Bagi Anda yang telah atau akan berinvestasi emas, ada baiknya memahami 17 hal seputar emas dan logam mulia ini sebagai bekal dan penambah wawasan. Disajikan dalam soal-jawab yang praktis dan memudahkan.

1. Pada akhir 2008 total emas yang berhasil ditambang ke permukaan bumi adalah 163.000 ton, naik 1,5% per tahun. Sekitar 90% dari total emas ini dikuasai di tangan individual, selebihnya dimiliki oleh bank sentral negara-negara termasuk IMF (GFMS Gold Survey)

2. Tidak semua emas yang ditambang kemudian dimurnikan atau diolah untuk kemudian diperjualbelikan. Pada 2008 Cina menghasilkan 292 ton, kemudian diikuti oleh Amerika dengan 234,5 ton, Afrika Selatan 233,3 ton dan Australia 215,2 ton (GFMS Gold Survey)

3. Perusahaan terbesar penambang emas bernama Barrick Gold Corporation yang berpusat di Toronto, Kanada yang menghasilkan 283 ton emas per tahun di luar perak, tembaga dan nikel. Barrick memiliki unit tambang di Australia, Afrika, Amerika Utara dan Selatan

4. Berapa banyak emas yang ditambang? 2.415 ton emas ditambang di seluruh dunia per tahun

5. Biaya penambangan dan biaya produksi emas biasanya dihitung/ ditampilkan per troy ounce, yaitu US$469 hingga selesai ditambang dan US$601 hingga selesai seluruh proses produksi atau sekitar Rp146.256 sampai dengan Rp187.420 per gram.

6. Lokasi tambang emas terdalam ada di Anglogold Ashanti’s Mponeng di luar kota Johannesburg, Afrika Selatan. Kedalamannya mencapai 3,778 meter. Untuk mencapai lokasi, perjalanan memakan waktu lebih dari satu jam dengan tiga pos pemberhentian

7. Emas yang paling banyak dikonsumsi adalah perhiasan, kemudian diikuti emas untuk invest dalam bentuk koin dan batangan, baru kemudian untuk teknologi. Meski demikian, permintaan emas perhiasan turun dari 15% dari tahun 2010 ke 2011, sebaliknya permintaan emas batangan dan koin untuk investasi naik 19% pada periode yang sama

8. Negara-negara timur seperti India dan Cina adalah ‘kantong’ emas dunia. India tertinggi dengan 933,4 ton terdiri dari 567,4 ton perhiasan dan 366 ton emas batangan dan koin. Kemudian diikuti Cina dengan total 811,2 ton. Selanjutnya diikuti Hong Kong, Taiwan, Jepang, Indonesia, Korea Selatan, Thailand dan Vietnam (Business Insider, 2011)

9. Berapa banyak emas yang disimpan oleh Bank Sentral? Sekitar 30.000 ton. Sekitar 133.000 ton lainnya dipegang oleh investor individual (lihat poin 1). Bank sentral menyimpan emas sebagai ketahanan moneter negaranya, sama fungsinya seperti cadangan devisa dalam bentuk mata uang negara lain seperti Euro, US$, Poundsterling dan Yen. Uniknya, negara barat yang notabene kapitalis dan sponsor utama uang kertas menyimpan lebih banyak emasdaripada mata uang kertas. Seperti Amerika yang menyimpan 8.133,5 ton emas atau 74,5% dari total cadangan devisanya. Atau Jerman dengan 3.396,3 ton atau setara 71,4% total cadangan devisanya. Bandingkan dengan Cina yang ‘hanya’ memiliki 1.054 ton emas dimana angka ini mengambil porsi 1,6% dari total cadangan devisa.

10. Dimana Bank Sentral menyimpan emasnya? Sebagian besar emas disimpan di ‘gudang emas’ bank sentral masing-masing negara. Atau juga di Federal Reserve Bank (The Fed) di New York atau Euro Central Bank (EUCB). Akan tetapi bank sentral yang akan memperjual-belikan cadangan emasnya dalam pasar tertutup harus meletakkannya terlebih dahulu di Bank of England. Selain karena menjadi poros harga, Bank of England di London menyediakan gudang besar yang bisa menyimpan emas dalam jumlah banyak serta mudah dalam mobilisasi fisik dan kliring. Menjelang 1971, Spanyol dan Perancis mengapalkan kembali berton emasnya dari New York kembali ke negaranya sebelum diberlakukannya era Floating Rate Currency. Demikian juga Venezuela (2011) dan Jerman (2012). Aktivitas seperti ini mencerminkan kekhawatiran yang memuncak atas daya tahan uang kertas dunia seperti US$.

 

LEAVE A REPLY