu tertentu setiap harinya. Dan ternyata, hal tersebut terjadi sebelum makan siang atau tidur siang dan di sore hari.

Bayangkan bagaimana Moms berada pada kondisi yang sama, kurang tidur ataupun lapar. Tentu, rendahnya gula darah akan menyebabkan sebagian orang marah-marah. Pada anak kecil, yang membutuhkan lebih banyak tidur dan makanan, efeknya menjadi sepuluh kali lebih besar.

7. Trik “menyuap”

 

Kapanpun si kecil mulai meluapkan emosinya, Moms perlu melakukan trik “menyuap”. Misalnya, saat keluarga besar makan malam di restoran, maka sebelum berangkat katakan, “Banu, Ibu minta kamu duduk dan makan malam dengan baik malam ini. Ibu yakin kamu bisa melakukannya. Kalau kamu berperilaku baik, besok Ibu izinkan kamu menonton film.”

Ini bentuk “menyuap” yang positif, asalkan tidak dilakukan di bawah paksaan saat anak mengamuk. Jika anak mulai lupa perjanjiannya, dengan lembut ingatkan dia tentang insentif yang bisa dia dapat.

8. Bicara dengan tenang

(Foto: Momjunction)
(Foto: Momjunction)

Tips ini bisa jadi jauh lebih mudah diucapkan daripada dilakukan. Namun, para ahli bersikeras bahwa Moms harus tetap tenang selama anak mengamuk. Jika tidak, Moms akan masuk pada masalah perebutan kekuasaan dengan anak hingga emosinya makin meluap. Pasalnya, alasan anak tantrum adalah untuk mendapatkan perhatian.

Mereka tidak peduli apakah perhatian positif atau negatif yang akan didapatkan. Yang mereka pedulikan adalah bahwa Moms memberi mereka 100 persen perhatian itu. Berbicara dengan suara tenang menunjukkan kepada anak bahwa Moms tidak akan membiarkan perilakunya.

Tips ini juga membantu Moms tetap santai, ketika sebenarnya ingin marah. Jika Moms tegang, anak akan menangkap itu hingga emosinya makin meluap.

9. Keluar dari zona

 

Ajak anak-anak menjauh dari zona dia mengamuk. Ini juga strategi jitu ketika Moms mulai tidak bisa mengendalikan keadaan. Jika anak mulai tantrum saat melewati toko mainan atau permen yang dia inginkan, ajak dia untuk ke toko berbeda di area tersebut sampai dia kembali tenang. Mengubah tempat benar-benar dapat mengubah perilakunya.

10. Senyum

(Foto: Babyology)
(Foto: Babyology)

Anak mengamuk di depan banyak orang, Moms mungkin merasa malu. Moms juga khawatir orangtua lain akan berpikir bahwa Moms adalah seorang ibu yang buruk karena memiliki anak yang tidak bisa dikendalikan. Tidak jarang, kondisi ini mendorong Moms untuk bertindak keliru hingga emosi anak semakin tidak terkendali. Nyatanya, anak-anak sangat cerdas pada hal ini. Kalau Moms marah, stres, atau frustasi, anak bisa menangkap hal tersebut.

Biarkan dia terlebih dahulu, selanjutnya pasang wajah dengan senyuman Moms pada si kecil, berpura-pura semuanya baik-baik saja. Yang orang lain hakimi adalah reaksi Moms terhadap amukan anak. Jika Moms terlihat tenang dan bisa mengendalikan diri, meskipun Moms tidak melakukan apa-apa untuk menghentikan tantrum anak, orang lain akan memandang bahwa Moms adalah ibu yang baik.

SHARE

Warning: A non-numeric value encountered in /srv/users/serverpilot/apps/gulalivesco/public/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 352

LEAVE A REPLY