Gulalives.com, JAKARTA – Coba deh anda mampir ke toko buku, lalu tengok bagian katalog komiknya. Hampir seluruh komik yang bertebaran di sana adalah komik produksi Jepang dan Amerika. Di situ kadang Gulalives merasa sedih. Lalu mana komik hasil karya anak bangsa? Apa iya penulis komik Indonesia nggak mampu menelurkan komik-komik keren? Atau, jangan-jangan komik asli Indonesia nggak mendapat porsi maksimal agar karya kreatif mereka bisa juga mejeng manis di toko-toko buku?

Berangkat dari kegalauan itu, Glenn Ardiansyah mencoba membuat sebuah terobosan. Lewat komik berjudul JAPARR – Kartun Jajanan Pasar, ia berusaha untuk mengobati kerinduan masyarakat akan komik lokal berkualitas. Menggandeng JNE sebagai sponsor, Glenn Ardiansyah me-launching komik penuh edukasi tersebut di hadapan awak media pada Selasa (24/11), di sebuah restoran di bilangan Panglima Polim, Jakarta Selatan. Komik yang memuat pesan agar masyarakat dapat mengenal nusantara melalui aneka jajanan pasar.

Edya Asmara mengenalkan jajanan pasar ke anak-anak Indonesia melalui media dongeng.
Edya Asmara mengenalkan jajanan pasar ke anak-anak Indonesia melalui media dongeng.

“Komik JAPARR – Kartun Jajanan Pasar ini adalah realisasi cita-cita saya sejak 4 tahun yang lalu. Tahun 2010 saya resign dari perusahaan, kemudian langsung berpikir untuk membuat komik. Setelah melalui riset panjang, saya memutuskan untuk mengambil tema tentang jajanan pasar,” tutur Glenn Ardiansyah.

Beruntung Glenn mendapat dukungan penuh dari sang istri tercinta, Edya Asmara. Apa tujuan mulia mereka lewat komik ini?

Konsep komik jajanan pasar ini diajukan oleh Glenn Ardiansyah ke Dik Doank sekitar 5 tahun lalu.
Konsep komik jajanan pasar ini diajukan oleh Glenn Ardiansyah ke Dik Doank sekitar 5 tahun lalu.

“Kami ingin memberikan pendidikan moral yaitu mengenalkan warisan kuliner nusantara kepada para generasi penerus bangsa yang ada di 34 provinsi. Jajanan pasar kita itu enak lho dan anak-anak sekarang banyak yang belum tahu jenis-jenisnya. Saya mengawalinya dengan bergerak melalui komunitas. Saya ajak istri saya untuk mengenalkan jajanan pasar ini kepada anak-anak. Caranya kami membuat merchandise seperti bantal, tas, dan boneka yang menyerupai jajanan pasar. Lalu istri saya mengenalkan lebih jauh ke anak-anak melalui dongeng. Selain mengenalkan jajanan pasar, kami ingin mengedukasi anak untuk jajan secara sehat,” urai Glenn.

Ada banyak jajanan pasar yang pernah hits di era 80 dan 90-an. Sebutlah bolu kukus, putu mayang, getuk, onde-onde, lemper, cenil, mochi, kue mangkok, clorot, nagasari, cakue, lapis, pastel, lontong, serabi, lupis, klepon, cubit, pukis, risol, dan banyak lagi. Oleh Glenn, jajanan-jajanan pasar itu dihidupkan di komiknya melalui ilustrasi tokoh kartun. Contoh tokoh Cenil yang terinspirasi dari kue cendil. Di komik JAPARR – Kartun Jajanan Pasar, cenil itu tokoh bergambar merah, berbentuk kotak, dan tubuhnya terdapat bintik-bintik putih.

Tokoh kartun di dalam komik dibuat mirip dengan bentuk jajanan pasar yang ada. Lucu yaaa...
Tokoh kartun di dalam komik dibuat mirip dengan bentuk jajanan pasar yang ada. Lucu yaaa…

“Komik ini juga dapat menjadi media pembelajaran yang menyenangkan. Tokoh-tokoh dari kartun jajanan pasar ini diharapkan menjadi idola kebanggaan anak Indonesia supaya mereka makin cinta dengan budayanya sendiri,” papar H.M Johari Zein, Direktur JNE.

“Jajanan-jajanan pasar seperti itu kan semakin langka. Kalau pun ada, mungkin hanya ada setahun sekali yaitu pas bulan Ramadan. Nah JNE yang telah berdiri selama 25 tahun ingin mendukung kreativitas anak bangsa dengan tema ‘Peduli Komik Indonesia’. Cinta Indonesia dalam komik yang menampilkan simbol sekaligus representasi dari identitas bangsa Indonesia ini selaras dengan pengabdian JNE,” tambah Eri Palgunadi, VP of Marketing JNE.

Eri Palgunadi bangga JNE dapat menjadi bagian dalam membangkitkan industri komik Indonesia.
Eri Palgunadi bangga JNE dapat menjadi bagian dalam membangkitkan industri komik Indonesia.

Hadirnya komik kreasi Glenn Ardiansyah ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan masyarakat Indonesia kepada komik-komik produksi luar negeri macam Naruto, Dragon Ball, Detektif Conan, Doraemon, Kungfu Boy, Slam Dunk, Legenda Naga, dan lainnya. Komik ini pun layak dibaca oleh anak-anak Indonesia. Tokoh kartun yang ditampilkan di dalam komik dibuat menarik dan mirip dengan bentuk asli jajanan pasar. Pilihan kata dan gaya bahasanya pun mudah dimengerti oleh anak-anak. Seperti suasana bermain, berkenalan dengan teman baru, belajar, dan berbagai aktivitas sekolah lainnya.

“Ragam jajanan pasar merupakan bukti silaturahmi bangsa yang besar. Perbedaan bukanlah pemisah, melainkan sebagai sarana untuk saling melengkapi dan menciptakan harmonisasi. Komik JAPARR – Kartun Jajanan Pasar ini dapat mengingatkan kembali bahwa Indonesia adalah bangsa besar dengan keberagaman budaya,” papar Glenn yang juga bercita-cita menghadirkan tokoh-tokoh kartun jajanan pasar itu ke dalam sebuah film animasi.

Selain komik, kartun jajanan pasar juga hadir dalam bentuk buku belajar huruf dan angka serta buku mewarnai.
Selain komik, kartun jajanan pasar juga hadir dalam bentuk buku belajar huruf dan angka serta buku mewarnai.

Sekadar membalik kenangan, komik Indonesia sebenarnya pernah menemui era kejayaan pada tahun 1960-1970-an. Waktu itu hadir 3 tema besar yaitu Percintaan (karya Jan Mintarga), Silat (karya Ganesh TH), dan Superhero (karya hasmi dan Wid NS). Belum lagi kemunculan komikus Tatang S yang merebut perhatian pasar komik Indonesia melalui para pedagang mainan anak keliling.

Yuk Kenali Aneka Jajanan Pasar Lewat Komik Asli Indonesia 6
Dik Doank yang memiliki sekolah alam menyatakan komik JAPARR – Kartun Jajanan Pasar bagus untuk merangsang pengetahuan dan minat baca pada anak-anak.

 

Komik ini diharapkan bisa mendorong komikus muda Indonesia lain untuk ikut berkreasi. Komik JAPARR – Kartun Jajanan Pasar juga mendapat respon positif dari Menteri Pendidikan Anies Baswedan dan Walikota Bandung, Ridwan Kamil. Nama yang terakhir disebut bahkan ikut memberi testimoni dalam komik ini.

“Saya sangat mendukung hadirnya JAPARR – Kartun Jajanan Pasar. Ini menunjukkan negeri kita sangat kaya akan warisan seni kuliner. Bentuk kampanye kepedulian yang dilakukan merupakan gagasan yang inovatif, dengan cara pendekatan edukasi yang unik, kreatif, ringan, dan menghibur dalam memperkenalkan ragam jajanan pasar nusantara,” terang Ridwan Kamil.

Buat bunda yang anaknya kesulitan untuk belajar, komik ini bisa jadi sebuah solusi. Bunda bisa mengajak bermain anak sambil mendongengkan tokoh-tokoh kartun jajanan pasar yang ada di dalam komik. (VD)

LEAVE A REPLY